4 Objek Wisata Gunungkidul Siap Beroperasi 22 Juni 2020

  • Whatsapp

Setelah kemarin Minggu, 14 Juni 2020 terdapat ribuan calon wisata di Gunungkidul di putar balik maka bila tak ingin ada kejadian serupa ada baiknya cari informasi terlebih dahulu. Kini berdasar informasi dari Dinas Pariwisata Gunungkidul setidaknya mulai 22 Juni 2020 ada 4 objek wisata Gunungkidul yang akan di uji coba.

pantai baron gunungkidul
instagram.com/arie.sm

Sebelum dilakukan uji coba ini tentu saja objek wisata Gunungkidul tersebut telah melalui serangkaian protokol new normal yang di tetapkan untuk objek wisata. Persiapan itu mulai dari pengecekan suhu tubuh, kesediaan air cuci tangan, tempat sampah, fasilitas kesehatan dan ketentuan lain yang telah di tetapkan.

Kesiapan 4 objek wisata Gunungkidul yang siap sambut tamu ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Asti Wijayanti. Meski telah dibuka nantinya tetap ada sejumlah pembatasan semisal jumlah wisatawan yang masuk guna memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

Protokol kesehatan di jalankan dengan ketat guna menjaga tidak ada klaster baru dari destinasi wisata. Saat ini Gunungkidul berada dalam zona oranye atau status yang diberikan bagi daerah yang berdekatan dengan zona merah.

Bila objek wisata menjadi kluster baru penyebaran virus Covid-19 tentu akan memperburuk citra pariwisata. Oleh karena itu perlu di jaga bersama-sama untuk tetap bersih.

Berbagai simulasi pun telah dilakukan semisal di objek wisata Kalisuci. Selanjutnya berturut-turut simulasi akan dilakukan di 3 objek wisata lain mulai dari Pantai Baron, Pantai Kukup dan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Simulasi dilakukan guna memastikan kesiapan pengelola dalam menyambut para wisatawan. Nantinya dari hasil simulasi akan menjadi bahan pertimbangan dan bila ada catatan khusus maka hal itu tetap akan di berlakukan.

Berdasar informasi yang disampaikan salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalisuci, Muslam Winarto, menegaskan bahwa pihaknya tengah berbenah untuk menyambut para tamu. Mereka telah menyiapkan berbagai protokol kesehatan.

Menyiapkan beberapa tempat cuci tangan, menyediakan masker bagi yang membutuhkan hingga pemandu yang telah dibekali protokol kesehatan adalah beberapa contoh yang telah dilakukan. Penyemprotan disinfektan pun dilakukan setiap hari guna memastikan area tetap steril.

Dengan demikian diharapkan para wisatawan yang datang bisa berlibur dengan tenang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *