Awas Bahaya Laten Valentine Day Atau Hari Kasih Sayang Yang Menyasar ABG

  • Whatsapp

Bagi sebagian ABG momen valentine tentu menjadi momen yang begitu dinantikan. Tapi, perayaan valentine yang kebabalasan bisa membuat seseorang terlena dan terperosok dalam jurang.

dakwatuna.com
dakwatuna.com

Beberapa tahun yang lalu memang budaya valentine day cukup merebak. Hal ini tak lain karena banyak tempat yang menyajikan paket dengan merek dagang atau embel-embel hari kasih sayang.

Sesaat sebelum tanggal 14 Februari lihatlah pusat perbelanjaan, resto, hotel, tempat hiburan dan sejenisnya. Ditempat yang mewakili hedon itu pasti telah disulap dengan berbagai ornament warna pink atau merah muda yang konon adalah warna cinta.

Selain itu, media televise dan radio selalu mencekoki seluruh pemirsa dan pendengar. Bahwa mereka harus turut serta, ikut andil dalam perayaan ini. Iklan senantiasa diputar untuk mengingatkan atau mengundang kaula muda untuk datang dan merayakan Hari Kasih Sayang dengan segala kemewahannya.

Hal ini setidaknya terlihat ada beberapa bingkisan cokelat yang dijual dan didalamnya terdapat ‘sarung pengaman.’ Sangat disayangkan kalau perayaan momen kasih sayang ini banyak pasangan muda mudi yang belum resmi menikah melakukan hubungan yang ‘kebablasan.’

Mungkin bagi kita yang belum pernah ikut perayaan Hari Kasih Sayang tapi sering mendengar valentine identik dengan kebebesan seks; maka kita pasti bisa melihat semua itu jauh dari kesan baik. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan budaya kita dan juga bisa merusak moral bangsa. Bahkan dari sejarah yang ada juga telah mengalami perubahan dari makna aslinya.

Sangat miris tentunya kalau masih mengikuti tradisi hanya karena latah dan tidak tahu apa makna di dalamnya. Hanya sekedar ikut-ikutan dan ingin mendapat cap anak gaul dan mengikuti perkembangan jaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 Komentar

  1. GOBLOK2NYA YANG BUAT TULISAN BAHAYA LATEN DI VALENTINE DAY….JANGAN SALAHKAN VALENTINE NYA….YANG SALAH ITU MORAL PARA ABG NYA…DAN JUGA YG SALAH KALIAN YANG NGAKUNYA SUCI PINTAR AGAMA TAPI PIKIRAN JUGA TETAP PENUH ISI CABUL….
    INI JUGA VIVA OTAK NYA PADA KRISIS BUAT BERITA GAK DI SARING DULU ASAL MAIN CAPLOK AJA…BEGO LU YANG UPLOAD NI ARTIKEL…

  2. hehehehe… mohon yang nulis agak mikir dikit ya (belajar lagi deh)… saya mungkin lebih bodoh dari anda.. tapi saya tahu mana barang bagus dan tidak. mohon maaf jika menyinggung perasaan anda. terima kasih.

  3. Masing-masing ajah sih , saya tidak merayakan hari Vday, bagi anda yg merayakan silahkan saja.. tapi buat agama muslim diajaran agama kami mengharamkan nya.

    1. memang ada yah di dalam alqur’an yang menuliskan secara jelas “Merayakan Valentine Haarm Hukumnya”?

      memang jaman rasul dulu sudah ada valentine ya?

      mungkin bukan haram karena “pergeseran” perayaannya yang cenderung menjadi sex bebas x, bukan karena si Valentine itu sendiri, dan juga saya informasikan, Valentine itu bukan perayaan keagamaan, walaupun ada hubungannya dengan sejarah umat kristiani, tapi ngga ada di dalam agama Kristen yang menjadikan Valentine itu sebagai hari raya umat agama Kristen

  4. Menurut saya, info dari viva.co.id just sharing for info saja, bagi kita pembaca harus menyikapinya dengan positif, diterima dan disesuaikan dengan karakter masing2 saja, ada baiknya yg merayakan valentine ini hanya pasangan yg sudah menikah karena pas banget momennya untuk menunjukkan perhatian dg memberi perhatian scr khusus bagi pasangannya, ttpi klo masih pacaran/abg baiknya dimaknai tidak dg berlebihan sehingga tidak kebablasan dan pada akhirnya tidak menyesal dkemudian hari.

    Sbg ortu yg memiliki remaja putra/putri tugas kitalah mengawasi dan memberikan penjelasan makna dari valentine days sehingga putra/putrinya tidak memaknai valentine ini dengan makna yg salah, karena spt yg kita tahu anak2 seumuran spt itu sedang mencari jati diri dan gampang mengadopsi budaya apapun tanpa menyaringnya terlebih dahulu, jika lagi trend mrk pikir itu baik padahal dalam kenyataannya belum tentu trend yg berlaku itu baik untuk mereka, sehingga anak2 kita tetap terawasi agar tidak ada penyesalan bagi ortu dikemudian hari…

    So teman2 sbg masukan saja : kita harus menyikapi berita/info itu scr positif saja, dihitung baik buruknya jika dilakukan/tidak, dan jgan comment yng menyangkut unsur sara, karena kita adalah generasi muda jdi hrs brpikir positif..
    Trims viva, buat infonya…

  5. sediki meluruskan, nama Santo nya adalah Santo Valentinus, Bukan Santo Valentine. bikin artikel ga di olah dulu nih.

    ckckckckck

  6. apapun alasannya saya pikir pihak viva.co.id sudah mikir masak-masak kalau tulisan ini layak tayang, kalau toh menuai pro kontra itu juga biasa, tiap orang punya keyakinan masing-masing. yang penting jangan beli cokelat berhadiah “kondom”