Menjadi Blogger adalah Jalan Ninjaku

  • Whatsapp

Beberapa waktu lalu entah ditulisan mana saya menemukan quote yang sangat menarik, “menjadi blogger adalah jalan ninjaku”. Dalam hati kecilpun saya berusaha mengamini hal ini karena terus terang sejak beberapa tahun terakhir saya telah fokus dalam dunia blogging.

blogger adalah jalan ninjaku
satupersen.net

Terlebih di masa pandemi seperti saat ini dimana hampir semua kegiatan perkantoran dihentikan. Alternatif yang bisa dipilih tentu saja dengan bekerja di rumah untuk alasan keamanan dari paparan Covid-19.

Berhubung saya penasaran maka saya pun mencoba googling dengan kata kunci “Menjadi Blogger adalah Jalan Ninjaku”. Dan ternyata apa yang saya temukan beberapa waktu lalu bukanlah mantra yang pertama.

Dalam jejak digital pun dengan mudah saya temukan mereka-mereka yang mengutip ini adalah jalan ninjaku. Tak berhenti disitu maka saya pun mencoba menelusuri lebih jauh tentang jalan ninjaku ini.

Ternyata bagi penggemar Naruto mungkin kalimat itu tidak asing lagi karena ada dalam salah satu segmen dimana ia pernah berkata, “Aku tak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku”.

Saya pribadi bukanlah penggemar Naruto jadi tak bisa bercerita tentang banyak hal. Namun bila bercerita tentang jagoan dari negeri Sakura tentu saja ada Captain Tsubasa yang menjadi favorit saya.

Dari film ini pun saya bisa belajar banyak hal dengan mudah. Salah satunya tentu saja untuk terus menjaga semangat dan komitmen hingga cita-cita itu tercapai. Tak hanya itu saja tapi juga kerja keras itu harus ada.

Baca juga: Blueprint Jadikan Ngeblog Lebih Seru

Blogger adalah Jalan Ninjaku

Iya, kenapa saya pilih blogger tentu banyak alasan hingga membuat saya rela setiap waktu hanya dengan laptop dan hape. Tak kurang dari 12 jam setiap hari saya menggunakan 2 benda itu.

Mengoptimalkan diri untuk terus tumbuh kembang dengan jalan yang saya pilih. Percaya mereka para ninja bisa sukses dengan belajar dan berlatih secara terus menerus tanpa henti.

Tidak ada kata menyerah meski saat ini hasil di bawah ekspektasi. Bukankah tak ada hasil yang akan membohongi proses bagi mereka yang berkomitmen.

Kenapa memilih ngeblog:

1. Ngeblog itu Sarana Menuangkan Unek-Unek

Saat ini memang ada beberapa blog yang saya kelola. Tapi blog yang sebenarnya blog tentu saja Joko Yugiyanto Personal Blog karena di sini saya bisa menuangkan unek-unek tanpa tedeng aling-aling istilahnya.

Apa kata orang bodo amat toh ini adalah blog pribadi saya. Wajar kemudian bila dalam blog ini banyak ditemukan curhatan yang kurang bermutu (baca: tidak bermutu, red) karena menggunakan sudut pandang pribadi.

Tulisan yang saya buat juga biasanya dalam hitungan menit dan langsung terposting. Ada yang baca atau tidak kurang begitu peduli.

Yang ada adalah bagaimana blog bisa menjadi media katarsis yang tepat bagi saya. Mengeluarkan energi negatif dan berharap ketika sudah sampai di rumah tidak ada lagi.

Pun demikan saat ada di rumah, hati dan pikiran gundah gulana maka saya cukup buka laptop dan menulis. Tak perlu waktu lama maka segala kegelisahan itu sirna.

Tak adil bukan bila saya ada masalah kemudian anak dan istri menjadi korban. Seringkali saya berpikir, coba bila semua orang di dunia ini memiliki ‘bak sampahnya’ masing-masing. Tentu tak ada cerita ada satu dua pihak merasa tidak tahu apa-apa kena imbasnya.

Baca juga: Pandemi Memaksaku Banting Stir Menjadi Fulltime Blogger dalam Sekejap

2. Ngeblog itu Harus Terus Belajar

Saya percaya belajar itu proses yang tak pernah berhenti. Di mulai saat anak-anak belajar bersosialisasi dengan teman sebaya, menulis, berhitung dan lain-lain.

Saat beranjak dewasa atau besar pun kemudian mereka belajar bertanggung jawab atas semua keputusan. Hingga menjadi orang tua dan mereka harus belajar mendidik anak-anak hingga kita semua tiada.

Berangkat dari konsep itu maka saya pun secara sadar dan berkomitmen untuk belajar dan terus belajar.

Apalagi saya mengelola beberapa blog dengan niche / tema yang berbeda-beda. Mulai dari niche  psikologi, parenting, bisnis, tekno, travel dan lain-lain.

Bila saja saya berhenti belajar artinya saya sudah tidak bisa produksi artikel lagi. Semua blog itu tentu akan makin kaya dan hidup bila pengelola memiliki kemampuan untuk terus tumbuh.

Belajar juga bulan melulu seperti di dalam kelas dengan tatap muka. Ada banyak cara belajar yang bisa ditempuh.

Tak jarang dalam diam pun saya akan belajar. Ambil contoh bila ada orang di sekitar kita cukup mahir dalam satu hal, tak perlu minta ia mengajari. Cukup berada di sampingnya berlama-lama maka ilmu dan wawasan itu akan pindah dengan sendirinya.

Ingat tak ada cerita bila kita bergaul dengan tukang parfum bau kita akan seperti asap rokok. Yang ada adalah bau parfum itu secara tak sadar akan menempel dalam tubuh kita.

3. Ngeblog itu Mempertemukan Saya dengan Kawan

Tahun 2015 saya kembali ke ibu kota setelah dulu sempat berujar tak ingin kembali ke Jakarta. Kala itu tentunya teman-teman saya rekan kerja saya di kantor.

Tak ingin terjebak dalam situasi yang itu-itu saja maka saya pun mencoba berkomunitas yang sesuai dengan apa yang saya harapkan.

Berhubung saya adalah seorang blogger maka kata kunci yang saya ketik di mbah google tentu saja ‘Blogger Jakarta’. Tahun itu belum ada dan baru sebatas embrio dan beruntung sedikit banyak saya ada ketika Komunitas Blogger Jakarta itu lahir.

Bertahan hingga saat ini saya masih memiliki banyak kawan di Komunitas Blogger Jakarta. Mereka berasal dari berbagai kalangan tentu menjadi satu kemewahan.

Banyak hal yang bisa saja tidak dipahami akan ditemukan ditempat ini. Benar saja, Blogger Jakarta menyimpan aset yang luar biasa. Di dalamnya banyak orang-orang yang ekspert dibidangnya membuat saya memiliki teman diskusi.

4. Ngeblog itu Bikin Saya Berpikir

Buya Hamka pernah berujar, kalau bekerja sekadar bekerja maka kera juga bekerja. Kalimat yang senantiasa menghantui saya untuk bagaimana menyelesaikan setiap pekerjaan sebaik mungkin.

Bagaimanapun cara saya tetap akan berusaha memberikan yang terbaik meski harus tidak tidur atau mempelajari hal baru untuk menuntaskan pekerjaan. Bekerja tak ingin hanya membarter waktu dengan sejumlah nominal.

Lebih dari itu bekerja adalah bagaimana kita berkarya untuk diri kita. Untuk membuat diri ini makin optimistis menatap masa yang akan datang.

Terlebih di masa pandemi, dimana saya telah kehilangan pekerjaan sebagai Human Capital Business Partner. Kini saya telah bekerja sebagai fulltime blogger dan menjadi tantangan selanjutnya bagaimana bisa menjawab setiap tantangan.

Menjadi blogger itu bukan hanya menulis konten saja. Lebih dari itu juga sebagai seorang marketing, sosial media spesialis dan berbagai pekerjaan printilan lainnya.

Banyaknya bidang pekerjaan tentu menuntut efektivitas tentang bagaimana mengoptimalkan blog, twitter, facebook, instagram, linkedin, youtube dan berbagai platform lain. Kini tak ada alasan bahwa saya blogger dan hanya mau pegang blogger sementara media yang lain diabaikan.

5. Ngeblog itu Keren

Percaya nggak sih, kalau ngeblog itu keren. Kalau saya sih percaya karena dengan cara ini saya berani tampil di depan orang lain.

Dulu saat sekolah saya tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan. Tapi kini begitu mereka bertanya apa pekerjaan saya maka dengan pede akan saya katakan bahwa saya adalah fulltime blogger.

Dari kegiatan ngeblog ini saya juga bisa bergabung dengan Duta Damai Dunia Maya 2018. Di awal tahun ini saya juga bisa mengikuti BI Netifest 2020 yang digagas Bank Indonesia. Menjadi satu dari 35 peserta yang datang dari seluruh tanah air.

Ngeblog itu bebas ruang dan waktu dan saya bila bekerja tidak harus berada di sebuah kantor. Saya bisa bekerja kapanpun dimana pun.

Bahkan saat di angkot pun saya bisa memproduksi sebuah konten, keren bukan. Kalau bukan sebagai seorang blogger mana bisa itu semua.

6. Ngeblog itu Meninggalkan Jejak Digital

Mungkin ini adalah salah satu bagian dari waham kebesaran dimana kelak bila saya meninggal maka harus ada jejak digital. Blog adalah salah satu prasasti paling murah dan memungkinkan karena bila saya mencoba meniru zaman kerajaan tentu tak mampu beli batu besar dan membayar tukang pahat.

Berharap apa yang ditulis kelak masih bisa dinikmati banyak orang terutama anak cucu. Mereka pastinya juga bisa membaca kembali peristiwa yang dulu pernah terjadi.

Dari media ini juga menjadi paling mudah untuk menyimpan foto dan video untuk kelak bisa diakses kembali. Mencoba menyimpan dalam bentuk cetak tentu bukan zamannya lagi bukan.

7. Ngeblog itu Hobi dan Passion

Hobi dan passion bisa jadi satu bagian yang tak terpisahkan. Hal ini karena ketika berbicara dengan hobi akan bisa bertahan bila di dukung dengan passion yang kuat.

Tanpa bakat pun seseorang bisa tumbuh kembang dengan baik bila ia menyadari apa yang menjadi hobi dan passion. Akan lebih baik tentunya bila semua itu di dukung dengan bakat yang mumpuni.

Hobi yang saya miliki inipun pada awalnya juga tanpa sengaja. Ingat betul dari kecil hingga masuk bangku kuliah sangat jarang atau bisa dibilang tidak pernah menulis kecuali ada tugas.

Namun seiring berjalannya waktu ternyata dengan menulis membuat bahagia. Lebih tepatnya membuat hati dan pikiran lebih tenang. Dari hal itulah kemudian kegiatan ini terus berlanjut.

Sebelum menulis dalam beberapa kasus tentu membutuhkan asupan nutrisi otak yang cukup. Salah satunya dengan banyak belajar dan membaca.

Dua hal itu menjadi bagian tak terpisahkan karena sinergi diantara keduanya akan menghasilkan energi yang lebih positif.

8. Ngeblog itu Pencitraan

Agak lebay tentunya bila dikatakan ngeblog itu adalah pencitraan tapi itu benar adanya. Bukankah setiap orang harus memiliki citra diri untuk memudahkan orang lain mengenali kita.

Contoh paling mudah tentunya, di Indonesia ini tentu ada ribuan orang bernama Joko. Seperti yang kita tahu sosok Joko ini ada yang menjadi presiden, sutradara, atlet, hingga koruptor kelas kakap pun ada.

Di luar sana tentunya ada nama joko joko yang lain. Bila mereka tidak memiliki citra diri tentu akan susah dikenali orang lain.

Percaya bahwa blogger sampai kapanpun akan memiliki citra positif karena lekat dengan dunia digital, kreatif, manusia pembelajar dan lain-lain. Kalaupun ada yang memiliki citra negatif itu hanyalah ulah sejumlah oknum dimana mereka salah dalam menempatkan diri.

Baca juga: Cara Membuat Blog Menghasilkan Receh

9. Ngeblog itu Menghasilkan

Semua orang pastinya sudah tahu bahwa ngeblog itu menghasilkan. Ada banyak celah bagi pelaku yang ada di dalamnya untuk mendapatkan uang.

Cara paling populer tentu saja dengan bekerja sama dengan jaringan periklanan semisal adsense atau mgid. Selain itu ada artikel review, pasang backlink, banner dan lain-lain.

Selain dari blog itu sendiri seorang blogger pastinya juga akan mengoptimasi sosial media yang dimiliki baik itu Twitter, Instagram, YouTube, Facebook dan lain-lain.

Benefit lain yang bisa didapat tentu saja dengan mencoba produk gratis yang bisa jadi belum ada di luar dan kita mendapat kesempatan pertama untuk mencoba. Selain itu tentu saja menghadiri event yang seringkali diadakan di hotel berbintang.

Saatnya Menjadi Diri Sendiri #HidupSeutuhnya

Dengan semua hal di atas tentunya saya bisa sepenuhnya menjadi diri sendiri. Bukan lagi seseorang di bawah bayang-bayang. Pastinya lebih bisa menjadi tuan bagi hati dan pikiran daripada hidup dalam kontrol orang lain ataupun perusahaan.

Tak perlu langsung seratus persen tapi mulai dari Satu Persen dulu. Pelan tapi pasti akan terus berproses hingga menjadi seutuhnya.

Hidup seutuhnya penuh kebahagiaan dan kebebasan berekspresi tentu menjadi kemewahan bagi siapa saja. Ingat, bos saja belum tentu karena begitu banyak beban, tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.

#SatuPersenBlogCompetition #HidupSeutuhnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *