Menikmati Senja dan Kopi di Cafe & Resto Taru Martani 1918

  • Whatsapp

Satu tempat di Jogja yang bisa jadi sangat iconik tentu banyak dicari. Merasakan sensasi yang tidak ‘gitu-gitu aja’ bisa ditemukan di Cafe & Resto Taru Martani 1918.

Cafe & Resto Taru Martani 1918
instagram.com/tarumartani1918coffee

Lokasinya sangat mudah ditemukan karena ada di tengah kota. Penanda paling mudah tentu saja begitu keluar Stasiun Lempuyangan ambil kiri. Persisnya ada di Jalan Komisaris Polisi Bambang Suprapto Nomor 2A, Baciro, Jogja.

Berhubung masih satu kompleks dengan pabrik cerutu tertua di tanah air, PD Taru Martani maka jangan kaget bila ada aroma wangi tembakau. Di dalam Cafe & Resto Taru Martani 1918 juga dengan mudah ditemukan pernak pernik yang berhubungan dengan cerutu.

Konsep Klasik Cafe & Resto Taru Martani 1918

Begitu masuk pelataran tempat ngopi ini maka akan langsung terasa nuansa klasik. Hampir setiap sudah seolah tidak memberi celah bagi siapa saja untuk terkagum-kagum. Ternyata sejak zaman dulu bangsa kita itu sudah luar biasa.

Wajar kemudian para pecinta kopi suka nongkrong di tempat ini. Mereka bisa berlama-lama menghabiskan waktu bersama keluarga atau rekan.

Berada di dalam cafe, seolah masuk dalam mesin waktu dan ditarik kembali ke belakang hingga puluhan tahun. Terlebih di sini terdapat foto-foto presiden yang kita tahu gemar akan tembakau linting ini.

Siapa lagi kalau bukan Presiden Sukarno dan Presiden Suharto. Mereka berdua acapkali kita temukan fotonya saat menghisap cerutu.

Konsep klasik ini langsung terlihat dari meja-meja yang mereka gunakan. Selain itu ada juga pot-pot besar yang ada di zaman dulu.

Dari cafe ini kita juga bisa melihat sejarah dan perjalanan pabrik cerutu PD Tarumartani dari masa ke masa. Pabrik yang telah ada sejak 1918 ini masih beroperasi hingga saat ini.

Selain terdapat area terbuka cafe ini juga menyediakan 3 pendopo yang bisa digunakan bila pengunjung ingin suasana lebih intens. Sangat cocok untuk kumpul-kumpul bersama rekan kerja atau seluruh anggota keluarga.

Baca juga: Wedang Kopi Prambanan Sajikan Warung Kopi Nuansa Klasik Jawa

Menu dan Minuman Paling Direkomendasikan

Untuk menu, berbagai minuman tak jauh beda dengan cafe pada umumnya. Meski menawarkan konsep klasik mereka juga menyediakan aneka minuman yang populis baik itu berbahan dasar kopi, teh maupun susu.

Sebut saja Cappucino, Coffe Late, Vanilla Latte, Tiramisu Latte hingga Hazelnut Latte. Selain itu masih ada Teh Tarik, Lemon Tea, Lecy Tea, Red Velved, Choco Tiramisu, Choco Caramel dan lain-lain.

Saat berkunjung di sini, meski ada kopi arabica dan robusta jangan lupa cicipi kopi Merapi yang merupakan kopi asli Jogja.

Untuk urusan logistik terdapat beberapa menu yang bisa bikin kenyang. Sebut saja Nasi Goreng Taru Martani, Nasi Goreng Kemangi, Nasi Ayam Lada Hitam, Ricebowl Teriyaki, Nasi Ayam Balacan dan lain-lain.

Sebagai teman ngobrol bersama yang lain agar lebih nyaman jangan lupa pesan Mendoan, Pisang Nugget, Jamur Crispy, Roti Bakar, Cireng dan lain-lain.

Menu favorit yang paling direkomendasikan tentu saja Nasi Goreng Taru Martani. Nasi ini dimasak dengan bumbu khas ala Taru Martani. Sementara untuk minuman ada 2 yang paling laris yakni Single Origin Coffee dan Surga Dunia.

Waktu Terbaik ke Cafe & Resto Taru Martani 1918

Saat terbaik datang ke sini tentu saja usai kerja. Sembari melihat matahari terbenam di sudut barat kita bisa bercengkrama. Sesaat me-rilekskan hati dan pikiran setelah seharian bekerja.

Bila malam tiba, pada malam-malam tertentu mereka juga hadirkan hiburan berupa musik akustik. Jadi bisa saja kamu yang datang bersama pasangan akan menemukan momen romantis yang susah dilupakan.

Untuk harga, Cafe & Resto Taru Martani 1918 sangat ramah kantong. Aneka makanan dan minuman yang ada bisa di dapat dengan modal kisaran Rp5.000,- hingga Rp 20.000,-.

Buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB – 23.00 WIB. Pastikan saat kamu datang untuk kenakan masker dan patuhi protokol kesehatan.

Cagar Budaya

Menjadi bonus bagi kamu yang datang ke sini. Usut punya usut ternyata PD Tarumartani kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2007.

Tarumartani itu sendiri memiliki arti daun yang menghidupi. Fakta tak terbantahkan tentunya mengingat ratusan karyawan bisa bertahan hidup berkat daun tembakau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *