Empat Lokasi Favorit Padusan di Sleman

  • Whatsapp

Bagi orang Jogja dan Jawa Tengah tentu sudah tak asing lagi dengan ritual padusan. Namun, bagi sebagian daerah lain belum tentu pernah mendengar istilah tersebut.

sendang klangkapan
instagram.com/diptasari.w

Dari sekian banyak lokasi padusan di Sleman setidaknya 4 lokasi ini menjadi tempat terbaik untuk mensucikan diri. Empat lokasi favorit tersebut adalah Umbul Pajangan di Pendowoharjo, Sendang Klangkapan di Margoluwih, Sendang Ngepas Lor di Donoharjo dan Umbul Temanten di Umbulharjo.

Sementara itu di kabupaten Bantul akan terpusat di sepanjang pesisir pantai selatan khususnya Pantai Parangtritis.

Padusan itu sendiri dapat diartikan sebagai upaya pembersihan atau penyucian diri menjelang bulan Ramadhan. Padusan itu sendiri berasal dari kata “adus” yang berarti “mandi.” Ritual ini dilakukan serempak 1 hari sebelum menjalankan ibadah puasa.

Bila sehari-hari warga mandi di sumur yang ada di rumah maka pada ritual ini mereka akan berbondong-bondong mencari mata air yang dipercaya membawa keberkahan. Tapi sayangnya kini esensi padusan telah bergeser.

Bukan lagi upaya untuk mensucikan diri tapi lebih pada ritus mandi bersama menyambut bulan Ramadhan. Hal ini dapat terlihat dari penuh sesaknya tempat pemandian alami.

Mulai dari yang benar-benar mengeluarkan mata air hingga mandi di pantai. Tentu akan menjadi sangat kontradiktif manakala harusnya upaya pembersihan diri menggunakan mata air yang bersih dan suci tapi mandi bersama-sama menggunakan air yang belum tentu bersih semisal mandi di pantai.

Tradisi ini adalah percampuran ajaran Hindu, Budha dan Islam di Jawa. Akulturasi budaya tersebut menciptakan nilai-nilai yang mengakomodir masing-masing ciri khas.

Selain 4 lokasi padusan di Sleman, di wilayah kabupaten ini masih terdapat beberapa lokasi favorit lainnya untuk melakukan ritual 1 tahun sekali itu. Pada hari H lokasi tersebut akan penuh sesak dengan lautan manusia.

Ada sebagian yang benar-benar ingin padusan dan sebagian hanya ingin menikmati kemeriahan dari tradisi leluhur ini.

Mungkin di daerah kamu juga ada lokasi untuk padusan dan bisa diceritakan pada kami untuk di buatkan liputannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *