Garis Imajiner Merapi, Tugu Jogja, Kraton, dan Pantai Parang Kusumo

  • Whatsapp

Tak banyak yang tahu kalau antara Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton, dan Pantai Parang Kusumo adalah sebuah garis lurus. Bukan hanya mitos tapi hal ini bisa dibuktikan melalui foto satelit benar adanya garis imajiner Merapi hingga pantai selatan.

garis imaginer jogja
kang-adhan.blogspot.com

Oleh karena itu bisa juga dikatakan keunikan ini sebagai keistimewaan lain dari Yogyakarta. Dimana dulu saat membangun kraton telah memperhatikan segala sesuatu dengan detail.

Kraton Jogja dibangun dengan keseimbangan dan keharmonisan didalamnya. Perpaduan antara api dan air sebagai simbol hubungan baik antara Tuhan dengan mahluknya dan antar sesama manusia.

Dalam mitologi Jawa dikenal bahwa selain ada manusia yang menempati bumi masih ada mahluk lain berupa roh halus yang penampakannya hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu. Adanya garis imajiner antara Gunung Merapi dengan Pantai Parang Kusumo dikarenakan keberadaan kraton tidak bisa lepas dari keduanya.

Gunung Merapi disimbolkan sebagai api dengan kerajaan mahluk halus yang ada didalamnya. Bisa juga dikatakan sebagai tempat arwah dalam penantian untuk menuju surga atau  “swarga pangrantunan.”

Gunung paling aktif di dunia ini menjadi batas paling utara dan Pantai Parang Kusumo menjadi batas paling selatan. Kedua area tersebut adalah tempat yang diakui memiliki daya magis atau tidak bisa dinalar.

Tugu Jogja walaupun hanya sebuah bangunan tapi keberadaannya mampu memiliki peran yang sangat penting. Dulunya Tugu Jogja berbetuk Golong Giling setinggi 25 meter.

Tugu tersebut dibagun pada jaman Sri Sultan Hamangkebuwono I sebagai penanda adanya persatuan dan kesatuan antara kraton dengan rakyatnya. Selain itu dapat juga disimpulkan sebagai persatuan atau hubungan baik antara sang pencipta dangan mahluknya.

Bila Merapi disimbolkan sebagai api maka Pantai Parang Kusumo adalah simbol air. Sama halnya dengan Merapi dengan berbagai mitosnya maka pantai ini juga kuat dengan mitos Nyi Roro Kidul atau Ratu Penguasa Pantai Selatan.

Selain ada Merapi, Tugu Jogja, Kraton, Pantai dan Parang Kusumo sebenarnya masih ada Panggung Krapyak. Hanya saja bangunan ini kadang terlewatkan. Panggung Krapyak memiliki nama lain Gedhong Panggung adalah sebuah panggung bertingkat ini memiliki ukuran tinggi 4 meter, lebar 5 meter dan panjang 6 meter. Sedang ketebalan tembok mencapai 1 meter.

Harusnya pemerintah di negeri ini bisa belajar dari garis filosofi yang ada di Jogja tentang pentingnya kearifan lokal. Tak ada yang membayangkan dahsyatnya Merapi akibat sumbatan. Begitu pula bila suara rakyat tersumbat maka akan terjadi ledakan maha besar yang akan berakibat pada revolusi sosial.

Selain adanya garis imajiner Merapi hingga Pantai Selatan masih ada sumbu filosofi. Sumbu ini berbentuk jarak yang membenteng dari Tugu Jogja, Kraton hingga panggung Krapyak. Sumbu ini melambangkan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *