Gua Cerme Objek Wisata Sarat Sejarah dan Mistis

  • Whatsapp

Bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja dan ingin satu tantangan baru di alam terbuka. Silakan kunjungi Gua Cerme yang berada di perbukitan Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul.

gua cerme imogiri
pesonawisataindonesia.com

Untuk menempuhnya dari kota Jogja kita harus menyusuri Jalan Imogiri dan terus naik. Jaraknya sekitar 20 kilometer dan bisa ditempuh sekitar 45 menit menggunakan sepeda motor atau mobil.

Gua ini sangat unik karena memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer. Di dalam gua bawah tanah ini  terdapat stalaktit dan stalagmite. Nuansa eksotisme akan ditambah dengan adanya sungai bawah tanah.

Perlu diperhatikan, kadang gua ini banjir tiba-tiba. Jadi jangan sekali-kali melakukan susur gua manakala musim penghujan.

Ada baiknya saat menyusuri gua didampingi oleh warga sekitar yang tahu betul seluk beluk gua. Hal ini karena di dalamnya banyak batuan tajam yang bisa saja membuat wisatawan terluka bila tidak hati-hati.

Nama-Nama Unik di Dalam Gua

Oh ya, jangan heran kalau di dalamnya terdapat berbagai nama seperti yang sering didengar dalam kepercayaan Jawa. Nama-nama tersebut antara lain kraton, gedung sekakap, panggung, paseban, lumbung padi.

Ada juga nama-nama lain seperti air penguripan, grojogan sewu, kahyangan, air zam-zam, air suci, watu kaji, watu gantung, batu gilang, mustoko dan lain-lain.

Sarat Dengan Sejarah

Gua ini sangat erat dengan sejarah Jawa dimana diyakini bahwa gua ini dipakai para wali untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Bukan hanya itu saja, konon Pangeran Diponegoro pun pernah bertapa ditempat ini.

Bahkan konsep pembangunan Masjid Agung Demak juga dipercaya dilakukan ditempat ini. Selain itu menurut penuturan warga sekitar Gua Cerme juga digunakan sebagai benteng pertahanan Jepang.

Di sana masih tersisa artefak berupa pembangkit listrik zaman dulu. Namun sayangnya benda-benda tersebut saat ini kurang terurus.

Gua Sarat Mistis

Saat ini selain digunakan sebagai objek wisata alam tempat ini masih digunakan sebagai tempat ‘ngalap berkah’. Dimana pada hari-hari tertentu akan ada pihak-pihak yang bertapa, semedi atau lebih tepatnya mendekatkan dengan sang pencipta di tempat ini.

Jadi jangan kaget kalau menemukan ada bunga, sesajen dan dupa sisa ritual. Saya pun dulu waktu caving atau susur gua di tempat ini masih menemukan kembang sisa sesaji.

Usai berkunjung ke objek wisata bawah tanah dan masih ingin berburu keindahan di sekitar Imogiri. Tak perlu kuatir ada banyak objek wisata bisa dipilih semisal Bendung Tegal, hutan Pinus Imogiri, dan masih banyak lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *