Gudeg Pawon, Semakin Malam Semakin Ramai

Gudeg Pawon menjadi destinasi tersendiri bagi para pemburu kuliner tengah malam. Bagaimana tidak, warung makan yang biasanya tutup paling malam jam 9 malam tapi warung ini justru mulai beroperasi jelang tengah malam atau sekitar pukul 10.00 WIB malam baru buka.

gudeg pawon
instagram.com/marinidian12

Tapi jangan salah, untuk menikamti sajian lezat ini benar-benar butuh perjuangan dan pengorbanan. Terkadang banyak dari pembeli telah datang sebelum pukul 9 malam.

Antrian memanjang dari dapur hingga teras bukan pemandangan yang asing lagi. Semakin malam semakin ramai hingga kadang seluruh dagangan yang ada telah ludes sebelum pukul 01.00 WIB dini hari.

Bagi masyarakat Jogja yang gemar jalan malam, nama Gudeg Pawon bukan sesuatu yang asing lagi. Mereka biasanya adalah orang yang suka jalan-jalan di malam hari dan tiba-tiba perut keroncongan. Tak ayal bila panggilan alam memanggil maka mau tak mau harus dituntaskan ditempat yang istimewa.

Salah satunya tentu saja warung makan yang terletak di Jalan Janturan 36 – 38, Warungboto, Jogja. Paling mudah untuk mencapai tempat ini adalah dari kawasan Titik Nol kilometer ke timur. Nanti akan ketemu Jalan Kusumanegara dan belok ke kanan masuk jalan Janturan.

Karena letaknya ada di dalam dan tidak ada penanda khusus kalau bingung ada baiknya bertanya pas masuk di Jalan Janturan. Masyarakat sekitar akan dengan senang hati menunjukan lokasi warung unik ini berada.

Keunikan lain dari warung makan ini adalah makanan disajikan langsung dari pawon. Jadi para pembeli akan langsung dapat melihat dapur pengolahan menu. Tak jarang diantara mereka menikmati sepiring gudeng ditemani kepulan asap.

Namun bagi yang ingin suasana yang agak santai bisa berlesahan di depan atau di area sekitar rumah. Mereka yang datang biasanya rombongan sehingga waktu menyantap makan tengah malam lebih santai. Sembari menikmati dinginnya Jogja dengan nasi panas dan gudeng yang langsung di ambil dari tungku.

Gudeng ini telah ada sejak tahun 1958 dan pada mulanya dikelolan oleh Mbah Prapto Widarso. Tapi kini telah dikelola anak dan menantunya. Meski begitu baik cara masak dan bahan tetap dipertahankan seperti jaman dulu.

Oleh karena itu saat berkunjung di tempat ini akan ditemukan beberapa tungku kayu yang cukup besar untuk memasak. Mungkin itulah sumber kelezatan dari gudeg ini, bagaimana dimasak dengan cara tradisional dan mempertahankan citarasa yang telah ada sejak dulu.

Harga satu porsi gudeng pawon dengan telur dan atau ayam lumayan diatasa rata-rata yakni antara Rp 18.000 hingga Rp 22.000 tapi itu semua masih dirasa fair dengan kenikmatan dan pengalaman yang diberikan.

Puas mencoba sensasi kuliner malam dan ingin mencari gudeg lain yang tak kala unik. Mungkin kamu harus coba 4 gudeg terenak di Jogja ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *