Gule Sapi Tugu, Salah Satu Yang Legendaris dari Kuliner Malam Jogja

  • Whatsapp

Berbicara tentang Tugu Jogja tentu akan mengarahkan siapa saja pada bangunan berwarna putih di tengah perempatan. Tapi siapa sangka tak jauh dari ‘tetenger’ Jogja tersebut terdapat ragam kuliner dahsyat.

jogja.tribunnews.com/
jogja.tribunnews.com

Selain ada sate kuda di sisi timur dan soto sampah di sisi utara tugu masih ada gule sapi. Gule Sapi Tugu demikan banyak orang menyebutnya.

Hal tersebut tak salah memang karena letaknya tak jauh dari Tugu Jogja. Pak Samin adalah sosok si pemilik resep gule sapi yang telah merintis usahanya sejak tahun 1968.

Selain terkenal karena telah berjualan puluhan tahun, gule sapi tugu juga terkenal karena harganya yang sangat murah. Bayangkan saja untuk gule sapi yang disajikan campur cukup membayar Rp 9.000,- sedang untuk nasi pisah hanya Rp 11.000,-.

Benar-benar harga mahasiswa dan tak ayal memang kalau penggemar kuliner yang buka malam hari ini banyak diserbu mereka yang menuntut ilmu. Kini, selain mahasiswa juga ada mereka yang telah berumur.

Berdasar informasi yang ada, mereka tak lain adalah para mahasiswa yang dulu pernah jajan di warung yang buka mulai pukul 20.30 WIB ini. Melepas kangen mungkin menjadi istilah yang pas manakala menu itu bisa bertahan puluhan tahun.

Gule sapi tugu memiliki ciri khas kuah bening bukan santan. Padahal di Jogja sendiri gule biasanya disajikan dengan kuah santan. Sementara itu untuk menu tambahan seperti irisan kubis atau cabai tak ada beda dengan yang lain.

Tempat makan yang sangat sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri. Dengan duduk lesehan beralaskan tikar yang akan butut seolah mampu merekatkan satu sama lain.

Dalam satu malam Pak Samin setidaknya harus menyiapkan 25 kilogram daging untuk dagangan mereka. Semua itu biasanya akan ludes sebelum pukul 02.00 WIB.

Terlebih pada malam minggu atau liburan dimana Tugu Jogja akan dipenuhi pengunjung. Pas bukan, lelah berjalan-jalan di malam hari kemudian mengganjal perut dengan kesegaran irisan daging sapi.

Bila aneka kuliner diatas masih dirasa kurang ada baiknya mencoba angkringan. Warung sederhana di sisi selatan Tugu Jogja ini juga mampu menghadirkan suasana yang beda dalam balutan kehangatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *