Kampung Flory Sleman Sabet Juara 3 Ekowisata Terpopuler Anugerah Pariwisata Indonesia 2019

  • Whatsapp

Kabar gembira itu datang lagi dari Sleman, tepatnya Kampung Flory dimana mereka mampu menjadi juara ketiga untuk kategori Eko Wisata Terpopuler dalam ajang Anugerah Wisata Indonesia. Menjadi bukti bawah desa wisata ini harus masuk list tujuan wisata saat berkunjung ke Jogja.

kampung flory sleman
datawisata.com

Kampung Flory itu sendiri mulai dikenal publik sejak 2016 silam. Kampung yang pada mulanya tak ubah seperti kampung pada umumnya. Namun dengan penataan yang baik desa wisata yang berada di Dusun Jugang, Plaosan, Tridadi, Sleman ini mampu mendatangkan wisatawan.

Penghargaan di kategori ekowisata terpopuler ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat untuk berkunjung ke desa wisata berbasis alam. Berada di pinggir Kali Bedog dengan kualitas air terjaga menjadi daya tarik tersendiri.

Bila berkunjung ke desa wisata ini cukuplah mudah karena melalui jalan yang telah teraspal dengan baik. Jarak dari pusat kota atau Malioboro sekitar 20 kilometer ke arah utara sebelum Gunung Merapi.

Di Kampung Flory terbagi dua unit pengelolaan yakni Desa Wisata Flory itu sendiri dan Taruna Tani. Banyak hal bisa dilakukan di objek wisata ini. Selain untuk outbond dan jalan-jalan di pedesaan pengunjung atau wisatawan dapat menikmati buah segar dengan memetik langsung dari pohonnya.

Selain itu bisa menyewa gazebo atau home stay untuk menikmati suasana desa lebih lengkap. Bayangkan bila seseorang akan tinggal dalam kurun waktu tak kurang dari 24 jam maka besar kemungkinan ia akan turut merasakan kebahagiaan dan kedamaian tinggal di pedesaaan.

Pada zona Desa Wisata Flory pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas yang ada mulai dari homestay, area outbond, sentra kuliner Bali Ndeso dan kedai Kopi Receh. Biaya sewa homestay dan fasilitas outbond relatif murah karena bisa ditawar sesuai kebutuhan. Bahkan untuk outbond itu sendiri harga per orang bergerak dari Rp 25.000,- hingga Rp 100.000,-.

Sementara itu pada zona Taruna Tani pengunjung dapat melihat lebih dekat budidaya tanaman hias, tanaman buah hingga sentra kuliner Iwak Kalen. Sesuai dengan namanya, sentra kuliner ini memiliki menu unggulan yang berasal dari ikan air tawar yang hidup di sungai kecil atau biasa disebut Kalen. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang berbeda dimana banyak hal bisa dilakukan.

Saat ini setidaknya Kampung Flory memiliki 40 orang yang fokus mengelola desa wisata. Selain itu ada sekitar 10 orang pemandu lepas yang siap mengantar wisatawan untuk berkeliling dan menikmati keindahan panorama desa.

Desa wisata ini beroperasi mulai jam 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Dengan demikan saat berkunjung tidak perlu buru-buru pulang.

Anugerah Pariwisata Indonesia itu sendiri adalah event tahunan yang telah ada sejak beberapa tahun yang lalu dengan berbagai kategori. Tahun ini setidaknya melombakan 18 kategori.

Bagi Kabupaten Sleman itu sendiri ternyata penghargaan ini bukan kali pertama. Dua tahun lalu atau pada 2017 telah ada 2 destinasi wisata yang mencuat ke permukaan.

Mereka adalah Tebing Breksi, Prambanan dan Lava Bantal, Berbah yang meraih penghargaan kategori objek wisata baru terpopuler. BerurutanTebing Breksi juara pertama dan Lava Bantal juara kedua.

Banyaknya objek wisata yang ada di Jogja dan naik daun ini tentu menjadi kesempatan bagi pemda setempat dan warga untuk lebih giat memberikan layanan terbaik bagi pengunjung. Tujuannya tentu saja agar mereka betah berlama-lama dan datang kembali membawa wisatawan lainnya.

Di Sleman sendiri setidaknya ada 8 desa wisata paling recomended untuk di kunjungi. Mereka memiliki ciri khas dan karakter tersendiri dengan tetap mempertahankan nilai-nilai positif pedesaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *