Keren, Sapi dari Sedayu Bantul ini Dihargai Rp 87 Juta

  • Whatsapp

Sudah tradisi tentunya bila presiden akan membeli sapi-sapi terbaik di seluruh nusantara. Dan kali ini ada salah satu sapi dari Sedayu Bantul yang dipinang Presiden Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung sapi dengan berat 933 kg ini dihargai Rp 87 juta.

sapi dari bantul
harianjogja.com

Rika Daru Effendi menjadi salah satu yang beruntung. Pemuda berusia 28 tahun, dari Karangasem, Argomulyo, Sedayu, Bantul ini mampu mempersembahkan sapi dengan kualitas istimewa.

Ia berharap kedepannya para peternak di Bantul khususnya untuk lebih menekuni budidaya ini karena bisa bersaing dengan yang lain. Membuktikan bahwa Bantul mampu menyediakan sapi dengan kualitas yang sangat baik.

Si Gombloh sapi simmetal berusia 3,5 tahun ini lolos uji kelayakan. Sapi ini memiliki bulu berwarna hitam kemerahan dengan corak putih pada sisi depan kepala. Baik itu dari segi bentuk tubuh, performance maupun kesehatan. Sapi ini nantinya akan di korbankan pada hari raya Idul Adha 1441H yang akan berlangsung beberapa minggu ke depan.

Baca juga: Global Qurban Jadikan Ibadah dalam Genggaman

Tahun ini bisa jadi sapi ini menjadi satu-satunya wakil dari Provinsi Jogjakarta. Hal ini karena sebelumnya ada beberapa sapi yang diajukan tapi yang lain tidak lolos seleksi.

Berdasar informasi yang ada terdapat 5 sapi dari DIY yang diajukan sebagai sapi kurban Presiden. Selain sapi dari Argomulyo, Sedayu masih ada sapi dari Pleret dan Pajangan serta sisanya 2 dari Sleman.

Terpilihnya Gombloh sebagai salah satu sapi kurban presiden bukan hal yang aneh bila melihat riwayatnya. Sapi bongsor ini pernah menyabet juara lima dalam kontes Sapi Besar yang digelar di Magelang beberapa waktu lalu.

Untuk mengoptimalkan Gombloh hingga dikorbankan nanti, Rika akan merawat sapi kesayangannya itu agar bisa mencapai angka 1 ton. Oleh karena itu sapi ini mendapat perlakukan khusus seperti diberi makan asupan terbaik dan dimandikan secara rutin untuk menjaga kebersihannya.

Sapi bongsor ini dilirik pihak presiden pasca mengikuti kontes Sapi Besar. Proses dimulai dari mantri mengajukan di tingkat kabupaten, setelah lolos berturut-turut seleksi di tingkat provinsi dan terakhir di pusat.

Perlu digarisbawahi bahwa sapi yang digunakan sebagai hewan kurban Presiden minimal harus memiliki berat 800 kilogram tapi biasanya memiliki berat diatas 1 ton. Selain itu harus lolos seleksi mulai dari tinggi, panjang, lingkar badan, berat badan, dan pastinya medical check up.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *