Kini Gowes Ke Makam Imogiri atau Gua Cerme?

  • Whatsapp

Peristiwa ini terjadi belasan tahun lalu, di mana saya dan kawan-kawan mengikuti diklat untuk menjadi bagian dari kelompok salah satu pecinta alam di kampus. Kami harus berjalan puluh kilometer dari Depok menuju Imogiri.

gowes makam imogiri
instagram.com/ardi.kristan

Saat itu menunjukkan waktu sekira pukul 03.30 WIB dan saya terlelap kelelahan di area Makam Imogiri. Tak berselang lama, saat membuka mata banyak warga telah berolahraga pagi.

Entah kenapa saya begitu cuek dengan keadaan ini. Mungkin karena badan telah terlalu letih. Bisa juga karena tidur begitu nyaman beralaskan batu dan sepoi-sepoi angin.

Tapi tak begitu lama rasa tidak nyaman itu muncul. Bagaimana mungkin, mereka yang bisa jadi ada puluhan atau ratusan orang berseliweran dan saya masih meneruskan rebahan.

Terpaksa bangun dan tak butuh waktu lama menemukan banyak warga berjualan sepanjang jalan. Pecel kembang turi dan wedang uwuh yang jadi primadona.

Satu menu yang bisa jadi tidak akan mudah ditemukan di tempat lain. Kalau pun ditemukan bisa jadi rasa tak spektakuler dengan aslinya.

Sama seperti kawan-kawan yang lain, saya yang untuk kali pertama berada di Makam Imgori tak mau melewatkan keindahan area ini. Cukup berjalan atau lari kecil untuk menuju puncak makam.

Kini di masa new normal ini tentu kita membutuhkan referensi untuk liburan. Nah bagi kamu yang ada di Jogja dan belum sempat ke makam para raja ini ada baiknya untuk gowes ke sana.

Perjalanan yang bisa jadi hanya membutuhkan waktu puluhan menit ini tentu menjadi daya tarik tersendiri. Begitu sampai lokasi sebelum ke puncak ada baiknya untuk isi amunisi dengan kuliner khas Imogiri.

Rute yang bisa di ambil tentu saja melalui pusat kota atau jalur lingkar luar kemudian masuk jalan Imogiri Timur. Tinggal mengikuti jalur beraspal itu saja maka akan sampai di tujuan.

Jalur yang sangat mulus tentunya, tak ada jalan rusak atau aspal berlubang tentu membuat perjalanan kian menarik. Pemandangan ditawarkan sepanjang jalan juga cukup memanjakan mata bila memilih jalur pedesaan.

Banyak hal bisa dipetik dari perjalanan ini tentunya. Selain agenda yang menyehatkan tentu bisa belajar tentang sejarah dan pastinya memanjakan lidah.

Kamu pun bila ingin masuk dan berziarah dipersilakan tapi pahami betul etika berkunjung di Makam Imogiri. Jangan sampai hanya asal datang karena pastinya tidak akan bisa masuk ke dalam.

Bila masih ingin meneruskan perjalanan silakan ke Hutan Pinus Mangunan atau Gua Cerme yang ada di Srunggo. Letaknya tak begitu jauh dan objek wisata ini cukup menantang bagi kamu yang suka adrenalin.

Bila memilih ke Gua Cerme, pastikan saat berkunjung ke sini tidak sedang hujan karena di dalam gua ada aliran sungai. Bisa jadi bila apes maka akan terjadi banjir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *