Kota Jogja Siapkan Diri Hadapi The New Normal

  • Whatsapp

Nampaknya Jogja harus siap menghadapi the new normal dengan melakukan pengurangan pembatasan sosial. New normal ini akan ditandai dengan gaya hidup sehat hingga vaksin dari Covid-19 ditemukan. Tak hanya Jogja beberapa kota di tanah air pun telah menyuarakan tekad ini.

makan ala new normal
shutterstock.com

Bagi yang belum paham dengan konsep ini maka ada baiknya dipahami dulu apa itu new normal. Dikutip dari laman Kompas, New normal itu sendiri menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal sehari-hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19

Satu prinsip utama yang harus dipegang yakni penyesuaian diri dengan tetap menjaga pola hidup sehat. Nantinya meski beraktifitas hendaknya untuk senantiasa mengenakan masker, mengurangi kontak dengan yang lain, menjaga kebersihan tangan dan menghindari kerumunan.

Dengan new normal ini masyarakat bisa kembali lebih produktif setelah sekian bulan hanya berada di rumah. Dengan demikian diharapkan roda ekonomi segera pulih.

Baca juga: Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental DItengah Pandemi

Pemkot Jogja sendiri saat ini sedang menyiapkan langkah untuk mengahadapi new normal. Pemkot berharap agar warga berperan serta dalam kebijakan ini.

Jogja yang kuat dengan rasa gotong royong dan kepedulian diharapkan mampu sebagai modal awal. Apa yang telah dilakukan saat ini dengan gaya hidup sehat tentunya harus dijaga dan tidak bisa dikasih kendor.

Sementara itu menurut ahli Epidemiologi dan Biostatisik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menjelaskan bahwa new normal hanya akan bisa berlaku bila ada 3 syarat. Tanpa 3 hal ini maka konsep new normal tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

1. New normal hanya akan terjadi bila terjadi penurunan kasus positif dan kasus meninggal.
2. Adanya layanan layanan test corona baik dengan rapid test atau Polymerase Chain Reaction (PCR).
3. Akses layanan kesehatan memadai termasuk didalamnya kesediaan alat-alat kesehatan.

Tanpa 3 hal tersebut akan sangat sulit satu wilayah untuk menghadapi konsep yang sudah dijalankan beberapa negara ini. Hanya mereka yang siap dan disiplin yang mampu menjalankan konsep ini.

Berharap syarat tersebut benar-benar terpenuhi sebelum menjalankan konsep ini karena bila tidak bisa ditebak yang akan terjadi kemudian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *