Limited Edition, Kuliner Pagi Jogja Telat Dikit Kelar

  • Whatsapp

Jogja bisa dipastikan sebagai salah satu surga kuliner di tanah air. Mau makan enak kapanpun pasti bisa, terutama saat kamu gowes bersama anggota keluarga sembari berburu kuliner pagi Jogja.

Begitu mudah untuk menemukan lokasi sarapan enak dengan harga ramah kantong di sepanjang jalan. Membuat kamu ingin selalu menyusuri tiap jalan, dari wilayah perkotaan, pedesaan, daerah pegunungan hingga pesisir.

Namun bila kamu ingin lebih fokus di pusat kota maka ada baiknya tuntaskan beberapa tempat makan atau kuliner pagi Jogja ini. Kenapa, karena bisa jadi kamu terlambat sedikit saja sudah tidak kebagian.

Saya katakan limited edition karena kehadiran mereka benar-benar dinantikan. Pemandangan berupa antrean yang mengular itu bukan hal aneh. Membuat siapa saja yang datang memiliki sensasi tersendiri.

Kuliner Pagi Jogja yang Harus Kamu Coba

1. Lupis Mbah Satinem

lupis mbah satinem
genpi.co

Saat kamu bersepeda di area Tugu Jogja jangan lupa untuk mampir ke lupis Mbah Satinem yang letaknya tak begitu jauh dari salah satu land mark tertua di Jogja ini. Kuliner yang telah ada sejak puluhan tahun silam ini juga pernah di kunjungi Netflix dan di nobatkan sebagai salah satu street food terbaik di dunia.

Selain ada lupis tentunya ada jajanan pasar lain semisal gatot, tiwul dan cenil. Semua yang harus kamu coba karena memiliki cita rasa khas. Soal harga juga sangat murah banget, bermodal beberapa lembar uang Rp 2 ribuan pun kamu sudah bisa mencicipi.

Buka pagi hari mulai sekitar pukul 05.00 WIB dan biasanya telah akan habis sebelum pukul 08.00 WIB. Apalagi pada hari Minggu bisa jadi kamu harus datang lebih awal untuk mendapat satu porsi lupis lezat.

2. Nasi Kebuli Daging Sapi Bang Hamid

nasi kebuli mas hamid
instagram.com/nasikebuli_mashamid

Masih di area kampus ada nasi kebuli daging sapi Bang Hamid yang bisa dicari. Warung nasi ini akan mudah ditemukan selama persediaan masih ada.

Hal ini karena Bang Hamid menjajakan nasi cita rasa arab ini menggunakan motornya. Otomatis selama belum habis maka masih akan mangkal di Jalan Kaliurang km 5,5 atau tepatnya di Gang Grompol, Pogung Kidul, Catur Tunggal Depok (seberang Donkins Donut).

Dalam satu hari pria yang telah berjualan dari 2015 ini mampu menjual ratusan porsi nasi yang berasal dari Timur Tengah ini. Kalau kamu penasaran mencicipi nasi rempah dengan campuran daging kambing ini.

3. Gudeg Pagi Bu Dewi

gudeg pagi bu dewi
local guide shalahuddin santoaji priatmojo

Mereka yang suka sarapan berat dengan nasi maka gudeg adalah pilihan yang tepat. Dimana satu porsi gudeg di pagi hari mampu menjaga energi hingga siang.

Warung gudeg ini agak spesial karena bukan persis di jalan utama melainkan berada di dalam gang. Tepatnya ada di Karang Wuni, Catur Tunggal, Depok.

Mereka yang akan menjadi pelanggan setia tentu saja para anak kos. Maklum saja harga yang ditawarkan sangat ramah kantong bagi mahasiswa.

Satu yang bikin khas dari gudeg basah ini tentu saja sambal kacang dan krecek. Dimana dua hal ini bila bertemu dengan nasi panas akan kian sempurna. Terlebih bagi mereka pecinta manis pedas akan bikin ketagihan

4. Gudeg Akur

gudeg akur
twitter.com/ajiesapa

Warung gudeg milik Sudarmi ini lebih dikenal dengan nama Gudeg Akur karena lokasi jualan memang di depan Toko Akur Optik. Tepatnya ada di seberang LPP atau Jalan Urip Sumoharjo No 71 membuat tempat ini begitu mudah ditemukan.

Sebelum berada di sini, Sudarmi biasanya menjajakan gudeg dengan bersepeda tapi saat ini cukup berada di satu tempat dan laris manis. Selain gudeg warung ini juga menyediakan berbagai gorengan yang nikmat dengan harga murah meriah.

5. Gudeg Mbah Lindu

gudeg mbah lindu
instagram.com/bonnykusuma

Nampaknya Gudeg tetap menjadi favorit bagi mereka yang berkunjung ke Jogja. Wajar kemudian bila kuliner ini bisa ditemukan kapanpun. Baik itu bagi hari, siang, sore hingga tengah malam.

Satu yang terakhir dan bisa ditemukan pagi-pagi dan akan habis dengan cepat tentu saja Gudeg Mbah Lindu. Saat ini usaha ini telah dikelola anaknya karena mbah Lindu sendiri telah tiada beberapa waktu lalu.

Tapi apa yang diwariskan Mbah Lindu tetap akan dinikmati bagi siapa saja penggemar setia gudeg. Masih bisa dinikmati di warung sederhana yang ada di Jalan Sosrowijayan No 30, Gedong Tengen, Jogja.

Semua menu yang ada diatas tak hanya sebagai jujukan kuliner pagi Jogja tapi ramah kantong. Bagaimana tidak dengan uang belasan ribu rupiah saja kita bisa menikmati kuliner kelas dunia.

Bahkan ada lupis yang telah diliput Netflix dan bisa bersaing dengan street food manca pun dilepas dengan harga di bawah Rp 10 ribu. Bila tidak di Jogja dimana lagi akan ditemukan kuliner yang uenak tenan ini.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *