Input your search keywords and press Enter.

Lakukan Hal Ini Saat Berkunjung ke Jogja atau Kamu Akan Menyesal

suasana kota jogja

Jogja mampu menyuguhkan sesuatu yang beda. Yang membuat siapa saja yang berkunjung terjebak dan berkomitmen suatu saat nanti akan kembali.

suasana kota jogja

kanaljogja.id/amix.stefanny


Dan bagi kamu yang belum pernah berkunjung ke Kota Wisata yang satu ini ada baiknya untuk mencoba hal-hal yang biasa dilakukan warga Jogja. Meski sesaat kesan itu akan terus menempel dan akan terbawa di masa yang akan datang.

Diantara beberapa ritus yang bisa dilakukan setidaknya kamu bisa melakukan 8 hal ini saat berkunjung ke Jogja;

1. Menikmati Kuliner Angkringan

Angkringan memang bukan produk asli Jogja. Namun, kuliner ini tak ubahnya dengan Gudeg yang amat lekat dengan Jogja. Jajan di angkringan memberi pengalaman berbeda bila kamu biasa makan di restoran atau kafe.

Di angkringan kamu akan menemukan berbagai menu yang sangat beragam. Diantara beberapa angkringan di Jogja jangan lewatkan 5 angkringan yang cukup populer di Jogja.

2. Menginap di Prawirotaman

Mungkin kamu biasa menginap di hotel berbintang. Tapi saat berkunjung ke Jogja mampirlah ke Prawirotaman dimana mayoritas penghuni adalah wisatawan asing.

Serasa di luar negeri tentunya tapi kamu aslinya masih ada di pusat kota. Satu wilayah yang biasa di sebut kampung bule ini memiliki puluhan penginapan yang bisa di pilih sesuai budget.

3. Membunuh waktu di Titik Nol Kilometer

Biasa nongkrong di kafe atau tempat yang wah. Ada baiknya kamu coba berkunjung ke Titik Nol Kilometer dimana di tempat ini sering digunakan warga Jogja untuk membunuh waktu.

Disini kamu tidak akan menemukan makanan yang wah. Pilihan yang paling banyak mungkin jajan wedang ronde atau sate gajih. Satu menu yang bisa dibilang mewakili kota Jogja.

4. Memeluk Tugu Jogja

Percaya atau tidak percaya, ritus memeluk Tugu Jogja telah ada sejak dulu dan masih berlangsung hingga sekarang. Konon pelakunya adalah para mahasiswa yang berasal dari luar daerah.

Dan entah kenapa setelah itu kegiatan ini terus berulang dan turun temurun. Benar saja mereka yang pernah melakukan akan kembali ke Jogja dan napak tilas akan apa yang dulu pernah dilakukan.

5. Mengitari Bunderan UGM

Tak jauh berbeda ritus ini juga sering dilakukan warga perantauan di Jogja. Mereka terkadang iseng mengitari bunderan UGM dan sering ada anekdot jangan ngaku pernah di Jogja kalau belum melakukannya.

UGM sendiri selain terkenal sebagai tempat belajar juga dikenal adanya Sunday Morning. Dimana banyak mahasiswa berjualan barang-barang kreatif.

6. Jangan naik taksi

Bukan untuk berhemat, menikmati keindahan Jogja di rasa kurang pas bila menggunakan taksi. Ada baiknya bila berkeliling Jogja menggunakan andong atau becak.

Dengan moda tanpa mesin itu akan membuat suasana makin Jogja banget. Terlebih bila suka swa foto karena dengan kendaraan yang berjalan pelan akan menghasilkan gambar maksimal.

7. Jangan hanya di pusat kota

Sering kali wisatawan terjebak bahwa Jogja itu Malioboro dan sekitarnya saja. Padahal kalau mau ditelisik di Jogja ada ratusan objek wisata yang bisa dipilih.

Dari sisi utara ada kawasan Merapi dengan objek wisata Kaliurang, Lava Tour, Stonehange dan Landmark Merapi. Di timur ada kawasan candi mulai Candi Prambanan, Candi Istana Ratu Boko, Candi Sambisari dan lain-lain.

Untuk sisi selatan terdapat deretan pantai yang bisa dipilih mulai ujung Wediombo hingga Pantai Glagah. Sementara itu untuk sisi barat ada Kawasan Menoreh dengan Kalibiru, Bukit Pethu, Kebun Teh Nglinggo dan masih banyak lagi.

8. Jangan lupa ke Pasar Beringharjo

Berbelanja di pasar tradisional tentu akan ketemu pengalaman untuk tawar menawar. Pilihan utama bisa jadi Pasar Beringharjo karena letaknya memang sangat strategis. Namun ada baiknya untuk mengunjungi beberapa pasar tradisional lain semisal Pasar Kranggan, Pasar Legi Kotagede dan Pasar Godean.

Bila 8 hal itu dirasa masih kurang ada baiknya mengunjungi 11 objek wisata bersejarah saat berkunjung ke Jogja agar kamu makin tahu tentang Kota Istimewa ini.

Memulai menulis sejak 2004 dengan bergabung pada pers kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Setelah lulus melanjutkan pengalaman menulis di Tribun Lampung Kompas Gramedia. Saat ini kegiatan sehari-hari selain menulis untuk kanaljogja.com juga masih menulis untuk beberapa media online lainnya.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *