Mengenal Apa itu PCOS dan Cara Mengatasinya

Bagi perempuan yang miliki siklus haid lancar bisa jadi tidak mengenal apa itu PCOS. Namun bagi mereka yang miliki siklus haid tidak biasa bisa jadi harus tahu apa itu PCOS dan seluk beluknya.

apa itu pcos
shutterstock.com

Tujuannya sudah pasti untuk menemukan cara mengatasi atau solusi tepat bila hal tersebut benar-benar terjadi. Jangan sampai, haid dalam kondisi normal saja sudah tersiksa masih ada PCOS.

Pahami Apa itu PCOS

PCOS adalah satu kondisi dimana ovarium yang ada memproduksi hormon androgen berlebihan. Hormon ini seyogyanya ada pada laki-laki dan sedikit pada perempuan.

Dan bila seorang perempuan memproduksi terlalu banyak tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini secara tidak langsung akan memacu munculnya kista (ukuran kecil) di dalam ovarium.

Selanjutnya yang muncul adalah ketidakteraturan siklus menstruasi. Bahkan pada sebagian kasus ada perempuan yang tidak menstruasi hingga berbulan-bulan.

Gejala yang Bisa Dikenali

PCOS sendiri sejatinya adalah kumpulan berbagai gejala tidak baik. Pun demikian adanya kista tidak bisa dijadikan rujukan untuk memvonis seseorang menderita PCOS.

Berbeda dengan penyakit pada umumnya yang miliki gejala jelas. Sementara PCOS ini tidak bisa ditebak tanpa melalui uji laboratorium untuk hasil akurat.

Gejala tersebut pun bisa muncul di mana saja. Akan tetapi setidaknya ada beberapa indikasi untuk merujuk seorang perempuan terkena PCOS:

1. Waktu haid tidak teratur

Seperti yang sudah disebutkan diatas, gejala pertama adanya kelainan ini adalah siklus haid yang tidak teratur. Dan kondisi ini bila ditemukan secara cukup lama ada baiknya untuk segera ke dokter.

2. Haid tidak normal

Mereka yang sebelumnya haid normal dan menganggap darah keluar masih dalam batas normal bila tiba-tiba muncul banyak / sedikit maka perlu waspada. Terlebih bila disertai rasa sakit berlebihan yang sebelumnya juga tidak pernah dirasakan.

3. Muncul rambut halus

Pada sebagian kasus terdapat tanda berupa munculnya rambut halus. Bukan di kepala tapi di bagian perut, punggung dan dada atau bagian lain yang tidak biasa.

4. Wajah berminyak berlebihan

PCOS ini diduga dikarenakan adanya jumlah produksi hormon androgen berlebih. Tak ayal pun bisa jadi wajah tiba-tiba berminyak dari biasanya.

5. Muncul jerawat

Jerawat bukan hanya milik mereka yang tengah puber. Mereka yang menderita PCOS ini pun bisa jadi akan disertai dengan jerawat beserta breakout. Bukan hanya di wajah saja tapi bisa pula muncul di dada dan punggung atas.

6. Kelebihan berat badan atau obesitas

Saat ini masalah kesehatan kian kompleks. Mereka yang kegendutan atau obesitas bukan hanya karena satu penyebab dan bisa jadi perempuan yang PCOS pun akan demikian.

7. Rambut rontok dan menipis

Tanda lain yang bisa jadi terlihat adalah adanya rambut rontok dan menipis. Jadi bukan hanya karena salah sampo atau treatment saja penyebab kondisi ini.

8. Muncul bercak tebal atau gelap (bukan daki) di belakang leher, ketiak, dan di bawah payudara

Tanda lain yang mungkin nampak bagi seseorang yang terkena PCOS adalah adanya bercak tebal di belakang leher. Semacam daki tapi bukan daki dan kondisi ini bisa juga ditemukan pada ketiak dan bawah panyudara.

Setelah memahami apa saja gejala yang nampak dari adanya PCOS maka kini saatnya pahami apa saja penyebab PCOS. Bukan satu penyebab tunggal dan menjadi peringatan bagi kaum perempuan untuk lebih mawas diri.

Penyebab PCOS

Meski secara prinsip penyebab PCOS adalah kelebihan hormon androgen. Namun faktanya ada banyak penyebab yang kemudian membuat penyakit ini timbul.

Perlu dipahami bahwa setiap bulan ovarium atau indung telur akan melepaskan sel telur. Proses pelepasan ini sering kita sebut sebagai ovulasi.

Akan tetapi proses ini tidak terjadi secara sempurna pada setiap perempuan. Ada sebagian diantara mereka yang miliki kendala karena tubuh tidak mampu memproduksi hormon.

Apabila proses ovulasi ini gagal maka akan membentuk kantong kecil yang kemudian dalam jangka panjang akan menjadi kista. Di dalam kista ini juga terdapat sel telur yang tidak matang dan secara otomatis tidak bisa keluar dari ovarium.

Kista inilah yang berada di dalam ovarium dan memproduksi hormon androgen. Jumlah tersebut akan terus meningkat dan sebaliknya estrogen dan progesteron justru menurun padahal 2 hormon ini sangat dibutuhkan dalam siklus haid normal.

Kondisi tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari adanya faktor genetik yang ada dalam sebuah keluarga, berat badan berlebih hingga peradangan di dalam tubuh. Selain itu besar kemungkinan dikarenakan adanya kadar hormon insulin berlebih.

Kondisi ini biasanya terjadi pada perempuan pada usia 15 sampai dengan 44 tahun. Hanya saja mungkin ada yang menyadari dan sebagian menganggap itu hal yang biasa saja.

Sangat disarankan bila dalam kondisi menstruasi terasa sangat sakit untuk minta rujukan ke dokter. Jangan sampai terlambat karena adanya anggapan kalau menstruasi itu pasti sakit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan