Menjadi Freelancer Kreatif untuk Menghadapi Ketidakpastian

  • Whatsapp

Menjadi freelancer kreatif bisa jadi solusi untuk menghadapi ketidakpastian kondisi saat ini. Dimana wabah Corona menyerang hampir semua negara di dunia. Tak kurang dari 201 negara terdampak dari virus yang konon dari Kota Wuhan.

Bacaan Lainnya

wanita sedang bekerja
pixabay.com

Seringkali kita mengeluh atas apa yang terjadi saat ini. Namun seiring berjalannya waktu kita akan mensyukuri atas apa yang terjadi saat ini. Kunci dari itu semua adalah rasa bersyukur dan senantiasa berpikir positip.

Tanpa keduanya hidup akan terasa lebih berat. Mengukur suatu masalah dari kacamata pribadi. Bukan menggunakan pikiran dan hati nurani yang jernih. Yang ditonjolkan lebih pada prasangka dan rasa kurang bersyukur.

Benar saja kata orang bila ilmu dan sikap tertinggi dalam hidup ini adalah iklas. Iklas menerima semua peristiwa bahwa apa yang terjadi adalah yang terbaik. Tanpa rasa iklas seseorang yang sehat pun bisa menjadi sakit.

Mungkin kita pernah mendengar kata psikosomatis. Satu penyakit yang dalam bahasa sederhana berasal dari pikiran bukan dari tubuh yang lemah.

Satu keadaan yang bila tidak segera di recovery akan menghancurkan seseorang. Sebagai contoh dalam dunia pendidikan mungkin akan kita temukan seseorang yang memiliki nilai ujian rendah akan minder dan hilang rasa percaya diri.

Selanjutnya ia akan mengurung diri di rumah dan enggan bersosialisasi karena ada ketakutan tidak diterima atau akan di anggap rendah orang lain. Padahal sebenarnya hal itu tidak akan terjadi juga bukan.

Berdasar riset dari berbagai lembaga penelitian diketahui bahwa mereka yang sukses dalam dunia pendidikan tidak akan menjamin dalam dunia kerja. Dengan mudah akan kita temukan banyak orang hebat justru kurang moncer dalam dunia pendidikan.

Di dalam negeri kita tahu ada om Bob Sadino atau di negeri seberang ada Bill Gates dan pemilik Facebook. Mereka adalah orang yang biasa-biasa saja selama di kampus. Bahkan bisa jadi mereka adalah orang yang gagal mengenyam gelar sarjana.

Namun siapa sangka kini mereka menjadi orang yang berpengaruh. Bayangkan bila mereka sewaktu gagal di kampus terus menyerah bisa jadi kita tidak akan tahu meriahnya dunia digital.

Kini dengan apa yang bisa kita lihat, kita dengar, kita rasakan maka kita pun bisa belajar dari mereka. Selalu ada jalan bagi mereka yang senantiasa berusaha. Butuh strategi menangkap sebuah peluang dengan cermat untuk kemudian di realisasi.

Sosok freelancer kreatif tidak saja akan membuat kita beda tapi lebih dari itu akan menciptakan berbagai peluang yang mungkin tidak ada menjadi ada. Satu pola pikir yang harus di miliki tiap orang tentunya.

Kreatifitas akan menyelamatkan seseorang dari kepunahan. Tapi dalam bahasa sederhana berpikir kreatif akan membuat seseorang hidup lebih berwarna.

Tak mau bukan hidup hanya begitu-begitu saja. Contoh paling kecil saat kita di supermarket dan menemukan produk mie instan. Tak hanya ada satu varian tapi bisa jadi terdapat belasan varian yang bisa di pilih.

Kenapa hal itu dilakukan produsen? Ya, mereka tahu betul bila hanya menyediakan satu jenis maka bisa jadi pembeli akan berkurang karena mengalami rasa bosan. Lain cerita bila kemudian terdapat berbagai pilihan dan bisa jadi orang akan terpacu untuk mencoba berbagai rasa yang ada.

Atau mungkin kita tahu Gojek yang kini berkembang sangat pesat. Mereka tak hanya bermian dalam ranah aplikasi online untuk antar jemput penumpang atau makanan semata. Kini mereka pun miliki satu alat untuk semua kebutuhan usaha yang bernama SPOTS.

Hidup pun ada baiknya demikian, jangan berpuas diri dengan apa yang ada. Senantiasa menumbuhkan keinginan untuk terus belajar. Bisa jadi ilmu yang kita miliki saat ini akan usang dan tidak laku dimasa yang akan datang.

Mungkin karena hal itulah saya berani mengatakan sedikit kreatif. Dimana saat ini banyak orang belajar hingga perguruan tinggi untuk menyiapkan diri menjadi seorang pekerja atau karyawan.

Lain dengan saya dimana selama ini justru menyiapkan diri untuk menjadi seorang freelancer di era industri 4.0. Untuk menjadi seorang karyawan selama kita memiliki kemampuan minimal untuk satu posisi maka kita akan bisa bertahan.

Lain cerita dengan mereka yang ingin menjadi seorang freelancer, dunia penuh ketidakpastian maka berbekal ilmu minimalis maka akan tergusur. Maka dari itu jauh-jauh hari sejatinya saya telah menyiapkan diri untuk menghadapi satu kondisi terburuk seperti saat ini sejak beberapa tahun yang lalu.

Semua ilmu atau wawasan yang bisa di pelajari harus di ambil. Meski jujur banyak hal yang tidak bisa dipelajari karena keterbatasan kemampuan tapi tidak ada alasan untuk mengatakan tidak.

Seorang freelancer kreatif percaya bahwa belajar adalah proses panjang tanpa henti. Kenali potensi diri dan dapatkan inti sari tidak bisa di dapat minimal kulit ari bisa di resapi.

Di Jogja sendiri industri kreatif sangat melimpah. Maklum saja kota ini memiliki segudang orang hebat dengan iklim kerja yang memadai.

Tetap percaya bahwa baik buruk atas apa yang terjadi adalah bagian dari rencana Tuhan. Jalani dan syukuri bahwa badai pasti berlalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *