Input your search keywords and press Enter.

Mie Ayam Goreng Mekaton, Mie Enak di Tempat Mblusuk

nanoenk.blogspot.com

Rekomendasi buat para penggila mie ayam goreng. Salah satu yang istimewa adalah Mie Ayam Goreng Mekaton. Rasanya benar-benar mantap hingga selalu menggoda untuk disambangi.

nanoenk.blogspot.com

nanoenk.blogspot.com


Letaknya lumayan jauh dari pusat kota Jogja hingga bisa dibilang cukup mblusuk. Pasalnya tempat makan maknyuss ini ada di daerah pinggiran, tepatnya ada di Pasar Srikaton, Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan, Sleman. Mudahnya  untuk menjangkau tempat fantastis ini bisa melalui terminal Jombor lurus ke barat.

Sampai di perempatan pasar Cebongan masih lurus ke barat dan masih ada perempatan Seyegan lurus ke barat lagi hingga menemukan pasar di kanan jalan. Tidak ada papan nama atau spanduk yang besar. Yang ada hanya keramaian orang makan dan kendaraan yang berjubel baik motor atau mobil.

Mie di sini cukup istimewa karena benar-benar homemade, dibuat sendiri sang empunya resep. Bahan yang dibuat tanpa pengawet sehingga tidak bisa tahan lama. Konon, rasa kenyal dan sempurna itu ada karena campuran telur bebek.

Ukuran mie dan potongan daging ayam yang besar-besar menjadi ciri utama. Dalam satu porsi juga lumayan banyak sehingga benar-benar mantap. Dari sisi harga juga cukup murah tidak akan menguras kantong.

Warna yang tersaji dalam sajian nikmat ini berwarna cokelat sedang potongan ayamnya jauh lebih gelap. Warnanya akan semakin menarik karena ada potongan daun sawi diatasnya. Selain itu ada acar dan irisan daun bawang membuat menu ini semakin menggugah selera.

Rasanya agak manis dan pedas karena ada kecap dan merica bubuk sebagai bagian dari bumbu. Namun, bila ingin rasa pedas ditempat ini juga disediakan sambal yang benar-benar nikmat. Meski sambal terlihat warna merah tapi tidak terlalu pedas.

Berbeda dengan mie pada umumnya yang disajikan dengan mangkuk. Mie ayam goreng ini disajikan dengan piring sehingga memudahkan dalam mengaduk  saat menambahkan kecap, saus atau sambel.

Bagi yang kurang suka dengan mie ayam goreng disini juga tetap menyediakan mie ayam biasa atau yang menggunakan kuah. Tapi warung mie ini lebih idetik dengan mie ayam goreng sehingga hanya sedikit saja yang memesan mie kuah.

Dipastikan siapapun yang telah memulai menyantap menu ini tak akan berhenti hingga suapan terakhir. Terkadang ada juga yang membungkus untuk dinikmati kemudian saat ada dirumah. Maklum saja untuk menikmati kuliner cadas ini butuh waktu lama.

Dalam keadaan normal, dalam arti ramai rata-rata pembeli bisa membutuhkan waktu antri 30 hingga 60 menit. Apalagi disaat puncaknya jam makan siang atau hari minggu. Dimana banyak orang juga ingin berburu kuliner untuk memanjakan lidah.

Selain mie goreng ini masih ada beberapa warung mie ayam yang tergolong istimewa. Warung mie ayam tersebut antara lain Mie Ayam Grabyas dan Bu Tumini.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *