Museum Sisa Hartaku Saksi Bisu Kedahsayatan Erupsi Gunung Merapi 2010

Museum mini Sisa Hartaku mampu memutar waktu. Seolah membawa siapa saja yang ada di dalamnya untuk kembali pada hari Jumat, 5 November 2010 pukul 00.05 WIB. Waktu dimana terjadinya erupsi besar Gunung Merapi yang meluluhlantakan semua yang dilewati.

museum sisa hartaku
instagram.com/dhay_dee

Museum mini milik Riyanto ini berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Letaknya tak begitu jauh dari Gunung Merapi sehingga bisa menjadi satu paket saat liburan di kawasan salah satu gunung teraktif di dunia ini.

Berkunjung ke museum ini bisa menggunakan roda dua atau roda empat. Jalur transportasi telah cukup baik, hanya saja mungkin harus sedikit bertanya ke warga untuk menemukan museum yang disediakan gratis dan terbuka untuk umum dari hari Senin hingga Minggu.

Dinamakan Sisa Hartaku karena memang apa yang ada merupakan sisa dari erupsi Gunung Merapi. Kala itu mayoritas harta benda yang ada di Desa Kepuhharjo dan sekitarnya hancur menjadi abu terkena panasnya vulkanik.

Mungkin tak ada yang istimewa bagi mereka yang mendengar isi dari museum hanyalah sisa erupsi Merapi. Tapi begitu ada di lokasi akan membuat siapa saja menjadi berpikir, bahwa kekuatan alam tidak bisa di remehkan.

Memasuki area museum akan disambut dengan rangka sepeda motor yang telah mulai berkarat dan penuh dengan debu. Semakin ke dalam akan ditemukan berbagai isi rumah pada umumnya. Hanya saja semua barang itu sudah tak utuh lagi, mayoritas terkena panas yang teramat sangat sehingga nampak menyanyat hati.

Museum Sisa Hartaku ini disusun sendiri oleh Riyanto selaku pemilik rumah. Satu tahun pasca erupsi ia mengumpulkan apa yang ada. Bukan untuk dikomersilkan tapi untuk pepeling anak cucunya kelak bahwa pada tahun 2010 pernah terjadi bencana besar.

Gunung Merapi memiliki siklus 100 tahunan dalam upaya menyeimbangkan alam. Bila memang harus dimuntahkan maka semua orang tak akan bisa menghentikannya.

Keberadaan museum mini ini juga mampu mengangkat ekonomi masyarakat sekitar. Dimana mereka bisa membuka warung dan menjajakan souvenir yang terkait dengan Gunung Merapi.

Tak jauh dari tempat ini masih ada museum lain yang harus dikunjungi. Objek wisata tersebut adalah Monumen Api Gunung Merapi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *