Nemuin Komunitas (NETAS) Kemenparekraf Optimalkan Peran Perempuan dalam Industri Ekonomi Kreatif

Belum lama ini saya termasuk orang yang beruntung. Menjadi satu dari sedikit perempuan yang berkesempatan untuk mengikuti Nemuin Komunitas bareng Kemenparekraf di Jogja.

nemuin komunitas jogja
kanaljogja.id

Kegiatan ini merupakan inisiasi kemenparekraf untuk mengoptimalkan kaum hawa untuk bisa berdiri sejajar dengan laki-laki. Wajar kemudian bila ada ratusan perempuan dari 26 komunitas yang ada di Jogja berkumpul di West Lake Resto, Jumat (2/2).

“Nemuin Komunitas (NETAS)” tak lain merupakan salah satu program unggulan Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf. Bertujuan untuk memperkuat peran komunitas dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Nemuin Komunitas (NETAS) Kemenparekraf Optimalkan Peran Perempuan

netas kemenparekraf
kanaljogja.id

Pemerintah dalam hal ini kemenparekraf berjuang sebaik mungkin untuk mengoptimalkan kaum perempuan. Bagaimana mereka kemudian bisa menjadi sosok wanita tangguh.

Hadir dalam natas kali ini selain perwakilan dari kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani selaku sekretaris utama, direktur ViaVia Travel Jogja Sri Mujiyati dan dosen sekaligus peneliti UGM Yulia Arisnani Widyaningsih.

Ketiga wanita ini memaparkan apa yang mereka harus lakukan untuk industri pariwisata dengan lebih banyak melibatkan para perempuan. Dan terbukti saat ini wanita bisa berperan sama baiknya dengan kaum laki-laki.

Sebagai contoh, di tingkat pemerintahan dalam hal ini kementerian dari 7 deputy yang ada, saat ini ada 4 perempuan telah menduduki puncak tertinggi dan 1 wakil menteri. Sementara itu ViaVia Travel telah memiliki sumber daya perempuan yang tak kalah apik dengan laki-laki.

Dalam penelitiannya, Yulia pun menemukan saat ini (di Bali salah satunya) justru ibu-ibu yang lebih survive. Terutama adanya covid 19 yang membuat ekonomi lumpuh dan dengan gesit para ibu-ibu bisa berkreasi dalam bidang lain.

Adanya bukti empiris diatas, bahwa perempuan bisa berperan sangat baik tentu menjadi motivasi bagi seluruh perempuan yang ada. Saat ini tak ada sekat bagi siapa saja untuk bisa berkontribusi positif.

Tak hanya pemaparan dari para narasumber, para peserta pun memiliki kesempatan untuk bertanya atau menyampaikan gagasan. Diskusi dua arah ini tentu menjadi masukan yang sangat baik bagi pemerintah.

Tidak berhenti hanya dalam bentuk talkshow atau diskusi semata. Usai kegiatan ini sinergi antar komunitas pun harus ditingkatkan. Terutama mereka yang berkaitan dengan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pos terkait