Input your search keywords and press Enter.

Perayaan Sekaten Jogja Siap Hadirkan Pesta Rakyat dan Pesta Budaya di Era Milenial

wahana ombak banyu

Hingar bingar suasana sekaten Jogja telah nampak. Ratusan stand yang ada sudah mulai terisi. Hanya segelintir saja yang belum di make up.

wahana ombak banyu

thecaption.com


Sekaten Jogja itu sendiri dapat dikatakan sebagai warisan leluhur yang telah ada sejak jaman dulu dan memiliki beberapa yang khas dan sayang kalau tidak dicoba. Tanpa mengurangi eksistensinya kini hadir dengan kemasan berbeda.

Semua berbenah untuk menyambut pesta tahunan yang dikenal dengan perayaan Sekaten Jogja. Pesta Rakyat dan Pesta Budaya tersebut digelar setiap tahunnya untuk menyambut peringatan ulang tahun nabi Muhammad SAW.

Puncak perayaan haul ini digelar setiap tanggal 5 Mulud dalam kalender Jawa atau di bulan Rabiul Awal ditahun Hijriah). Pesta ini kali pertama digelar sejak pemerintahan Sultan Hamengkubuwana I.

Di tahun ini pesta rakyat akan digelar mulai tanggal 10 November hingga 30 November 2017. Selama 3 pekan tersebut terdapat berbagai agenda atau prosesi yang sangat sayang kalau terlewatkan.

Di awal acara akan ditandai dengan parade abdi dalem yang membawa dua set gamelan Jawa yang diberi nama Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Parade ini akan dimulai dari pendapa Ponconiti menuju Masjid Agung yang berada di Alun-alun Utara.

Kyai Nogowilogo diletakkan di sisi utara Masjid Agung. Sementara itu Kyai Gunturmadu akan menempati sisi selatan masjid yang kenal dengan pagongan.

Nantinya dua gamelan ini akan dimainkan secara bersamaan mulai tanggal 5 hingga tanggal 11 di bulan Mulud. Dan di malam terakir setelah dimainkan akan dikembalikan ke tempat semula.

Selain dua pertunjukan gamelan acara yang paling banyak dinanti tentu saja Gunungan atau Grebeg. Sebagai tanda puncak dari perayaan sekaten maka 7 buah hasil bumi yang dikemas dalam bentuk gunung disajikan.

Nantinya seluruh pengunjung yang peserta ribuan diperkenankan untuk merebutkan. Banyak diantara mereka percaya bahwa apa yang mereka dapat bisa digunakan untuk tolak bala. Terlepas benar atau tidaknya setidaknya itu adalah bagian dari kearifan lokal yang hingga kini terjaga.

Sementara itu bagi anak muda tentus saja yang paling dinanti adalah pasar malam. Dimana tiap malam akan digelar keriuhan dari berbagai wahana dan permainan yang ada.

Selain pesta kuliner dan pertunjukan, sejak beberapa tahun yang lalu ada sebagian mengadu peruntungan di stand awul-awul. Disini pakaian bermerek akan dijual dengan harga sangat murah.

Kadang ada yang iseng diantara mereka yang datang ke sini berburu dollar. Maklum saja kadang dikantong tersebut terselip beberapa lembar mata uang asing.

Keseruan yang hadir setahun sekali ini diharapkan juga dapat mendongkrak citra wisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Menarik bukan, dan bila kamu sedang ada di Jogja pastikan mampir ya.

Memulai menulis sejak 2004 dengan bergabung pada pers kampus Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Setelah lulus melanjutkan pengalaman menulis di Tribun Lampung Kompas Gramedia. Saat ini kegiatan sehari-hari selain menulis untuk kanaljogja.com juga masih menulis untuk beberapa media online lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *