Refleksi Akhir Tahun, Catatan Seorang Blogger Setengah Hati

  • Whatsapp

Tak ada yang istimewa di tahun 2017 yang dalam hitungan menit akan segera berakhir. Tak ada pencapaian atau prestasi yang layak dikenang kalau tidak mau dibanggakan. Pun demikian dengan menjadi seorang blogger setengah hati.

kanal jogja
kanaljogja.id

Bagaikan ritus, semua berjalan biasa-biasa saja. Saatnya bekerja ya bekerja, saatnya menulis ya menulis, saatnya belajar ya belajar dan seterusnya.

Sesuatu yang hambar tanpa dinamika. Tanpa adrenalin yang mengalir deras hingga senantiasa semangat untuk menyongsong pagi.

Entah apa mungkin ini keteledoran karena dipenghujung 2016 lalu tanpa memikirkan resolusi 2017. Tak ada impian yang hendak dicapai kala itu.

Mungkin benar saat ini berada di zona nyaman. Memiliki pekerjaan yang mapan, berada dalam satu keluarga tanpa riak dan menjalani hidup layaknya orang pada umumnya.

Tak ada gejolak atau gairah yang hendak dicapai. Tapi kini beda, saatnya meninggalkan comfort zone  dan kembali ke masa-masa penuh kegilaan.

Tak ada lagi ruang dan waktu yang nyaman. Harus lebih dalam segala hal. Lebih kerja keras, lebih banyak belajar, lebih banyak melakukan dan pastinya lebih banyak begadang.

Sesuatu yang akan membuat orang berkata, “kamu gila” atau “menembus batas.” Bukankah dulu kata-kata itu pernah kamu dapatkan.

Sesuatu yang menurut orang lain tak mungkin tapi bisa dilakukan dan di dapatkan. Ingin mengulang masa-masa itu dimana tubuh rasanya terbang dan berada dalam panggung besar sementara yang lain menjadi penonton.

Semua itu bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri. Tak ingin menyesal kelak bila telah uzur.

Ada banyak hal telah dilakukan dan ditinggalkan untuk orang lain. Mungkin benar bila ada salah seorang sahabat mengatakan dalam tubuh yang kecil ini terdapat faham yang besar. Sesuatu yang kelak harus dikejar dan diwujudkan bagaimanapun caranya.

Bagaimanapun hidup itu bagaikan lari jarak jauh. Ada etape yang harus diselesaikan pada masanya bila tidak mau tertinggal.

Selalu terngiang dalam kepala, tak ada alasan untuk gagal. Proses panjang yang telah dilalui saat ini adalah batu pijakan untuk melompat lebih tinggi.

Satu, dua, tiga dan seterusnya. Semua angan harus dituangkan dalam bentuk ambisi dengan alur yang jelas.

Semua terkontrol kapan harus dicapai atau dilepas. Tak mungkin semua akan diraih tapi tetap harus ada skala prioritas.

Tak ada proses yang akan mengingkari hasil. Demikian orang bijak membuat kutipan dan saya pun memercayainya.

Hanya perlu melakukan secara terus menerus apa saja yang harus dikerjakan. Untuk hal ini mungkin telah dilakukan dan tinggal menunggu titik klimaksnya.

Sekecil apapun potensi itu selama masih ada artinya harapan tetaplah ada. Langkah nyata dan konkrit yang bisa dilakukan saat ini adalah menuliskan resolusi 2018 beserta turunannya.

Dan kemudian persis satu tahun lagi lihat hasilnya dan evaluasi. Mana yang telah tercapai dan mana yang belum untuk kemudian dilakukan corrective action.

Satu lagi mantra ajaib yang harus ditanam di dalam otak. Perbedaan orang gagal dan berhasil adalah kemauan melakukan apa yang tidak dilakukan orang gagal.

Menjadi fulltime blogger di butuhkan niat dan kerja keras. Menjawab tantangan untuk tidak menjadi bagian dari kelompok blogger setengah hati.

Akhir kalimat mungkin sayapun latah, turut mengucapkan hepi nu year buat kamu semua khususnya pembaca setia Kanal Jogja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Mungkin ini judulnya spirit bloggers galau di ujung tahun 🙂

    Nice…… Perbedaan orang gagal dan berhasil adalah kemauan melakukan apa yang tidak dilakukan orang gagal.
    Man Jadda wa Jadda