Saatnya Kembali ke Rumah, Pandemi Belum Berakhir

  • Whatsapp

Dalam beberapa waktu terakhir jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 kian naik. Harus ada upaya dari semua pihak untuk bahu membahu menghentikan ini semua. Salah satunya dengan saatnya kembali ke rumah.

saatnya kembali ke rumah
pixabay.com/konsangjira

Dikutip dari Gedegnet, Kamis (24/9), Epidemiolog UGM dr Riris Andono Ahmad mengatakan bahwa saatnya saatnya kembali ke rumah baik, work from home (WFH), study from home (sfh), dan beribadah dari rumah. Sebisa mungkin tak melakukan aktifitas yang tidak terlalu penting di luar rumah.

Tak hanya itu saja tapi juga meminta Pemda DIY untuk mengambil langkah guna pembatasan aktivitas masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19. Dengan tetap di rumah maka mobilitas masyarakat juga akan berkurang.

Dengan demikian maka ruang penyebaran virus yang hingga kini belum ada virusnya ini dapat dipersempit. Menurutnya salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi adalah adanya pergerakan masyarakat itu sendiri.

Makin tinggi tingkat aktifitas masyarakat di luar dan bertemu orang lain maka akan semakin tinggi pula jumlah yang akan terkonfirmasi positif. Sebaliknya, dengan semua orang saatnya kembali ke rumah maka jumlah juga akan menurun.

Selain itu masih adanya masyarakat yang tidak disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan. Baik itu mengenakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

Pemerintah memiliki program 3M dan ini hendaknya benar-benar dilaksanakan. Baik itu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, dan Menjaga jarak.

Dari data yang dikeluarkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, per Kamis 24 September 2020 diketahui jumlah kasus suspek mencapai 12.494 kasus, konfirm positif 2.397, sembuh 1.652, meninggal dunia konfirmasi 64.

Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Senada dengan ahli, Sri Sultan HB X menegaskan sanksi tegas harus diberikan kepada para pelanggar protokol kesehatan. Baik itu perorangan, tempat usaha atau apapun itu.

Sanksi harus tetap diberikan secara konsisten agar tidak ada lagi yang berani melanggar protokol kesehatan. Berupaya memberi efek jera dan memberi kesadaran bagi yang lain.

Dengan kesadaran penuh akan pentingnya protokol kesehatan ini diharapkan mampu mencegah jumlah terkonfirmasi positif Covid-19. Masih menurut Gubernur DIY, bila seseorang tidak bisa disiplin dan mengendalikan diri sendiri maka besar kemungkinan ia tidak bisa disiplin dalam hal lainnya.

Selain meminta untuk konsisten menerapkan sanksi sosial pemda juga harus melakukan evaluasi salah satunya untuk titik-titik lokasi pelanggaran. Dengan data yang akurat dan lengkap akan memudahkan untuk mencari solusi yang terbaik.

Sebagai contoh bila pelanggaran itu ada di Malioboro, maka harus terdata pula apakah pelanggar itu pedagang atau wisatawan yang berkunjung.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *