Sejumlah Desa Wisata di Jogja Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

  • Whatsapp

Sejumlah desa wisata di Jogja berbenah untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Hal ini setidaknya terlihat dari 15 desa wisata yang mengikuti lomba desa wisata tahun 2015.

tembi
kompasiana.com

Ke-15 desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Tembi, Desa Wisata Puton, Desa Wisata Jipangan (Bantul). Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Grogol, Desa Wisata Dome (Sleman). Desa Wisata Ponjong, Desa Wisata Mulo, Desa Wisata Bleberan (Gunungkidul), Desa Wisata Purwoharjo Samigaluh, Desa Wisata Banjarharjo Kalibawang, Desa Wisata Jatimulyo Girimulyo (Kulonprogo). Kampung Wisata Kauman, Kampung Wisata Warungboto, Kampung Wisata Dewobroto (Kota Yogyakarta).

Bacaan Lainnya

Mereka berupaya untuk menunjukan yang terbaik dalam hal pengelolaan, kelembagaan, potensi dan fasilitas yang diberikan. Selain itu juga perlu strategi atau trik dalam menghadapi kritik dan komplain dari wisatawan.

Seluruh peserta lomba desa wisata tersebut senantiasa berupaya untuk menunjukan performa terbaik kepada para juri. Terutama dalam hal kesenian tradisional dan potensi wisata yang dimiliki.

Sementara itu untuk calon wisatawan yang dibidik bukan hanya wisatawan lokal saja tapi wisatawan mancanegara.

Hal ini terlihat dari pernyataan salah satu perwakilan desa wisata yang disampaikan Ketua Desa Wisata Tembi, Dawud Subroto kepada KR Jogja, Senin (7/4/2015). Pihaknya saat ini memanfaatkan jaringan yang ada di luar negeri untuk mempromosikan Desa Wisata Tembi. Hal tersebut dilakukan agar pemberlakuan MEA tidak berdampak negative bagi desa wisata.

Menurut Dawud, bila hal ini tidak dilakukan bisa dipastikan untuk jangka panjang akan tersisih. Terlebih iklim kompetisi akan lebih ketat dan harus bersaing dengan pihak asing yang lebih dulu siap. Untuk itu Desa Wisata Tembi jauh-jauh hari berupaya mempersiapkannya.

Selain itu berbagai inovasi juga dilakukan untuk menarik segmen pasar yang lebih luas dan bisa menjangkau bukan hanya wisatawan domestic saja tapi dari luar negeri. Bahkan untuk tamu asing pihaknya secara cuma-cuma akan memberikan pelatihan untuk bermain gamelan dan hal itu di harap mampu menjadi daya tarik tersendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *