Home Jogjakarta News Sri Sultan Tegaskan Sabdaraja Yang Beredar di Media Keliru

Sri Sultan Tegaskan Sabdaraja Yang Beredar di Media Keliru

0 751

Sri Sultan Hamengkubuwono X tegaskan bahwa sabdaraja yang beredar di media itu kurang tepat atau keliru. Namun begitu Raja Kraton Yogyakarta ini enggan untuk buru-buru menanggapinya.

sri sultan-HB-X

news.fimadani.com

Pihaknya baru akan menyampaikan isi sabdaraja ke media pada pekan depan. Meski demikian hingga saat ini belum diketahui tanggal pasti kapan akan diinforasikan sabdaraja untuk umum.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ini juga sangat memaklumi kalau semua ini akan menimbulkan prokontra. Kepada media saat kunjungan di lokasi tanaman nyamplung di KPH Yogyakarta, RPH Gubug Rubuh, Playen, Kamis (7/5/2015) Sri Sultan hanya mengatakan bahwa apa yang beredar di koran-koran (media) itu keliru.

Lebih jauh dijelaskan bahwa sabdaraja yang disampaikan akan menimbulkan pro kontra di internal kraton bukan sesuatu yang aneh. Hal ini karena dirinya sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi.

Pro kontra ini terjadi lebih karena adik-adiknya tidak mengetahui secara pasti isi dari sabdaraja. Seluruh adik-adiknya itu telah diundang sebanyak dua kali tapi pas hari H mereka tidak datang. Agar tidak menimbulkan salah paham maka adik-adiknya akan kembali di undang.

Sri Sultan menegaskan bahwa untuk memahami isi secara menyeluruh tidak cukup hanya menggunakan pikiran saja tapi juga harus menggunakan hati.

Terkait pertemuan adik-adiknya yang dilaksanakan hari ini (Kamis, 7/5/2015) Sri Sultan pun telah mengetahuinya. Menurutnya hal ini bukan suatu masalah.

Pada hari yang sama Sri Sultan juga menegaskan bahwa apa yang pernah ia sampaikan tidak akan berpengaruh terhadap keistimewaan DIY. Hal ini karena tidak ada hubungan diantara keduanya.

Pendapat berbeda disampaikan oleh GBPH Yudhaningrat satu hari sebelumnya. Pada Rabu (6/5/2015), salah satu adik Sri Sultan ini mengatakan bahwa sabdaraja telah menyalahi aturan karena bertentangan dengan UU Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. Dalam UU tersebut terdapat nama dan gelar Sultan.

Alasan adik Sultan ini tidak datang karena menurutnya yang mengundang bukan Buwono tapi Bawono. Seperti yang sudah diketahui bahwa nama sebelum keluar sabdaraja adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X.

NO COMMENTS

Leave a Reply