Taman Budaya Yogyakarta Menjelma Menjadi The Windows of Yogyakarta Dan Banyak Hal Dilakukan Oleh Lembaga Yang Konsen Terhadap Perkembangan Seni dan Budaya

  • Whatsapp

Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menjadi lokasi yang banyak diburu bagi pecinta seni di Jogja. Pasalnya ditempat ini sering digelar berbagai pertunjukan semisal pementasan atau pameran.

taman-budaya-yogyakarta
kolongtangga.blogspot.com

Bisa dibilang tempat ini akan selalu diadakan pertunjukan dan sering kali pengunjung tak dikenakan biaya sepserpun. Bahkan tak jarang sering dibuat instalasi atau pembuatan karya seni yang sangat megah.

Untuk menuju tempat ini juga sangat mudah karena ada di belakang Benteng Vredeburg dan Taman Pintar atau selatan Pasar Beringharjo. Dari Malioboro atau Titik Nol Kilometer pengunjung bisa datang dengan naik becak atau jalan kaki.

Fasilitas yang disediakan TBY atau The Window of Yogyakarta juga sangat lengkap. Tidak hanya ruang pertunjukan, tapi didalamnya juga ada fasilitas lain semisal perpustakaan, ruang diskusi, ruang pamer, mushola, ruang administrasi, café, toilet, tempat parkir dan lain-lain.

Bila berkunjung ke tempat ini sangat disarankan untuk melihat lebih dekat setiap sudut atau ruang yang ada. Terlebih bila sedang ada event maka sangat disayangkan bila tidak memanjakan mata dengan berbagai hasil karya seni.

Jangan lupa untuk melihat papan pengumuman atau berkunjung ke ruang administrasi untuk menanyakan agenda pertunjukan dalam waktu dekat.

Taman Budaya Yogyakarta ini memiliki kapasitas tempat duduk yang lebih dari cukup untuk menampung seluruh pengunjung yang hadir. Tempatnya sangat representative untuk menggelar berbagai pertunjukan. Tak jarang ada juga grup band papan atas menggunakan tempat ini untuk konser mini mereka.

TBY bukan hanya sekedar tempat pertunjukan saja tapi di dalamnya juga sebagai tempat pertunjukan dan pembelajaran untuk dunia seni rupa, dunia media rekam atau film, dunia seni pertunjukan teater dan sejenisnya. Selain itu masih ada program pendidikan dan pelatihan seni, serta tempat penerbitan karya sastra.

Gedung kebanggaan masyarakat Jogja ini juga melakukan riset, pengumpulan data dan dokumentasi atas berbagai kesenian di Jogja. Banyak data telah tersimpan dalam gedung ini mulai dari seni klasik hingga modern, semua ada.

Wajar saja bila tempat ini juga bisa dijadikan laboratorium pertunjukan untuk menggali berbagai informasi terkait seni. Tak jarang para seniman Jogja menumpang area skeitar TBY hanya sekedar untuk berlatih atau berdiskusi.

Selain concert hall disamping TBY juga masih ada Gedung Societet Militair. Fungsinya hampir sama tapi gedung utama atau yang sebelah selatan lebih difungsikan sebagai tempat diskusi sastra, penyelenggaraan pameran, dan pelatihan.

Sementara itu untuk Gedung Societet Militair lebih difokuskan untuk pertunjukan teater atau pertunjukan seni tari. Luas bangunan sedikit lebih kecil karena daya tampung hanya 500 temoat duduk tapi fasilitas yang ada sama baiknya dengan TBY.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *