Taman Bunga Krisan Samigaluh, Tempat Wisata dan Budidaya Bunga Keemasan

Kulonprogo khususnya Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh menyimpan potensi wisata yang unik berupa budidaya tanaman Bunga Krisan. Ditempat ini para pengunjung tidak saja hanya menghirup bau wangi dan memanjakan mata dengan lautan Bunga Krisan.

taman bunga krisan
jalanwisata.id

Tapi pengunjung bisa juga melakukan banyak kegiatan seperti berfoto ria dan belajar tentang teknik budidaya Bunga Krisan.Tak lupa sebelum pulang membeli oleh-oleh berupa produk dari Taman Bunga Krisan.

Ada beberapa pihak yang menyebut bunga ini dengan nama Bunga Seruni. Sedang orang yang member nama Krisan adalah Carolus Linnaeus, yang tak lain adalah bapak taksonomi modern.

Chrysanthemum berasal dari bahasa Yunani. Dari awalan “chrys” yang berarti emas dan “anthemion” yang berarti bunga. Dinamakan bunga emas karena pada awalnya bunga ini hanya berwarna keemasan.

Namun, seiring perkembangan jaman maka banyak pihak yang mencoba membudidayakan dan mengkawinsilangkan sehingga akan muncul warna-warnan lain.Kini sangat mudah bagi pengunjung untuk menemukan aneka warna yang ada mulai dari warna putih, merah, kuning dan ungu.

Ada baiknya ketika akan berkunjung ke taman bunga ini untuk konfirmasi dengan petani setempat untuk mendapat informasi. Jangan sampai ketika sudah sampai ditujuan akan kecewa karena tidak sedang musim panen.

Salah satu tips bila berkunjung ke taman bunga ini jangan lupa untuk minta di damping oleh salah seorang petani. Gunanya tentu untuk mendapat informasi yang lebih jauh tentang bunga ini.

Jangan sampai pulang dengan kepala kosong, banyak hal yang bisa ditanyakan tentang proses budidaya dan manfaat yang bisa di dapata dari setangkai Bunga Krisan.

Selain menikmati keindahan bunga yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu ini pengunjung juga bisa menikmati teh segar Bunga Krisan dan keripik krisan. Rasanya tentu akan sedikit beda dengan teh dan keripik pada umumnya, tapi hal itulah yang menjadi daya tarik.

Soal harga semua itu ramah kantong karena masih berada di tangan petani. Kalau tidak percaya bisa dibuktikan dengan membandingkan aneka produk dari warga Desa Gerbosari dengan produk yang telah beada di pasaran.

Untuk menjangau objek wisata unik dan beda ini pengunjung bisa melalui jalan Godean lurus ke barat. Setelah melalui jembatan Kali Progo ada perempatan Kenteng Nanggulan dan belok ke kanan dan ambil kiri di Pasar Dekso.

Objek wisata ini sangat dekat dengan Curug Sidoharjo. Jadi sangat disayangkan bila tidak sekalian berkunjung ke air terjun yang benar-benar masih alami tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 Komentar