Tebing Breksi, Salah Satu Wisata Minat Khusus Baru di Jogja

  • Whatsapp

Tebing Breksi dalam beberapa bulan terakhir ini mampu mencuri fokus para traveler dan pecinta wisata minat khusus di Jogja. Pasalnya lokasi wisata ini tergolong baru dengan ciri khas tebing tinggi yang pas buat mereka yang hobi panjat tebing.

tebing breksi
tribunwisata.com

Selain mereka yang pecinta wisata minat khusus, tempat ini juga diburu para pecinta selfie. Bagaimana tidak, berdasar pengalaman para pengunjung mereka senantiasa untuk mengabadikan diri manakalaa ada di dalam bekas lokasi tambang.

Pengalaman dan view berbeda tentu menjadi alasan utama. Bila terbiasa dengan background pantai, gunung atau keramaian mall ada baiknya coba yang satu ini. Dimana sepanjang mata memandang akan terlihat bongkahan batu.

Untuk mencapai lokasi ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Terlebih bagi mereka yang pernah berkunjung ke Candi Ijo yang ada di daerah Prambanan karena jaraknya hanya lebih kurang dari 1 kilometer.

Tebing atau Taman Breksi ini tepatnya ada di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Berdasar informasi yang ada Taman Breksi ini masih berada dalam kawasan wisata herritage Candi Ijo.

Candi Ijo memang tidak terlalu terkenal, jadi bila dari arah Jogja dan telah ambil kanan di Candi Prambanan ada baiknya untuk bertanya daripada akan tersesat.

Bila telah menemukan candi kecil ini ada baiknya untuk menanyakan dimana lokasi persis Tebing Breksi agar menghemat waktu. Tapi bila memang ada waktu cukup panjang ada baiknya untuk menjajal berbagai rute yang memang tidak terlalu mulus pada semua bagian.

Pemerintah, dalam hal ini Dinas Pariwisata DIY telah mulai serius menggarap lokasi bekas tambang batu ini. Salah satu bukti yang ada dengan dibangunnya Tlatar Seneng beserta prasastinya.

Tlatar Seneng ini adalah semacam pangggung pertunjukan yang akan digunakan bila sedang ada event. Jadi pengelola tidak perlu menyiapkan panggung lagi, sementara itu pengunjung akan merasa jauh lebih nyaman.

Objek wisata ini terbentuk secara tidak sengaja dimana pada waktu dulu bukit ini adalah lokasi tambang. Setelah tidak berproduksi lagi meninggalkan bongkahan tebing tinggi yang indah, terlebih tak kala senja dimana lokasi ini akan banyak didatangi muda mudi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *