Tiga Hari di Jogja Tak Akan Cukup Tuntaskan Dahaga Travelling

Sejak jaman dahulu hingga sekarang Jogja masih menjadi tujuan wisata. Khususnya mereka yang berasal dari Jakarta. Tak mau ribet, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyewa kendaraan di Jogja.

kampung cyber jogja
eksotisjogja.com

Saat ini di Jogja dengan mudah menemukan jasa rental mobil atau motor. Soal harga juga sangat kompetitif jadi tak perlu takut kalau akan di beri harga mahal.

Bacaan Lainnya

Kendaraan yang disewakan juga relatif muda. Rata-rata usia pakai baru satu atau dua tahun jadi masih sangat layak untuk melibas segala medan di Jogja.

Ada baiknya bila waktu liburan mepet jauh-jauh hari susun agenda. Bila memiliki waktu 3 hari di Jogja ada baiknya coba yang satu ini. Jangan sampai niatnya liburan waktu habis di jalan.

Travelling hari pertama bisa menghabiskan waktu untuk menyusuri jalanan di Malioboro dan pusat kota. Terlalu banyak tempat yang bisa di kunjungi memaksa siapa saja untuk tepat memilih tujuan. Jangan sampai waktu habis di perjalanan tanpa target yang jelas.

Hari pertama ada baiknya menyusuri kawasan sekitar Nol Kilometer. Diarena ini terdapat belasan objek wisata yang bisa di tuju dengan waktu singkat. Mulai dari Malioboro, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Taman Pintar, Kraton, Taman Sari, Museum Kolong Anak Tangga, dan lain-lain.

Menjelang malam ada baiknya juga untuk kembali ke Titik Nol Kilometer. Membunuh waktu dengan sahabat dan orang terkasih membuat tempat tersebut akan meninggalkan seribu kenangan.

Dihari kedua sangat disarankan untuk berkunjung ke Gunungkidul. Jalanan yang cukup panjang dan berkelok akan memacu adrenalin yang memegang kemudi.

Menggunakan roda dua atau roda empat sama serunya. Bedanya mungkin kalau dengan roda dua bisa “blusuk” sampai tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau dengan roda empat.

Gunungkidul memiliki keunikan dan keistimewaan daripada temapt yang lain. Beberapa tahun yang lalu sentra kuliner berbahan dasar gaplek ini sempat dianaktirikan. Hal ini tak lain karena memang jalanan yang kurang kondusif.

Tapi siapa sangka kini daerah yang terkenal tandus tersebut merupakan surga wisata. Banyak perbukitan yang bisa di kunjungi seperti Gunung Sewu, Nglanggeran dan Batara Srinten. Untuk laut tempat ini merupakan surga tersembunyi.

Ada puluhan lokasi objek wisata yang bisa dipilih. Mulai dari yang sangat populer dan mudah dijangkau semisal Pantai Baron, Kukup dan Krakal hingga yang belum terjemah semisal Pantai Sepanjang dan Pantai Nglambor.

Tak berhenti disitu masih ada objek wisata lain yang tak kalah menarik semisal gua dan curug atau air terjun. Bahkan untuk Air Terjun Sri Gethuk telah diakui dunia akan keindahannya. Bukti nyata yang terlihat belum lama ini tentu saja adanya film Hollywood yang menggunakan tempat tersebut sebagai syuting film.

Puas menyusuri keindahan alam di Gunungkidul ada baiknya untuk segera pulang dan istirahat. Pasalnya dihari ketiga masih ada beberapa objek wisata di Sleman yang harus dituntaskan.

Pagi buta ada baiknya meluncur ke utara, tepatnya ke arah Gunung Merapi. Salah satu gunung api teraktif didunia ini masih saja menjadi idola bagi para traveler. Terutama saat mengikuti lava tours Gunung Merapi.

Melihat lebih dekat sisa-sisa keganasan wedus gembel tentu akan membuat siapa saja takjub. Kuasa Tuhan tidak ada batasnya dan tidak ada siapapun yang bisa membendungnya.

Saat napak tilas ada baiknya berkunjung ke rumah atau tepatnya petilasan Mbah Maridjan. Meski hanya menyisakan serpihan-serpihan kayu dan besi yang terlalap awan panas tempat ini banyak digunakan untuk berfoto ria.

Saat awan cerah akan terlihat Puncak Gunung Merapi begitu gagah. Tak ada yang menyangsikan bahwa tempat ini begitu istimewa dan layak untuk dikunjungi kembali.

Bila matahari telah mulai ke tengah ada baiknya untuk mengarahkan kendaraan ke arah timur. Ada belasan candi yang bisa dipilih. Dua diantaranya yang menjadi prioritas adalah candi Ratu Boko dan Candi Prambanan.

Silakan ambil gambar sebanyak mungkin untuk momen terindah. Jangan sampai pengalaman selama 3 hari di Jogja tanpa kenangan.

Pos terkait