Tips Cari Kerja di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

Seperti yang kita tahu saat ini, data yang di himpun Kementerian Ketenagakerjaan (9 April 2020) tercatat setidaknya 1,4 juta pekerja terkena PHK dan di rumahkan. Tapi bukan berarti menyerah dan harus ada tips cari kerja yang jitu di tengah pandemi Covid-19 agar tidak gigit cari.

tips cari kerja
pixabay.com

Di balik kesulitan ada kesempatan bagi mereka yang jeli memanfaatkan peluang. Bukan curang atau mau untung sendiri tapi sekali lagi orang-orang yang bisa bertahan adalah mereka yang memiliki kreatifitas dan rasa pantang menyerah.

Oleh karena itu tips cari kerja ini setidaknya menjadi guidance atau petunjuk bagi siapa saja yang ingin mencari pekerjaan. Pekerjaan itu sendiri sifatnya macam-macam dari yang sektor formal hingga informal atau perusahaan besar atau kecil.

Namun sebelum memutuskan mencari pekerjaan yang tepat mungkin harus jawab beberapa pertanyaan berikut:

1. Apa hobi saya

Hampir semua orang dipastikan memiliki hobi yang bisa saja di lakukan setiap hari. Tapi terkadang mereka tak sadar dari apa yang mereka lakukan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Hobi yang ditekuni akan memberi peluang untuk mendapat penghasilan lebih besar daripada mereka yang sekedar bekerja hanya untuk mendapatkan uang. Sebagai contoh ada mungkin seseorang yang ingin menjadi jurnalis karena sejak kecil telah memiliki hobi menulis.

Namun tak jarang pula seseorang menjadi jurnalis dari ketidaksengahaan. Semisal sewaktu akan masuk perguruan tinggi calon mahasiswa di beri 2 atau 3 pilihan jurusan. Jurusan pertama bisa saja Psikologi, Akuntasi dan Komunikasi.

Berhubung pilihan pertama dan kedua tidak masuk kualifikasi maka dipastikan kemudian ia akan ambil jurusan ketiga di komunikasi. Satu jurusan yang bisa saja kala itu hanya asal isi karena keinginan ada di pilihan pertama dan kedua.

Bila hal ini terjadi maka kemudian kelak menjalani kuliah hanya asal kuliah karena memang tidak ada di hati. Selanjutnya karena telah bergelar sarjana komunikasi maka akan dekat dengan profesi jurnalistik.

Saat melamar ke dalam salah satu perusahaan media besar kemungkinan alumni komunikasi ini akan berpotensi lolos lebih besar karena secara akademisi lebih siap. Namun sayangnya kerja itu untuk jangka panjang dan bila itu bukan keinginan dari dalam hati maka akan mudah goyang

2. Apa keahlian saya

Saya percaya setiap orang diberi bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Bakat itu ada yang nampak dan terasah. Ada pula bakat itu seolah terpendam sangat dalam hingga susah terangkat.

Oleh karena itu menjadi penting bagi orang tua untuk membantu menemukan bakat anak-anak mereka. Cara yang bisa di tempuh paling mudah adalah datang ke biro layanan psikologi untuk di lakukan assesment.

Apa yang mereka lakukan itu membutuhkan keahlian sehingga hasil lebih akurat dan ada data yang bisa di baca sebagai panduan untuk lebih optimal. Bila tidak para orang tua harus melakukan trial and error dengan memberikan sejumlah kesempatan bagi anak untuk dilakukan.

Dari berbagai hal yang dilakukan itu akan diketahui sebenarnya apa yang diminati dan bisa bertahan secara konsisten. Jangan sampai bias dalam melihat sebuah peristiwa karena itu akan berakibat fatal.

Dengan menemukan bakat anak maka selanjutnya orang tua harus support penuh. Ada yang bakat dalam seni, olahraga, sains atau apapun itu. Jangan paksa anak untuk mendapat hasil sempurna dalam semua bidang.

Cukup pilih satu dan pastikan kelak akan terus tumbuh dan berkembang. Semisal anak dalam setiap melukis menghasilkan karya yang bagus maka itu yang perlu di support. Sebaliknya bila anak mendapat nilai jelek dalam hal berhitung jangan paksakan untuk terus belajar apa yang memang mereka tidak suka.

3. Apa yang saya cari

Bila 2 hal basic diatas terjawab maka kelak saat mencari kerja akan lebih mudah. Mencari kerja jangan melulu berpikir untuk menjadi karyawan. Ada jenis pekerjaan yang bisa di ambil.

Mungkin seringkali kita melihat salah persepsi dalam dunia pendidikan kita dimana para mahasiswa cenderung di siapkan untuk mencari pekerjaan bukan menciptakan pekerjaan. Bila ada kampus yang secara gentlemen mengatakan alumninya akan menciptakan kesempatan kerja hanya sedikit.

Bagi saya pribadi yang kebetulan keluar masuk kerja. Sejak beberapa tahun terakhir dengan sadar menyiapkan diri untuk menjadi freelancer. Satu dunia kerja yang identik dengan ketidakpastian.

Namun demikian tak perlu takut karena saya percaya tidak semua orang memiliki gaji tapi semua orang memiliki rezeki. Jadi buat kamu yang takut menjadi pelaku wirausaha buang jauh-jauh ketakutan itu.

Beruntung dengan adanya Covid-19 saya menjadi salah satu karyawan yang harus unpaid leave. Artinya saya harus mengikuti cuti tidak dibayar selama wabah ini masih ada.

Saya katakan beruntung kenapa, kondisi ini memaksa saya untuk lebih kreatif untuk bertahan hidup. Hilang penghasilan utama membuat saya lebih harus fokus dan kerja keras melakukan banyak hal untuk mendapat penghasilan.

Satu profesi yang bisa saya ambil kemudian menjadi fulltime blogger. Di sini selain menulis untuk blog saya pribadi juga untuk mereka yang membutuhkan jasa penulisan saya.

Adapun beberapa tema yang bisa saya tulis seputar dunia kerja, human capital, psikologi, teknologi dan traveling. Selain itu saya juga ada jasa jualan backlink dan promote produk via twitter dan instagram.

Namun bila memang kamu ingin mencari kerja (menjadi karyawan) dan mendapat penghasilan tetap setiap bulan hendaknya pastikan kompetensi apa yang di miliki. Tanpa kompetensi yang cukup besar kemungkinan kamu akan tergusur oleh karyawan lainnya.

4. Siapa kenalan saya dan tambah relasi

Bukan hal yang aneh bila kemudian istilah nepotisme begitu kental dalam setiap penerimaan calon karyawan. Perusahaan mayoritas akan lebih menerima mereka yang memiliki relasi atau koneksi. Lain hal bila kamu masuk perusahaan kelas besar yang justru mengharamkan nepotisme dalam setiap penerimaan karyawan baru.

Kata “Relasi” di sini saya harap bukan di lihat dari kacamata sempit. Tapi dalam kacamata luas dimana para pelaku usaha pun bisa berkembang pesat bila memiliki jaringan yang cukup.

Pun demikian bila kamu memiliki kenalan yang cukup banyak akan begitu mudah mendapat informasi terkait lowongan kerja. Tak hanya lowongan saja yang bisa di dapat tapi bisa jadi hingga detail semisal harus di kirim ke mana dan kompetensi apa dibutuhkan.

Bila semua pertanyaan itu sudah terjawab maka lakukan tips cari kerja berikut ini

1. Bikin CV dan resume semenarik mungkin

CV dan resume adalah satu berkas pertama yang akan di lihat tim rekrutmen. Mereka tak akan tahu siapa kita dan kompetensi apa yang kita oleh karena itu pastikan membuat CV dan resume kerja sebaik mungkin.

Bila ada kesulitan dalam membuatnya bisa cari referensi di internet. Namun bila lebih ada mereka yang buka jasa secara profesional dalam membuat CV dan resume.

CV yang baik cukup satu lembar tapi memuat semua informasi yang ada sehingga recruiter tidak perlu bolak-balik untuk mengenal para pencari kerja. Besar kemungkinan dalam satu waktu ada puluhan hingga lamaran yang masuk dan mereka yang memiliki tampilan kurang eye catching maka akan disisihkan.

2. Cari lowongan sesuai kompetensi

Sering kita melihat para pencari kerja melamar pekerjaan dengan asal lamar terlebih bila lamaran itu di ajukan via online. Dimana pelamar cukup isi sejumlah form dan tinggal klik.

Hal ini tentu saya katakan hal yang sia-sia. Melamar pekerjaan tanpa kompetensi yang cukup hanya akan membuang waktu saja karena tiap perusahaan memiliki kompetensi tertentu untuk satu posisi.

Mereka yang tidak sesuai sudah pasti akan auto reject. Semisal perusahaan mensyaratkan pelamar harus sarjana ekonomi dan yang melamar adalah sarjana sastra. Atau bisa juga ada ketentuan harus menguasai Excel tapi pelamar tidak cukup baik menggunakan program tersebut.

Oleh karena itu ada baiknya untuk terus belajar. Setidaknya kompetensi dasar yang harus ada benar-benar diperhatikan.

3. Lamar via online

Sesuai dengan judul diatas tentang tips cari kerja di tengah wabah Corona maka salah satu opsi terbaik untuk mencari pekerjaan tentu melamar via online. Terlebih dengan diperlakukan social distancing dan pembatasan sosial berskala besar.

Tentu pencari kerja tidak bisa datang dan mengantar surat lamaran. Cara konvensional ini juga telah mulai di tinggalkan perusahaan dan mereka beralih ke paperless agar lebih efektif.

Surat lamaran dalam bentuk fisik juga belum tentu akan masuk ke bagian recruiter karena bisa jadi bagian penerima lupa menyampaikan.

Lain bila melamar kerja via online maka sudah pasti akan langsung sampai di tangan recruiter. Mereka ini tinggal buka lamaran dan cek mana yang sesuai. Yang lolos kemudian akan di sortir dan dilakukan proses selanjutnya.

4. Jobfair online

Selain ada melamar kerja via online kini juga ada jobfair online dimana para pencari kerja cukup berada di depan laptop dan aply posisi yang mereka inginkan. Para recruiter pun demikian mereka cukup melihat aplikasi yang masuk via sistem.

Satu cara yang efektif tentunya di tengah merebaknya Covid-19 dimana ruang dan waktu tidak menjadi alasan untuk terus mencari kerja. Meski dalam jobfair online ini bisa jadi ada puluhan perusahaan dengan ratusan lowongan tetap saja harus selektif.

Jangan “mentang-mentang” banyak lowongan kemudian di lamar semua karena ingat perusahaan hanya akan memproses mereka yang sesuai kualifikasi. Ada baiknya mulai sekarang untuk rajin memantau informasi seputar dunia kerja.

5. Berpikir positif

Benar kiranya tak kurang dari 130 ribu karyawan terdampak Covid-19 tapi bukan berarti kemudian kesempatan untuk mendapat pekerjaan itu tak ada. Dibutuhkan cara berpikir positif untuk menghadapi itu semua.

Sebagai bukti ada beberapa perusahaan yang justru menambah jumlah karyawan. Mereka yang bergerak di bidang kesehatan dan alat perlindungan diri tentu menjadi puncak kejayaan.

Dimana dari informasi yang ada jumlah kebutuhan untuk alat kesehatan dan medis meningkat hingga 5 kali libat seiring peningkatan jumlah pasien Corona. Hal ini pastinya akan memaksa industri terkait untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Perlu juga di pahami, bisa saja saat ini berkas lamaran tidak akan langsung di proses mengingat kondisi ekonomi yang kurang kondusif. Tapi yakinlah berkas kamu akan di simpan mereka dan saat di butuhkan kamu akan di panggil untuk mengikuti seleksi penerimaan karyawan baru.

Tips cari kerja ini setidaknya bisa meniadi panduan untuk bersikap atas kondisi yang ada saat ini. Bila memang belum ada perusahaan yang memproses ada baiknya untuk mencoba menjadi freelancer. Profesi ini  tidak bisa di pandang sebelah mata karena banyak contoh sukses di dalamnya,

Bila bingung pekerjaan apa saja yang bisa di ambil maka ada baiknya cek setidaknya ada 9 situs freelance lokal yang bisa di coba. Bila ingin go international juga bisa tapi pastikan dulu bisa tembus pasar lokal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar