Tips Memilih Sertifikasi BNSP untuk Kompetensi Lebih Baik

Saat ini sertifikasi BNSP telah menjadi kebutuhan pokok. Terutama bagi mereka yang memiliki posisi strategis dan membutuhkan sertifikat dalam menjalankan tugas tertentu.

Tips Memilih Sertifikasi BNSP
pixabay.com

Oleh karenanya ada baiknya untuk segera mengambil sertifikasi BNSP. Namun ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dengan seksama. Jangan sampai kemudian ternyata tidak sesuai dengan peruntukkan.

Tak jarang sertifikasi ini pun bisa difasilitasi perusahaan tempat bekerja. Hal ini karena perusahaan pun pada umumnya tahu betul dengan miliki karyawan tersertifikasi maka ia akan miliki value lebih.

BNSP sebagai Lembaga Independen

Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP adalah sebuah lembaga independen yang memiliki kewenangan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau tidak untuk satu bidang diujikan. Mereka ini tidak saja terdiri dari profesional semata tapi didalamnya ada unsur industri (pengguna jasa) dan juga pemerintah.

Tak tanggung-tanggung, BNSP langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Mereka memiliki kewenangan atau otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi.

Dengan demikian wajar kiranya bila seseorang yang dinyatakan lulus telah menguasai berbagai hal yang diujikan. Perlu proses panjang untuk seseorang menguasai suatu bidang.

Tidak cukup hanya dalam hitungan hari saja. Tapi bisa jadi ada yang membutuhkan waktu hingga beberapa bulan hingga tahunan.

Sertifikasi BNSP akan membekali seseorang untuk lebih yakin atas apa yang harus dilakukan. Sebagai contoh seorang trainer, mereka yang telah mengantongi sertifikat BNSP maka apa yang termaktub dalam sertifikat dapat dipertanggungjawabkan.

Tips Memilih Sertifikasi BNSP

Agar tidak salah pilih dalam melakukan sertifikasi maka ada baiknya pahami dengan baik setidaknya 5 tips memilih sertifikasi BNSP berikut ini:

1. Lembaga Sertifikasi Profesi harus Diakui Negara

Tak bisa ditawar, hal pertama yang harus dilakukan tentu saja memilih Lembaga Penyedia Sertifikasi (LSP) yang diakui negara. Bila tidak sudah bisa dipastikan tujuan awal akan gagal.

Perlu kehati-hatian karena ada beberapa LSP yang bisa jadi masih proses pengurusan. Atau apesnya justru sama sekali tidak menuju ke LSP yang diakui negara.

Pastikan mereka telah memiliki lisensi resmi yang diakui negara. Salah satu LSP terbaik ditanah air ada PT DUTA MANDIRI NUSA yang terbukti telah menerbitkan sertifikat BNSP.

2. Perhitungkan Budget

Ada beberapa sertifikasi yang dibiayai sebuah lembaga baik itu pemerintah maupun swasta. Dalam hal ini pada umumnya adalah perusahaan tempat kerja.

Namun bila tidak mendapat kesempatan tersebut tak ada salahnya untuk mendaftar secara mandiri. Untuk hal ini benar-benar harus diperhitungkan biaya dengan seksama.

Maklum saja untuk sertifikasi BNSP tidak murah. Pada sebagian uji kompetensi bisa jadi akan butuh biaya hingga jutaan rupiah.

3. Cek Testimoni

Sertifikasi lebih pada produk jasa dan masing-masing LSP bisa jadi memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk mengetahui kondisi ini maka bisa cek testimoni yang ada.

Khususnya dari mereka yang telah menggunakan jasa LSP. Paling mudah tentu saja menggunakan google my business. Atau bisa juga dengan menyebut kata kunci di tambah nama LSP.

Bila banyak informasi negatif atau tidak sesuai ada baiknya untuk ditinggalkan. Atau kalau bisa tanyakan langsung ke mereka yang telah menggunakan, bisa itu kawan atau rekan kerja untuk memberikan gambaran detail.

4.Periksa Ketersediaan Bidang Uji Kompetensi

Tidak semua LSP akan menerbitkan semua sertifikat. Pada umumnya mereka memiliki fokus semisal LSP untuk bidang human capital, migas, teknologi, keuangan dan lain-lain. Namun ada pula diantara mereka yang miliki tim cukup lengkap sehingga bisa menerbitkan berbagai sertifikat.

Cek dengan seksama dokumen perlu disiapkan dan jangan coba-coba daftar bila ternyata dokumen minimal dibutuhkan tidak ada. Pada sebagian kasus membutuhkan dokumen yang benar-benar wajib ada dan tanpa dokumen itu maka sertifikasi tidak bisa berjalan.

5. Menyediakan Sertifikasi Nasional hingga Internasional

Tak kalah penting adalah ruang lingkup sertifikat yang ada. Sebisa mungkin ambil yang bisa memberikan jangkauan lebih luas dalam hal ini harus diakui dunia internasional.

Cara mengecek apakan LSP sudah tergabung dengan International Organization for Standardization (ISO) sangat mudah. Cukup dengan mengecek profil website bisnis atau di mesin pencari maka data dibutuhkan akan muncul.

Bila ternyata tidak ada maka wajib konfirmasi secara manual melalui email / sosmed / CS yang ada. Jangan sampai kemudian saat dibutuhkan sertifikat tidak digunakan karena tidak diakui.

PT DUTA MANDIRI NUSA sebagai Solusi

Di Jogja saat ini pun ada LSP yang telah diakui negara dan bisa dioptimalkan. Bukan hanya untuk menerbitkan sertifikat semata tapi mereka juga memberikan pelatihan MSDM dan konsultasi, baik itu bagi perorangan, kolektif maupun instansi.

Berbagai layanan mereka siapkan, mulai dari bidang ekonomi bisnis, hukum, mining, oil dan gas, perbankan, project building, teknologi informasi dan lain-lain. Sertifikat diterbitkan pun bukan hanya sebatas untuk nasional tapi juga tersedia yang internasional.

Pos terkait