Tradisi Suran Mbah Demang, Wisata Budaya yang Tak Boleh Terlewatkan

  • Whatsapp

Ada tradisi menarik di Jalan Godean setiap tanggal 7 pada bulan Suro sesuai penanggalan Jawa. Hal ini ditandai dengan adanya puncak acara dari Tradisi Suran Mbah Demang. Lokasi kegiatan tepatnya ada di Dusun Modinan, Desa Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

tradisi suran mbah demang
tembi.net/a.sartono

Untuk menjangkaunya juga sangat mudah karena terletak ditepi Jalan Godean Km 4 dan persis ada dipinggir jalan sebelah utara. Tradisi yang telah berjalan turun temurun ini untuk mengenang Ki Demang Cokrodikromo.

Ki Demang Cokrodikromo

Ki Demang adalah salah seorang anak Bekel yang sakti mandra guna tapi terkenal nakal dimasa remaja. Bahkan karena tidak kuat mendidik Asrah yang tak lain adalah demang muda tersebut orang tuanya menitipkan pada Demang Dawangan yang sangat disegani kala itu.

Berkat didikan Demang Dawangan inilah Asrah belajar banyak tentang kehidupan. Pelan tapi pasti ia berproses untuk menjadi seseorang yang “linuwih” atau memiliki kesaktian di atas rata-rata.

Prosesi Tradisi Suran

Kegiatan tradisi Suran ini dimulai dengan pembagian Kendi Ijo pada siang hari dan dilanjutkan tahlilan di makam Ki Demang. Selanjutnya ada kirab budaya berupa gunungan berupa berbagai hasil bumi sebagai bentuk persembahan dan rasa syukur kepada Tuhan terhadap limpahan rejeki selama satu tahun.

Tak lupa pada malam hari diadakan seni Sholawatan yang diikuti segenap warga Desa Banyuraden dan pengunjung yang hadir. Kemeriahan menyambut puncak acara telah terjadi jauh-jauh hari.

Biasanya diadakan pasar malam dan hiburan rakyat untuk menghibur para pengunjung. Tradisi ini bukan lagi hanya sekedar ritual untuk mengenang orang sakti. Tapi telah menjadi satu kegiatan tahunan masyarakat setempat.

Tradisi yang terus berkembang tapi tetap mempertahankan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur ini pun diapresiasi oleh banyak pihak. Bagaimana mengajarkan suatu kebaikan melalui budaya dan tradisi masa lalu dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Adanya kegiatan ini juga mampu mempertahankan tradisi dan seni leluhur yang tidak terkikis kemajuan jaman. Bisa juga diartikan sebagai sarana komunikasi dan silahturahmi bagi masyarakat Desa Banyuraden dan sekitarnya.

Tujuan utama dari tradisi Suran Mbah Demang adalah untuk mengenang kembali sosok Ki Demang Cokrodikromo. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti perjuang hidup, kepemimpinan dan welas asih yang semua itu sudah jarang ada pada pemimipin.

Selain kampung ini masih ada beberapa kampung yang kuat dengan kearifan lokalnya. Dan bila kamu ke Jogja harus mencoba berkunjung ke kampung unik tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *