Tugu Jogja, Ikon Jogja Seusia Kraton

  • Whatsapp

Tugu Jogja dapat dikatakan sebagai salah satu bangunan paling iconik di Jogja selain Kraton Jogja. Tempat ini kala malam tiba tak pernah sepi dari wisatawan karena mereka tahu bahwa bangunan ini adalah landmark Jogja.

tugu jogja
Shutterstock

Maka dari itu bila kamu datang ke Kota Istimewa ini harus memastikan diri untuk berkunjung ke tempat ini. Tenang, tempat ini gratis dan bisa diakses 1×24 jam. Biaya yang cukup kamu keluarkan hanya untuk parkir kendaraan saja.

Saat ini Tugu Jogja merupakan salah satu objek wisata andalan karena lokasinya sangat strategis. Berada di pusat kota mempertemukan Jalan AM Sangadji, Jalan Margo Utomo, Jalan Jendral Sudirman dan Jalan P Diponegoro.

Masyarakat Jogja juga menyebut bangunan ini sebagai Tugu Pal Putih yang artinya kurang lebih sama, tugu berwarna putih. Bangunan ini menjadi satu tempat yang menarik karena bagian dari sumbu filosofi Jogja.

Dimana bila dibuat garis lurus maka akan mempertemukan laut selatan, kraton Jogja, Tugu Pal Putih dan Gunung Merapi. Menarik bukan untuk disusuri lebih jauh. Namun sebelum sampai disitu ada baiknya tahu lebih dulu tentang asal usul bangunan ini.

Baca juga: Jogja Menuju Kota Warisan Dunia

Sejarah Tugu Jogja

Pada awal berdiri tugu ini bernama Golong Giling yang dibangun Sri Sultan HB 1 pada 1755. Bangunan ini adalah simbol dari semangat persatuan antara rakyat dengan Kraton Jogja.

Diberikan nama Golong Giling karena tersusun atas Golong (bulat) dibagian atas dan Giling atau tiang silinder dibagian bawah. Jadi jelas apa yang kita temukan saat ini berbeda dengan aslinya.

Tugu ini pada awalnya memiliki tinggi 25 meter. Namun karena terjadi gempa pada 10 Juni 1867 maka bangunan tersebut rusak parah. Menjadi menarik ternyata tugu yang saat ini ada dibangun Pemerintah Belanda pada 1889.

Beberapa perubahan yang ada selain pada bentuk juga pada ketinggian. Dimana tugu yang ada saat ini hanya memiliki ketinggian 15 meter saja.

Selain itu dasar tugu dibuat bentuk persegi dengan prasasti pada tiap sisi. Nama-nama yang terlibat dalam perjalanan bangunan ini akan bisa kita temukan.

Sejak saat itu juga Tugu Golong Giling berubah nama menjadi Tugu Pal Putih atau De Witt Paal.

Waktu Terbaik Berkunjung

Diantara sekian banyak waktu untuk berkunjung tentu saja ada waktu terbaik untuk datang dan mengabadikan momen. Bila kamu ingin merasa spesial dengan view terbaik tanpa harus antre maka silakan datang antara pukul 05.00 WIB hingga 06.00 WIB. Dimana dipastikan tidak akan ada kerumunan kecuali akhir pekan.

Tapi faktanya tetap ini akan selalu ramai, terlebih pada malam hari dimana warga Jogja dan wisatawan akan tumpah. Harap hati-hati karena ada lalu lalang kendaraan yang bisa jadi tiba-tiba nyelonong begitu saja.

Fakta Tugu Jogja yang Perlu Kamu Tahu

1. Usia Lebih dari 2,5 Abad

Terlepas dari bentuk dan ukuran, bangunan ini di tahun 2020 ini setidaknya telah berusia 265 tahun atau lebih dari 2,5 abad. Seusia Kraton Jogja yang saat ini juga berusia 265 tahun karena sama-sama di bangun tahun 1755 atau seusai Perjanjian Giyanti.

2. Sebelumnya Bernama Golong Giling

Mungkin bagi wisatawan dari luar Jogja tak banyak yang tahu bila sebelumnya tugu ini bernama Golong Giling karena bentuknya memang Golong atau bulat pada sisi atas dan Giling atau bentuk silinder pada sisi bawah.

3. Tugu Pertama hancur akibat Gempa

Bangunan yang pertama dibangun Sri Sultan HB I hancur akibat gempa dahsyat pada tahun 1867. Dan tugu yang ada saat ini adalah hasil inisiasi pemerintah Belanda yang dibuat pada 1889.

4. Tugu Jogja itu berkurang 10 meter

Bila pada awal berdiri Tugu Golong Giling memiliki tinggi 25 meter dan Tugu Pal Putih yang ada saat ini hanya memiliki ketinggian 15 meter. Artinya ada penyusutan tinggi tugu mencapai 10 meter.

5. Simbol Bintang 6 Sudut

Kalau kamu pernah datang langsung ke lokasi maka akan menemukan sesuatu yang unik. Berupa simbol bintang 6 sudut yang juga memiliki nama Bintang David. Selain itu ada tulisan dalam bentuk aksara Jawa dan pada ujung tugu nampak seperti tanduk kuda putih dengan warna emas.

6. Simbol Semangat Persatuan

Kali pertama di bangun tugu ini menjadi simbol semangat persatuan antara kraton Jogja dengan rakyatnya. Benar saja hingga kini semangat itu masih sangat terasa saat kamu ada di Jogja dimana ‘manunggalling kawulo gusti’ itu dalam tindakan sehari-hari.

7. Diorama Tugu Jogja

Penasaran dengan detail tugu ini seperti apa maka jangan buru-buru pergi. Kini di samping tugu telah terdapat miniatur atau diorama yang bisa digunakan untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan serba serbi bangunan paling iconik di Jogja ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *