Home Seni Budaya Tumbuhkan Kecintaan Budaya dengan Membatik

Tumbuhkan Kecintaan Budaya dengan Membatik

2 325

Tumbuhkan Kecintaan Budaya dengan Membatik – Pernah menjadi ajang rebutan dua negara, batik akhirnya sudah dipatenkan menjadi hak milik Indonesia oleh PBB. Beragam motif, beragam keunikan ada pada batik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ada batik Pekalongan, ada batik Madura dengan warna cerah, ada pula batik khas kota Jogja dan banyak lagi jenis batik yang tersebar di Indonesia.

Kota pelajar ini juga terkenal dengan batik-batik otentik. Banyak ditemukan bangunan bekas pabrik batik yang masih berdiri ataupun sudah tertutup semak belukar.

Ya, dulu bahkan selembar kain batik lebih berharga daripada sebidang tanah. Oleh karenanya, para pengusaha mulai berbondong-bondong mendirikan usaha kerajinan batik.

Namun, seiring perkembangan kebudayaan harga batik semakin jatuh. Kebanyakan dikarenakan para anak muda malu memakai kain tradisional ini. Akhirnya, batik menjadi langka di pasaran. Untungnya sekarang banyak sekali perancang busana mulai memadu-padankan batik dengan karya rancangannya.

Kesadaran inilah yang perlahan-lahan mulai membangkitkan kembali industri batik.Walau sudah tidak segahar dulu, namun gaung perusahaan pencetak batik masih terus terdengar. Bahkan pemerintah mulai campur tangan dalam memelihara warisan budaya ini.

batik nusantara

jadiberita.com

Peran masyarakat juga berkontribusi seperti dibukanya Museum pribadi milik keluarga Hadi Nugroho. Museum ini dikenal dengan Museum Batik Jogyakarta yang penuh dengan sejarah batik dan contoh batik serta peralatan pembuatnya dari tahun ke tahun.

Untuk yang sedang merencakan liburan keluarga, tempat wisata ini dapat menjadi pilihan. Selain mendapatkan edukasi tentang bagaimana batik itu, ada juga sarana mengeduasi generasi muda secara langsung.

“Museum batik Jogjakarta membuka kelas privat singkat mulai satu jam untuk membuat batik karya kamu sendiri”

Mulai dari menggambar menggunakan malam cair pada kain sesuai dengan imajinasi, mencelupkannya ke pewarna dan mengeringkannya. Setelah kering, kain hasil membatik itu dapat dibawa pulang untuk dijadikan souvernir.

Tidak hanya untuk keluarga saja, jenis wisata edukasi ini juga cocok untuk anak-anak TK hingga Mahasiswa. Menumbuhkan kecintaan pada produk dalam negeri memang harus dimulai dengan mengenalkannya kepada generasi muda. Dan cara terampuh dengan membuat generasi muda bersinggungan dengan batik itu sendiri.

2 COMMENTS

Leave a Reply