Penutupan Program Reward QRIS BPD DIY Periode Desember 2025 – Januari 2026 sukses dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Ruang Sekar Jagad Lantai 2, Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum apresiasi sekaligus refleksi atas upaya bersama dalam mendorong digitalisasi transaksi dan penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM DIY, SiBakul Jogja, PLUT KUMKM Kabupaten Sleman, Bank BPD DIY, serta LUNAS (Layanan UMKM Naik Kelas). Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital, memperluas penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS BPD DIY, serta memperkuat daya saing UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekosistem ekonomi digital.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM DIY, Veronica Setioningtyas Prativi, S.Si., M.Sc, menyampaikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang telah berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian program.
“Kami mengapresiasi semangat dan konsistensi para pelaku UMKM angkatan 1–4 yang telah mengikuti seluruh rangkaian Kelas UMKM Laris Manis. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga mendorong UMKM lebih adaptif terhadap sistem pembayaran digital melalui QRIS,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan pembayaran digital menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong efisiensi usaha, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kepercayaan konsumen di era digital saat ini.
Program Reward QRIS BPD DIY Periode Desember 2025 – Januari 2026
Sejalan dengan hal tersebut, Pimpinan Cabang Utama Bank BPD DIY, Efendi Sutopo Yuwono, menegaskan komitmen Bank BPD DIY dalam mendukung penguatan UMKM melalui berbagai program berkelanjutan, termasuk Kelas UMKM Laris Manis dan implementasi QRIS BPD DIY.
“Bank BPD DIY berkomitmen mendukung penguatan UMKM melalui Program Kelas UMKM Laris Manis dan pemanfaatan QRIS BPD DIY sebagai bagian dari percepatan digitalisasi transaksi. Kami berharap UMKM dapat mengelola usahanya secara lebih efisien, transparan, dan berdaya saing. Sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku UMKM yang aktif, kami memberikan reward QRIS BPD DIY periode Desember 2025–Januari 2026,” ungkap Efendi.
Pada kegiatan penutupan ini, dilakukan pula pengumuman dan penyerahan reward kepada pelaku UMKM terpilih yang aktif menggunakan QRIS BPD DIY selama periode program. Reward tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi UMKM untuk terus memanfaatkan transaksi digital secara konsisten dalam kegiatan usahanya.
Melalui Program Reward QRIS BPD DIY dan Kelas UMKM Laris Manis, diharapkan tercipta UMKM yang tidak hanya naik kelas dari sisi kapasitas dan manajemen usaha, tetapi juga semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas dengan dukungan sistem pembayaran digital yang aman, mudah, dan terpercaya. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan mitra pendukung UMKM akan terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.





