Jogja Guide Arsip - kanaljogja
Home Jogja Guide

0 79

Sebagai kota dengan ratusan destinasi wisata menarik sudah selayaknya hotel berbintang di Jogja sangat layak untuk dipilih. Selain menjadi nilai jual sebuah kota, keberadaan hotel tersebut juga semakin mengukuhkan Jogja sebagai Kota Istimewa.

Berikut ini 7 hotel berbintang di Jogja yang bisa dijadikan referensi ketika ingin berkunjung dan menginap di Kota Budaya;

1. Queen of The South Resort

Queen Of The South Beach Resort Parangtritis

piknikasik.com


Queen of The South Resort merupakan Hotel mewah yang berada di pinggir Pantai Parangtritis. Keunggulan dari Hotel ini adalah terdapatnya kolam renang infinity yang langsung menyambung ke laut.

Ketika kamu merasa bosan, bisa mencoba resort yang tidak jauh dari tebing di timur Pantai Parangtritis yang menyajikan santapan lezat nan menggugah selera. Queen of The South Resort membandrol harga sekitar Rp 600 ribu untuk satu malam.

2. Hotel dan Restoran Abhayagiri

Abhayagiri Resto Jogja

jarangpanas.com


Hotel ini berada di perbukitan Boko, jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dari Candi Prambanan ke arah selatan. Dari sini, kamu akan disuguhi pemandangan pedesaan yang menawan di sekitar Candi Prambanan. Tak hanya itu, Abhayagiri juga memiliki kolam renang dengan latar Gunung Merapi nan gagah.

Tidak jauh dari hotel ini, terdapat sejumlah destinasi wisata nge-hits seperti Candi Ratu Boko, Candi Ijo, Tebing Breksi dan masih banyak lagi. Hotel Abhayagiri memiliki harga sekitar Rp 1 juta untuk permalammya.

3. Hotel Indoluxe Yogyakarta

Hotel Indoluxe Yogyakarta

booking.com


Hotel ini berada di Jalan Palagan, Sleman, Jogjakarta. Hotel dengan ciri khas bangunan yang menjulang tinggi serta memilki kolam renang yang berada di atap hotel.

Kolam renang yang dimiliki Hotel Indoluxe menyuguhkan pemandangan kota dan pedesaan di sekitar di Jogja hingga lanskap Gunung Merapi. Untuk menginap di hotel ini Anda cukup mengeluarkan sekitar Rp 500 ribu untuk satu malam.

4. Lafayette Boutique Hotel

lafayette boutique hotel jogja

agoda.net


Lafayette Boutique adalah hotel baru yang berada di Ring Road Utara. Hotel ini memiliki gaya seperti hotel-hotel yang ada di Paris, Prancis. Hotel ini juga menyediakan kolam renang yang menghadap ke Gunung Merapi. Untuk menginap di Lafayette Boutique Hotel ini, membutuhkan dana sekitar Rp 900 ribu untuk satu malam.

5. Cangkringan Jogja Villas

Cangkringan Jogja Villas

kanaljogja.id/amix.stefanny


Cangkringan merupakan daerah yang sangat dekat dengan Gunung Merapi karena memang ada di kaki gunung tersebut. Hal ini menandakan satu hal, yaitu keindahan.

Selain hadir ditengah-tengah panorama keindahan pegunungan, kamu juga bisa berenang dan bermain golf. Biaya sewa Cangkringan Jogja Villas sangat terjangkau dibanding hotel yang lainnya, yaitu sekitar Rp 500 ribu untuk satu malam.

6. Sawah Joglo and Boutique Villa

Sawah Joglo and Boutique Villa

hyartayogyakarta.wordpress.com


Masih bertemakan Gunung Merapi dan hijaunya persawahan menjadi jaminan kamu akan merasakan pengalaman menginap yang berbeda. Hotel ini juga sekaligus memberikan relaksasi alami bagi mereka yang jenuh dengan penatnya suasana perkotaan.

Untuk semalam, Sawah Joglo and Boutique Villa membandrol harga sekitar Rp 800 ribu saja.

7. Hyatt Regency Yogyakarta

hyatt regency yogyakarta

tabinagolf.wordpress.com


Hyatt Hotel merupakan hotel yang memiliki area luas dan terletak di Jalan Tentara Pelajar, Sleman. Hotel ini memiliki reputasi tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara. Hotel ini semakin terasa nyaman dan menyegarkan dengan begitu banyaknya pepohonan dan juga kolam renang yang indah.

Selain itu, hotel ini juga terdapat lapangan golf yang menampilkan pemandangan Gunung Merapi secara langsung. Untuk menginap di Hyatt Hotel, harga dimulai dari Rp 800 ribu per malam.

Selain 7 hotel berbintang di Jogja diatas yang bisa dipilih ada baiknya juga untuk mencoba beberapa hotel atau penginapan unik yang tentunya akan bikin liburan lebih berkesan. Namun bila dana terbatas kamu bisa lakukan cara ini untuk keliling Jogja 3 Hari 2 Malam modal Rp 700.000,-.

2 190

Jogja mampu menyuguhkan sesuatu yang beda. Yang membuat siapa saja yang berkunjung terjebak dan berkomitmen suatu saat nanti akan kembali.

suasana kota jogja

kanaljogja.id/amix.stefanny


Dan bagi kamu yang belum pernah berkunjung ke Kota Wisata yang satu ini ada baiknya untuk mencoba hal-hal yang biasa dilakukan warga Jogja. Meski sesaat kesan itu akan terus menempel dan akan terbawa di masa yang akan datang.

Diantara beberapa ritus yang bisa dilakukan setidaknya kamu bisa melakukan 8 hal ini saat berkunjung ke Jogja;

1. Menikmati Kuliner Angkringan

Angkringan memang bukan produk asli Jogja. Namun, kuliner ini tak ubahnya dengan Gudeg yang amat lekat dengan Jogja. Jajan di angkringan memberi pengalaman berbeda bila kamu biasa makan di restoran atau kafe.

Di angkringan kamu akan menemukan berbagai menu yang sangat beragam. Diantara beberapa angkringan di Jogja jangan lewatkan 5 angkringan yang cukup populer di Jogja.

2. Menginap di Prawirotaman

Mungkin kamu biasa menginap di hotel berbintang. Tapi saat berkunjung ke Jogja mampirlah ke Prawirotaman dimana mayoritas penghuni adalah wisatawan asing.

Serasa di luar negeri tentunya tapi kamu aslinya masih ada di pusat kota. Satu wilayah yang biasa di sebut kampung bule ini memiliki puluhan penginapan yang bisa di pilih sesuai budget.

3. Membunuh waktu di Titik Nol Kilometer

Biasa nongkrong di kafe atau tempat yang wah. Ada baiknya kamu coba berkunjung ke Titik Nol Kilometer dimana di tempat ini sering digunakan warga Jogja untuk membunuh waktu.

Disini kamu tidak akan menemukan makanan yang wah. Pilihan yang paling banyak mungkin jajan wedang ronde atau sate gajih. Satu menu yang bisa dibilang mewakili kota Jogja.

4. Memeluk Tugu Jogja

Percaya atau tidak percaya, ritus memeluk Tugu Jogja telah ada sejak dulu dan masih berlangsung hingga sekarang. Konon pelakunya adalah para mahasiswa yang berasal dari luar daerah.

Dan entah kenapa setelah itu kegiatan ini terus berulang dan turun temurun. Benar saja mereka yang pernah melakukan akan kembali ke Jogja dan napak tilas akan apa yang dulu pernah dilakukan.

5. Mengitari Bunderan UGM

Tak jauh berbeda ritus ini juga sering dilakukan warga perantauan di Jogja. Mereka terkadang iseng mengitari bunderan UGM dan sering ada anekdot jangan ngaku pernah di Jogja kalau belum melakukannya.

UGM sendiri selain terkenal sebagai tempat belajar juga dikenal adanya Sunday Morning. Dimana banyak mahasiswa berjualan barang-barang kreatif.

6. Jangan naik taksi

Bukan untuk berhemat, menikmati keindahan Jogja di rasa kurang pas bila menggunakan taksi. Ada baiknya bila berkeliling Jogja menggunakan andong atau becak.

Dengan moda tanpa mesin itu akan membuat suasana makin Jogja banget. Terlebih bila suka swa foto karena dengan kendaraan yang berjalan pelan akan menghasilkan gambar maksimal.

7. Jangan hanya di pusat kota

Sering kali wisatawan terjebak bahwa Jogja itu Malioboro dan sekitarnya saja. Padahal kalau mau ditelisik di Jogja ada ratusan objek wisata yang bisa dipilih.

Dari sisi utara ada kawasan Merapi dengan objek wisata Kaliurang, Lava Tour, Stonehange dan Landmark Merapi. Di timur ada kawasan candi mulai Candi Prambanan, Candi Istana Ratu Boko, Candi Sambisari dan lain-lain.

Untuk sisi selatan terdapat deretan pantai yang bisa dipilih mulai ujung Wediombo hingga Pantai Glagah. Sementara itu untuk sisi barat ada Kawasan Menoreh dengan Kalibiru, Bukit Pethu, Kebun Teh Nglinggo dan masih banyak lagi.

8. Jangan lupa ke Pasar Beringharjo

Berbelanja di pasar tradisional tentu akan ketemu pengalaman untuk tawar menawar. Pilihan utama bisa jadi Pasar Beringharjo karena letaknya memang sangat strategis. Namun ada baiknya untuk mengunjungi beberapa pasar tradisional lain semisal Pasar Kranggan, Pasar Legi Kotagede dan Pasar Godean.

Bila 8 hal itu dirasa masih kurang ada baiknya mengunjungi 11 objek wisata bersejarah saat berkunjung ke Jogja agar kamu makin tahu tentang Kota Istimewa ini.

5 101

Traveling ke Jogja kini mulai banyak dilirik. Selain tujuan wisata yang sangat beragam di kota ini menyuguhkan kearifan lokal yang menarik untuk ditelisik lebih dalam.

traveling ke jogja

kanaljogja.id/amix.stefanny


Bila dulu mayoritas wisatawan brkunjung menggunakan kereta tapi kini mereka telah beralih ke pesawat dengan alasan efisiensi waktu. Promo tiket pesawat menjadi jawaban atas semua keinginan itu. Namun, tiket murah saja bukan menjadi sebuah jawaban.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berburu promo tiket pesawat ke Jogja. Salah perhitungan bisa jadi liburan akan runyam dan membuat semua berantakan.

Diantara beberapa persiapan yang harus dipikirkan secara matang antara lain;

1. Tentukan objek wisata dituju

Menjadi sesuatu yang konyol kiranya bila pembahasan lokasi objek wisata baru dibicarakan setelah sampai tujuan. Ada baiknya sebelum berangkat memetakan objek wisata mana saja yang hendak dituju.

Dengan adanya kepastian tujuan akan memudahkan langkah selanjutnya. Perlu diketahui di Jogja terdapat ratusan objek wisata menarik. Lokasi-lokasi tersebut tersebar dari ujung ke ujung yang tidak akan tuntas di sambangi selama satu minggu penuh.

2. Pastikan tanggal dan periode pembelian promo tiket pesawat

Kini naik pesawat bukan lagi sesuatu yang wah. Tapi bila tidak disiapkan sejak awal akan paling banyak menyedot dana traveling. Oleh karena itu akan lebih bijak bila mengambil promo tiket pesawat.

Meski harga promo jangan kuatir pihak maskapai tidak akan mengurangi fasilitas diberikan. Promo ini bisa di dapat dari situs maskapai di maksud. Ada baiknya untuk membandingkan beberapa maskapai karena mereka biasanya sama-sama bersaing memberikan harga termurah.

3. Jangan pilih libur nasional (hari raya)

Bisa dipastikan harga tiket ke Jogja saat libur Lebaran dan Natal akan mencapai klimasknya. Oleh karena itu sangat disarankan tidak mengambil waktu tersebut.

Waktu terbaik untuk traveling ke Jogja adalah hari biasa. Dan akan lebih terasa istimewa bila diambil di hari kerja. Pada hari kerja objek wisata akan relatif sepi dan kamu bisa memaksimalkan untuk swa foto tanpa harus menunggu.

4. Pilih hotel dan sarana transportasi biasa

Di Jogja kini telah tersedia hotel atau penginapan yang ramah untuk pelaku backpacker. Memang terkesan jauh dari mewah tapi dengan mengambil langkah ini dana bisa dialokasikan untuk yang lain.

Pun demikian untuk sarana transportasi. Untuk rombongan bisa menyewa mobil karena harganya cukup merah dan bisa dikemudikan kemana saja. Namun bila hanya sendiri atau berdua bisa menyewa motor.

Khusus untuk beberapa objek wisata di pusat kota bisa menggunakan transporasi umum semisal TransJogja atau bus umum.

5. Buat simulasi biaya

Meski traveling ke Jogja tidak akan menguras kantong ada baiknya untuk tetap membuat simulasi biaya. Simulasi ini bertujuan untuk kontrol jangan sampai over limits.

Sumulasi sederhana tersebut minimal harus mencakup kebutuhan tempat tinggal, transportasi dan logistik. Dan bila ada dana lebih tentunya bisa dianggarkan untuk beli oleh-oleh.

6.Pantau kabar terbaru dari maskapai

Bila 5 hal di atas telah dilakukan untuk terakhir kali pastikan untuk memantau informasi terkini dari maskapai. Jangan sampai nanti ditengah perjalanan terjadi perubahan dan membuyarkan semuanya.

Bila semua hal tersebut telah dipersiapkan ayo segera ambil keputusan kapan ke Jogja.

0 525

Solo Traveler di Jogja tak lengkap rasanya tanpa menjajal armada kebanggaan warga. Apalagi kalau bukan Trans Jogja, bus ber-AC ini hadir tiap hari mulai pukul 05.30 hingga 21.30 WIB.

bus trans jogja

muliaok.wordpress.com


Armada yang telah ada sejak 2008 silam ini dulu hanya ada 6 jalur. Namun kini telah bertambah 9 jalur Trans Jogja yang artinya kini menjadi 15 jalur. Praktis dengan modal beberapa lembar uang seribuan maka bisa keliling Kota Jogja.

Nah bagi kamu yang penasaran silakan simak 15 jalur Trans Jogja dibawah ini untuk liburan hemat ala backpacker;

Jalur 1A

Terminal Prambanan – Halte Prambanan – Jl. Raya Yogya-Solo – Halte Jl. Solo (KR 1) – Bandara Adisutjipto – Halte Bandara Adisutjipto – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Jayakarta) – Jl. Janti – Halte Jl. Solo (Janti Flyover) – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Jogja Bisnis) – Halte Jl. Solo (Gedung Wanita) – Jl. Urip Sumoharjo – Halte Urip Sumoharjo – Jl. Jend. Sudirman – Halte Sudirman 1 – Halte Sudirman 2 – Tugu Jogja – Jl. P. Mangkubumi – Halte Mangkubumi 1 – Halte Mangkubumi 2 – Stasiun Tugu – Jl. Malioboro – Halte Malioboro 1 – Halte Malioboro 2 – Jl. Jend. Ahmad Yani – Halte Ahmad Yani – Jl. Senopati – Halte Senopati 2 – Jl. Sultan Agung – Halte Puro Pakualaman – Jl. Kusumanegara – Halte Kusumanegara 1 – Halte Kusumanegara 3 – Gembiraloka – Halte Kusumanegara (Gedung Juang 45) – Jl. Janti – Halte Gedong Kuning (JEC) – JEC – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Janti) – Halte Jl. Solo (Alfa) – Halte Jl. Solo (Maguwo) – Bandara Adisutjipto – Halte Bandara Adisutjipto – Jl. Raya Yogya-Solo – Halte Jl. Solo (KR 2) – Halte Jl. Solo (Kalasan) – Terminal Prambanan

Jalur 1B

Bandara Adisutjipto – Halte Bandara Adisutjipto – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Jayakarta) – Halte Jl. Solo (Janti) – Jl. Babarsari – Halte J-Walk – Halte Portable Jl. Babarsari – Jl. Seturan Raya – Jl. Raya Kledokan – Jl. Laksda Adisucipto – Jl. Janti – Halte Jl. Solo (Janti Flyover) – Jl. Ringroad Timur – Halte RS. AU Dr.S. Hardjolukito – Jl. Janti – Halte Gedong Kuning (Wonocatur) – Jl. Kusumanegara – Halte Kusumanegara (Gembiraloka) – Halte Kusumanegara 4 – Halte Kusumanegara 2 – Jl. Sultan Agung – Halte Museum Biologi – Jl. Senopati – Halte Senopati 1 – Jl. KHA Dahlan – Jl. Bhayangkara – Jl. Jogonegaran – Jl. Gandekan Lor – Jl. Jlagran Lor – Jl. Tentara Rakyat Mataram – Jl. Tentara Pelajar – Halte Tentara Pelajar 1 – Jl. Diponegoro – Tugu Jogja – Jl. Jend. Sudirman – Halte Sudirman 3 – Jl. Cik Di Tiro – Halte Cik Di Tiro 2 – UGM – Jl. Terban – Halte Jl. Colombo (Kosudgama) – Jl. Colombo – Halte Jl. Colombo (UNY) – Jl. Gejayan (Jl. Affandi) – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Debrito) – Halte Jl. Solo (Ambarukmo) – Jl. Janti – Halte Jl. Solo (Janti Flyover) – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Janti) – Halte Jl. Solo (Alfa) – Halte Jl. Solo (Maguwo) – Bandara Adisutjipto

Jalur 2A

Terminal Jombor – Halte Terminal Jombor – Jl. Magelang – Jl. Ring Road Utara – Halte Ring Road Utara (Monjali 1) – Jl. Monjali – Jl. AM Sangaji – Halte AM Sangaji 2 – Tugu Jogja – Jl. P. Mangkubumi – Halte Mangkubumi 1 – Halte Mangkubumi 2 – Jl. Malioboro – Halte Malioboro 1 – Halte Malioboro 2 – Jl. Jend. Ahmad Yani – Halte Ahmad Yani – Jl. Senopati – Halte Senopati 2 – Jl. Brigjend. Katamso – Halte Katamso 1 – Jl. Kolonel Sugiyono – Halte Sugiono 1 – Jl. Menteri Supeno – Jl. Veteran – Halte RSI Hidayatullah – Jl. Gambiran – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Ngeksigondo – Halte Ngeksigondo (Diklat PU) – Jl. Gedong Kuning – Halte Gedong Kuning (Dep. Kehutanan) – Jl. Janti – Jl. Kusumanegara – Halte Kusumanegara (Gembiraloka) – Gembiraloka – Halte Kusumanegara 4 – Jl. Cendana – Jl. Gayam – Halte Kenari 1 – Jl. Dr. Sutomo – Jl. Krasak – Jl. Laksda Yos Sudarso – Halte Yos Sudarso – Jl. Trimo – Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo – Jl. Jend. Sudirman – Halte Sudirman 1 – Jl. Cik Di Tiro – Halte Cik Di Tiro 2 – UGM – Jl. Terban – Halte Jl. Colombo (Kosudgama) – Jl. Colombo – Halte Jl. Colombo (UNY) – Jl. Gejayan (Jl. Affandi) – Halte UNY – Halte Santren – Jl. Anggajaya – Terminal Condongcatur – Halte Terminal Condongcatur – Jl. Anggajaya – Jl. Ring Road Utara – Halte Ring Road Utara (Manggung) – Halte Ring Road Utara (Monjali 2) – Jl. Magelang – Terminal Jombor

Jalur 2B

Terminal Jombor – Halte Terminal Jombor – Jl. Magelang – Jl. Ring Road Utara – Halte Ring Road Utara (Monjali 1) – Halte Kentungan – Jl. Anggajaya – Terminal Condongcatur – Halte Terminal Condongcatur – Jl. Anggajaya – Jl. Gejayan (Jl. Affandi) – Halte Susteran Novisiat – Halte Sanata Dharma – Jl. Colombo – Halte Jl. Colombo (Samirono) – Jl. Terban – Halte Jl. Colombo (Panti Rapih) – UGM – Jl. Cik Di Tiro – Halte Cik Di Tiro 1 – Jl. Suroto – Jl. Laksda Yos Sudarso – Halte Yos Sudarso – Jl. Trimo – Jl. Dr. Sutomo – Jl. Gayam – Halte Kenari 2 – Jl. Cendana – Jl. Kusumanegara – Halte Kusumanegara 3 – Gembiraloka – Halte Kusumanegara (Gedung Juang 45) – Jl. Gedong Kuning – Halte Gedong Kuning (Banguntapan) – Jl. Ngeksigondo – Halte Ngeksigondo (Basen) – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Gambiran – Jl. Veteran – Halte Pasar Seni Kerajinan Yogyakarta – Jl. Menteri Supeno – Jl. Kolonel Sugiyono – Halte Sugiono 2 – Jl. Brigjend. Katamso – Halte Katamso 2 – Jl. Senopati – Halte Senopati 1 – Jl. KHA Dahlan – Halte KHA Dahlan 1 – Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim – Taman Parkir Ngabean – Halte Ngabean – Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim – Jl. RE Martadinata – Jl. HOS Cokroaminoto – Halte Cokroaminoto (SMA 1) – Halte SMPN 11 – Jl. Pembela Tanah Air – Jl. Tentara Rakyat Mataram – Jl. Tentara Pelajar – Halte Tentara Pelajar 1 – Jl. Diponegoro – Tugu – Jl. AM Sangaji – Halte AM Sangaji 1 – Jl. Monjali – Halte Karangjati – Jl. Ring Road Utara – Halte Ring Road Utara (Monjali 2) – Jl. Magelang – Terminal Jombor

Jalur 3A

Terminal Giwangan – Halte Giwangan – Jl. Kyai Gunomrico – Jl. Imogiri Timur – Jl. Tegalgendu – Halte Tegal Gendu 1 – Jl. Mondorakan – Jl. Nyi Pembayun – Jl. Kemasan – Jl. Gedong Kuning – Halte Gedong Kuning (Dep. Kehutanan) – Jl. Janti – Halte Gedong Kuning (JEC) – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Janti) – Halte Jl. Solo (Alfa) – Halte Jl. Solo (Maguwo) – Bandara Adisutjipto – Halte Bandara Adisutjipto – Jl. Raya Laksda Adisucipto – Jl. Ring Road Utara – Halte Ring Road Utara (Disnaker) – Halte Ring Road Utara (Instiper 2) – Halte Ring Road Utara (UPN) – Jl. Anggajaya – Terminal Condongcatur – Halte Terminal Condongcatur – Jl. Anggajaya – Jl. Ring Road Utara – Halte Ring Road Utara (Manggung) – Jl. Kaliurang – Jl. Teknika Selatan – Jl. Kesehatan – Halte FK-UGM – Jl. Bhineka Tunggal Ika – Jl. Persatuan – Halte Jl. Kaliurang (Kopma UGM) – Jl. Terban – UGM – Jl. Cik Di Tiro – Halte Cik Di Tiro 1 – Jl. Suroto – Jl. Laksda Yos Sudarso – Halte Yos Sudarso – Jl. FM Noto – Halte Kotabaru – Jl. Jend. Sudirman – Halte Sudirman 2 – Tugu – Jl. Diponegoro – Halte Diponegoro – Jl. Tentara Pelajar – Halte Tentara Pelajar 2 – Jl. Tentara Rakyat Mataram – Jl. Jlagran Lor – Halte Jlagran – Jl. Pasar Kembang – Jl. Malioboro – Halte Malioboro 1 – Halte Malioboro 2 – Jl. Jenderal Ahmad Yani – Halte Ahmad Yani – Jl. KHA Dahlan – Halte KHA Dahlan 1 – Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim – Taman Parkir Ngabean – Halte Ngabean – Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim – Jl. Letnan Jenderal MT Haryono – Halte MT Haryono 1 – Jl. Mayjend. Sutoyo – Jl. Kolonel Sugiyono – Halte Sugiono 1 – Jl. Lowanu – Halte Lowanu – Jl. Sorogenen – Halte Sorogenen – Jl. Tegal Turi – Halte Tegal Turi 1 – Jl. Imogiri Timur – Terminal Giwangan

Jalur 3B

Terminal Giwangan – Halte Giwangan – Jl. Kyai Gunomrico – Jl. Imogiri Timur – Jl. Tegal Turi – Halte Tegal Turi 2 – Jl. Sorogenen – Halte Nitikan – Jl. Lowanu – Halte Pa Muhammadiyah – Jl. Kolonel Sugiyono – Halte Sugiono 2 – Jl. Mayjend. Sutoyo – Jl. Letjend. MT Haryono – Halte MT Haryono 2 – Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim – Halte Tejokusuman – Taman Parkir Ngabean – Halte Ngabean – Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim – Jl. KHA Dahlan – Halte KHA Dahlan 2 – Jl. Bhayangkara – Jl. Jogonegaran – Jl. Gandekan Lor – Jl. Jlagran Lor – Jl. Tentara Rakyat Mataram – Jl. Tentara Pelajar – Halte Tentara Pelajar 1 – Jl. Diponegoro – Tugu Jogja – Jl. Jenderal Sudirman – Halte Sudirman 3 – Jl. Cik Di Tiro – Halte Cik Di Tiro 2 – Jl. Terban – UGM – Jl. Persatuan – Halte Jl. Kaliurang (Pertanian UGM) – Jl. Bhineka Tunggal Ika – Jl. Kesehatan – Halte RSUP Dr. Sardjito – Jl. Teknika Utara – Jl. Kaliurang – Jl. Ring Road Utara – Halte Kentungan – Jl. Anggajaya – Terminal Condongcatur – Halte Terminal Condongcatur – Jl. Anggajaya – Jl. Ring Road Utara – Halte Ring Road Utara (JIH) – Halte Ring Road Utara (Stikes Guna Bangsa) – Halte Ring Road Utara (Instiper 1) – Halte Ring Road Utara (Binamarga) – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Maguwo) – Bandara Adisutjipto – Halte Bandara Adisutjipto – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Jayakarta) – Jl. Janti – Halte Jl. Solo (Janti Flyover) – Halte RS. AU Dr.S. Hardjolukito – Halte Gedong Kuning (Wonocatur) – JEC – Jl. Gedong Kuning – Halte Gedong Kuning (Banguntapan) – Jl. Kemasan – Jl. Nyi Pembayun – Jl. Mondorakan – Jl. Tegal Gendu – Halte Tegal Gendu 2 – Jl. Imogiri Timur – Terminal Giwangan

Jalur 4A

Terminal Giwangan – Halte Giwangan – Jl. Kyai Gunomrico – Jl. Imogiri Timur – Jl. Pramuka – Halte SMK Muhammadiyah 3 – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Menteri Supeno – Halte Portable Jl. Menteri Supeno 1 – Jl. Tamansiswa – Halte Portable Jl. Taman Siswa – Jl. Sultan Agung – Halte Museum Biologi – Jl. Gajah Mada – Jl. Hayam Wuruk – Halte Hayam Wuruk – Jl. Lempuyangan – Jl. Tukangan – Jl. Yos Sudarso – Halte Yos Sudarso – Jl. Tukangan – Jl. Lempuyangan – Halte Portable Jl. Lempuyangan – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Gajah Mada – Jl. Sultan Agung – Halte Puro Pakualaman – Jl. Tamansiswa – Halte Taman Siswa – Jl. Menteri Supeno – Halte Portable Jl. Menteri Supeno 2 – Jl. Pramuka – Halte UAD – Jl. Imogiri Timur – Jl. Imogiri Timur – Terminal Giwangan

Jalur 4B

Terminal Giwangan – Halte Giwangan – Jl. Kyai Gunomrico – Jl. Imogiri Timur – Jl. Pramuka – Halte SMK Muhammadiyah 3 – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Veteran – Jl. Pandeyan – Portable Jl. Pandeyan 1 – Jl. Glagahsari – Portable Jl. Glagahsari – Jl. Kusumanegara – Halte Kusumanegara 3 – Jl. Kenari – Halte SGM – Jl. Ipda Tut Harsono – Jl. Timoho – Halte APMD 1 – Halte UIN Sunan Kalijaga 1 – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Gedung Wanita) – Jl. Urip Sumoharjo – Halte Urip Sumoharjo – Jl. Jend. Sudirman – Halte Sudirman 1 – Jl. Suroto – Jl. Yos Sudarso – Halte Yos Sudarso – Jl. Langensari – Halte AA YKPN – Jl. Munggur – Jl. Laksda Adisucipto – Halte Jl. Solo (Debrito) – Jl. Timoho – Halte UIN Sunan Kalijaga 2 – Halte AMPD 2 – Jl. Ipda Tut Harsono – Jl. Kenari – Halte SMKN 5 – Jl. Kusumanegara – Halte Kusumanegara 4 – Jl. Glagahsari – Portable MMUTY Jl. Glagahsari – Jl. Pandeyan – Portable Jl. Pandeyan 2 – Jl. Veteran – Halte Pasar Seni Kerajinan Yogyakarta – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Pramuka – Halte UAD – Jl. Imogiri Timur – Jl. Kyai Gunomrico – Terminal Giwangan – Halte Giwangan

Jalur 5A

Terminal Jombor – Jalan Magelang – Jalan Jambon – Halte Sindu Kusuma Edupark – Jalan Magelang – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Dr Sarjito – Bunderan UGM – Jalan Colombo – Jalan Gejayan – Jalan Urip Sumoharjo – Jalan Solo – Jalan Kledokan – Ring Road Utara – UPN – Terminal Condongcatur – Jalan Kaliurang – MM UGM – Jalan Teknika Selatan – Jembatan UGM – Jalan Monjali – Monjali – Halte Jombor

Jalur 5B

Terminal Jombor- Ringroad Utara – Monjali – Jalan Monjali – Jembatan UGM – Jalan Teknika Selatan – MM UGM – Jalan Kaliurang – Terminal Condongcatur – UPN – Ringroad Utara – Jalan Kledokan – Jalan Solo – Jalan Urip Sumoharjo – Jalan Gejayan – Jalan Colombo – Bunderan UGM – Jalan DR Sardjito – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Magelang – Halte Sindu Kusuma Edupark – Jalan Jambon – Jalan Magelang – Terminal Jombor

Jalur 6A

Halte Ngabean – Jalan Wahid Hasyim – Jalan Surowijayan – Simpang empat belok ke barat Letjen S. Parman – Jalan Bugisan – SMKI Yogyakarta – Ringroad Selatan – Ringroad Barat – UMY – Simpang tiga Gamping ke barat – Jalan Wates – Pasar Gamping Park and Ride – kembali ke timur – Pasar Gamping – Pelem Gurih – Bayeman – Simpang Tiga Sonosewu – Jalan Sonosewu – Patangpuluhan – Letjen S. Parman – Wahid Hasyim – Ngabean.

Jalur 6B

Ngabean – Jalan Wahid Hasyim – Jalan Letjen S Parman – Patang Puluhan – Jalan Sonosewu – Simpang Tiga Sonosewu – Bayeman – Pelem Gurih – Pasar Gamping – Jalan Wates – Simpang Tiga Gamping – UMY – Ringroad Barat – Ringroad Selatan – SMKI Yogyakarta – Jalan Bugisan – Jalan Surowijayan – Jalan Wahid Hasyim Halte Ngabean

Jalur 7

Terminal Giwangan – Jalan Imogiri Timur (dalam Ringroad) – Jalan Pramuka – Perintis Kemerdekaan – Veteran – Simpang Empat Warungboto – Jalan Ki Penjawi – Rejowinangun – Simpang Empat Gedongkuning – Jalan Wonosari – Ringroad Timur – Simpang Empat Blok O – Jalan Janti – Jalan Babarsari – Seturan – Jalan Kledokan – Jalan Solo – Jalan Janti. Dari sini bus kembali melewati Jalan Janti dengan jalur yang sama hingga kembali ke Terminal Giwangan.

Jalur 8

Ngaglik – Tegalrejo – Gedongtengen – Wirobrajan – Mantrijeron – Sewon – Mergangsan – Kraton dan kembali ke jalur semula

Jalur 9

Ngaglik – Mlati – Tegalrejo – Jetis – Gedongtengen – Wirobrajan – Mantrijeron – Sewon – Kotagede

Jalur 10

Banguntapan – Kotagede – Umbulharjo – Gondokusuman – Pakualaman – Danurejan – Gondomanan – Ngampilan – Wirobrajan – Gamping

Jalur 11

Ngemplak – Gondukusuman – Tegalrejo – Jetis – Gedongtengen – Ngampilan – Wirobrajan – Keraton – Mantrijeron – Sewon – Kotagede

0 567

Suka bepergian sendirian atau istilahnya solo traveler dan Jogja menjadi target wisata kamu. Mungkin ini ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.

ogoh-ogoh

kanaljogja.com


Tujuaannya tak lain dan tak bukan menjadikan liburan terasa lebih maksimal. Tak ada penyesalan kemudian meski hanya seorang diri.

Sebelum memutuskan solo traveler ke Jogja ada baiknya kamu perhatikan beberapa hal dibawah ini;

1. Cermati Kalender Wisata

Hampir tiap bulan di Jogja terdapat event menarik yang bersifat budaya. Perayaan ini hanya terjadi satu tahun sekali dan tentunya akan sangat disayangkan kalau sampai terlewatkan.

Oleh karena itu sebelum memutuskan ada baiknya cari informasi yang cukup. Cara cari info juga sangat mudah dengan bantukan mesin pencari atau mengecek kalender wisata di Jogja.

2. Perhatikan Budget

Jer basuki mawa beo, demikian pepatah Jawa ini sering muncul yang artinya lebih kurang semua kesenangan itu ada nilainya. Dengan mengetahui budget atau anggaran yang kita miliki maka kita bisa menentukan alat transportasi dipilih hingga lokasi menginap.

3. Susun Jadwal dengan Seksama

Bila kamu berada diluar Jogja dan butuh waktu selama beberapa jam perjalanan ada baiknya susun jadwal dengan detail. Jangan sampai terlena dan akhirnya tujuan wisata tidak tuntas.

Jadwal ini setidaknya akan mengingatkan kita bahwa masih ada beberapa objek wisata yang harus dituju dan diselesaikan. Jadwal ini setidaknya ada perkiraan mulai dari berangkat hingga nanti kembali ke kota asal.

4. Pilih Transportasi yang Pas

Masih ada kaitan dengan budget, alat transportasi yang dipilih untuk ke Jogja bisa menggunakan bus atau kereta api. Kalau cukup dana yang melimpah ada baiknya menggunakan pesawat terbang.

Begitu juga selama di Jogja, kamu bisa menyewa mobil yang tarifnya perhari mulai Rp 250 ribu atau menyewa motor dengan tarif sekitar Rp 75 ribu.

Kedua jenis kendaraan tersebut tentu ada plus minusnya. Bila ingin liburan lebih berkesan dan bisa membaur dengan masyarakat sekitar tentu lebih disarankan menggunakan roda dua.

5. Pilih Penginapan yang Sesuai

Tak ada dana yang banyak untuk menginap dihotel atau penginapan yang wah bisa coba hotel ala backpacker. Di Jogja terdapat beberapa penginapan yang bentuknya menyerupai bangsal dimana dalam satu kamar ada 4 hingga 8 bed.

Bila solo traveler ingin lebih berkesan bisa tinggal dengan rumah warga khususnya dipedesaan. Mereka rata-rata sangat senang dan ramah terhadap pendatang yang liburan ke Jogja.

6. Siapkan Perlengkapan Pribadi

Salah satu indikator solo traveler tentu saja dengan adanya berbagai perlengkapan pribadi. Karena kamu tidak bisa berharap difoto teman kamu maka tongsis tentu menjadi syarat mutlak.

Selain itu jangan lupa beberapa keperluan pribadi semisal sabun, pasta gigi dan sikat gigi. Obat-obatan standar pastikan juga selalu ada karena bisa jadi suatu saat akan dibutuhkan.

Nah kalau kamu sudah memperhatikan beberapa tips diatas maka kamu sudah bisa mencoba menjadi solo traveler ke Jogja sekarang juga.

0 398

Bagi kamu yang pernah tinggal di Kota Gudeg pasti pernah mendengar garis imajiner Jogja. Antara ada dan tiada garis ini menghubungkan Gunung Merapi, Tugu Jogja, Keraton, Panggung Krapyak dan berakhir di Pantai Parangkusumo.

grand livina

proleevo.wordpress.com


Uniknya disetiap titik yang dilewati garis tersebut terdapat objek wisata yang begitu populer di Jogja. Garis yang bermula di Gunung Merapi ini dapat dikunjungi dengan mobil Grand Livina.

Meski bertitel mobil keluarga paling nyaman dan irit tapi mampu menerobos tanjakan hingga ke kaki Gunung Merapi. Saat yang paling tepat berkunjung tentu saja pada pagi hari.

Saat mentari menyingsing ada baiknya mobil kesayangan sudah terparkir di Kali Kuning. Objek wisata yang pernah porak poranda kala lahar dingin menerjang ini mampu memberi gambaran akan dahsyatnya ciptaan Tuhan.

Berhenti sejenak untuk menghirup udara segar akan membuat paru-paru lebih fresh. Terlebih saat dinginnya embun masih terasa.

Puas menikmati suasana pagi dipetilasan Mbah Marijan ada baiknya untuk meluncur ke selatan. Alternatif terbaik adalah melalui jalan Kaliurang yang begitu kesohor kemudian masuk Jalan AM sangaji untuk sampai Tugu Jogja.

Sebelum sampai icon Jogja paling populer tersebut ada baiknya untuk sarapan di Soto Sampah Tugu. Letaknya yang hanya beberapa puluh meter dari Tugu Jogja membuat warung sederhana tersebut tak muat menampung pembeli.

Grand Livina dengan teknologi canggihnya mampu mengantar pengguna dengan nyaman dan irit. Bahan bakar seolah tak berkurang karena armada yang satu ini benar-benar hemat dan sesuai kebutuhan.

Kemewahan tersebut akan semakin terasa manakala menerapkan eco driving. Dimana teknik ini selain menghemat konsumsi bahan bakar juga mengurangi tingkat resiko kecelakaan.

Poin penting dari teknik eco driving adalah mengemudi lebih terkontrol, lebih berhati-hati tanpa emosi, bertanggung jawab, dan tentunya terhindar dari stress. Bila hal ini diterapkan dengan baik maka bisa dipastikan berkendara akan sangat nyaman dan irit.

Bukan tanpa data, hal ini pernah dilombakan dalam event Tantangan 7 Liter Jakarta Bandung. Dan benar saja peserta mampu melewati perjalanan tanpa harus isi ulang bahan bakar. Saat ini mungkin tak ada lagi jenis mobil keluarga atau MPV yang mampu melakoninya.

Jalan yang berkelok seolah bukan hambatan melainkan sebua keseruan. Dimana handling yang mantap dan suspensi yang empuk membuat seluruh penumpang nyaman meski terjadi goncangan.

Kualitas material interior yang meyakinkan membuat siapa saja yang mengendari makin pede. terlebih bagi mereka yang sedang membawa orang-orang yang disegani.

Mobil yang mampu menampung banyak orang tentu bisa mengajak keluarga dan orang terkasih. Bisa berkumpul dalam satu mobil untuk menikmati keindahan Kota Jogja tentu menjadi nilai tambah untuk Grand Livina.

Usai sarapan tak ada salahnya tetap memarkir mobil di tempat tersebut. Melanjutkan perjalanan ke Tugu Jogja menjadi opsi terbaik.

Dari kejauhan nampak Grand Livina mampu mencuri fokus mereka yang lalu lalang. Apalagi kalau bukan karena tampilannya yang ciamik.

Desain body yang memanjang seolah menjadi ciri khas. Terlebih ground clearance yang cukup rendah mampu menegaskan bahwa mobil ini benar-benar istimewa.

Tak perlu waktu lama untuk ambil foto dan melanjutkan perjalanan ke Keraton melalui Malioboro. Perlu dicatat untuk datang ke Istana Raja Jogja ini agar jangan terlalu siang.
Pasalnya hanya dibuka dari pagi hingga pukul 14.00 WIB. Bila terlambat sedikit saja bisa pupus harapa untuk menikmati keindahan cagar budaya nasional tersebut.

Waktu beranjak sore dan bila ingin menuntaskan penyusuran garis imajiner Jogja maka ada baiknya segera bergerak ke selatan melalui Panggung Krapyak.

Saat sampai disini tidak perlu berhenti dan cukuplah mengitari dengan menggunakan mobil agar tidak ada waktu terbuang. Kala senja ada baiknya sudah sampai di Pantai Selatan.

Baik itu Pantai Parangkusumo maupun Pantai Parangtritis keduanya sama-sama istimewa. Menjadi lokasi yang pas untuk berburu sunset atau matahari terbenam.

Tak ada salahnya untuk mengabadikan momen terbaik dengan tungganggan Grand Livina. Dari sisi manapun tetap layak diacungi jempol.

Kendaraan keluarga yang satu ini senantiasa berinovasi untuk memberikan yang terbaik. Dengan dapur pacu 4 Cylinder Inline, 16 Valve, DOHC and Twin VTC (Variable-valve Timing Control) ini memberikan garansi performa terbaik.

Terlebih dengan sokongan silinder 1498 cc tentukan membuat mobil ini makin ciamik. Sistem pemasukan bahan bakar menggunakan ECCS (Electronic Concentrate-engine Control System) semakin memantapkan Grand Livina menjadi yang terbaik dikelasnya.

Adanya system ABS (anti-lock braking system), EBD (electronic brake-force distribution), sensor parker dan rearview camera membuat siapa saja yang mengendarai pede bahwa kendaraan ini benar-benar super aman.

Untuk lebih memanjakan penumpang yang ada di dalamnya maka dalam tiap unitnya terpasang Low-fatigue front seat, Circular ac vents, Rear ac vents, Sound-absorbing materials, 2 din touchscreen wide display headunit, Roof monitor (hws autech type only). Semua itu sengaja disematkan untuk membuat siapapun betah berlama-lama di dalamnya.

Tuntas sudah pengembaraan dari Ujung Utara hingga Ujung Selatan Jogja menggunakan Grand Livina. Terbukti mobil keluarga ini tanggung disegala medan.

Medan di pegunungan, pedesaan, kota dan tepi pantai di lalui dengan sangat mulus. Bahkan pada beberapa titik tikungan tajam juga tak terasa. Menjadi rekomendasi mobil terbaik bagi mereka yang menginginkan kendaraan bukan sebatas tampilan. Lebih dari itu tentu saja fungsi, keamanan dan kenyamanan yang menjadi prioritas utama.

0 267

Sama dengan belanja barang di pasar tradisional, sewa apartemen pun butuh keahlian bernegoisasi loh sehingga Anda akan mendapat harga sewa yang murah. Tentu cara negosiasi harga sewa apartemen ini akan jauh berbeda, karena Anda tidak bisa seenaknya ketika menawar harga sewa.

sewa apartemen

gambar-rumah.com


Jelas, apartemen sendiri tergolong sebagai hunian mewah dan tidak sembarangan Anda bisa meminta harga sangat murah ketika ingin menyewanya.

Biasanya, untuk mengajukan penawaran harga tentu Anda harus lebih dulu melakukan riset seperti cek lokasi, fasilitas apartemen yang akan didapatkan dan juga review tentang apartemen tersebut. Yuks ah, kita bahas mengenai cara bernegosiasi tersebut.

Lakukan Riset

Lakukan riset sedini mungkin, jika perlu sediakan waktu minimal 1 bulan (paling lama) untuk dapatkan semua informasi mengenai apartemen tersebut. Adapun tips dalam melakukan riset ini:
• Kapan penawaran sewa ini habis, dan pikirkan juga kapan Anda akan pindah dari tempat tinggal sebelumnya.

• Jangan terlalu cepat mengambil keputusan, tapi negoisasinya juga terlalu buru-buru yah. Karena faktor ini akan mmebuat Anda bisa stress loh.

• Siapkan diri Anda dan juga informasi secara lengkap sebelum melakukan negoisasi, sehingga posisi Anda nanti akan lebih kuat.

Cari dan pertimbangkan waktu negosiasi yang tepat

Memilih waktu yang tepat juga akan menentukan proses nego ini loh. Jangan pernah melakukan nego di awal bulan, karena biasanya pemilik apartemen akan sulit diajak untuk ketemuan dan bernegoisasi karena yakin bahwa apartemennya banyak dicari. Beberapa hal yang mesti diperhatikan:

• Proses nego bisa dilakukan pada akhir bulan karena si pemilik unit apartemen yang disewakan cenderung lebih fleksibel dan tidak ingin membuat apartemen tersebut kosong hingaa berbulan-bulan.

• Jika lokasi apartemen berada dekat dengan kampus, jangan pilih waktu untuk negoisasi sebelum semester baru dimulai. Karena ini merupakan waktu sibuk para mahasiswa mencari apartemen yang disewakan.

• Banyak informasi menyatakan bahwa periode orang pinah itu antara bulan Mei dan September setiap tahunnya. Nah, manfaatkan akhir tahun untuk mencari apartemen yang disewakan dan bisa jadi harganya bisa lebih murah.

Mau dapet harga sewa yang murah, maka setidaknya perhatikan 2 poin di atas! Semoga ini bisa membantu Anda menemukan apartemen yang diinginkan.

0 1614

8 Hal Yang Hanya Diketahui Oleh Mahasiswa Jogjakarta – Selain dikenal sebagai kota wisata, Jogjakarta juga dikenal sebagai kota pelajar. Berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta tersebar hampir disetiap sudut kota.

Tak heran jika jumlah pelajar atau mahasiswa di Jogjakarta mencapai puluhan ribu setiap tahunnya. Bahkan jika diperhatikan, dipusat-pusat perbelanjaan ataupun pelayanan umum lebih banyak didominasi oleh mahasiswa dari luar daerah dari pada penduduk asli Jogja.

Tinggal di kota yang kental dengan kebudayaan jawa, membuat mahasiswa Jogja mau tidak mau juga akan terbiasa dengan budaya disana.

Bahkan ada beberapa hal unik lainnya yang tidak bisa ditemui di kota pelajar lainnya. Dan berikut 8 hal yang hanya dialami oleh sebagian besar mahasiswa Jogjakarta.

  • Mahasiswa Jogja Sering Menghabiskan Hari Minggu Paginya Di Sunday Morning
sunmor jogja

yogyatrip.com

Sunday Morning atau biasa disingkat Sunmor merupakan pasar dadakan yang hanya ada pada hari minggu pagi saja, antara pukul 05.00 – 12.00 WIB.

Pasar ini berlokasi di sekitar lembah UGM, yakni di jalan Notonegoro yang berada diantara kampus UGM dan UNY. Barang dan makanan yang dijual disini sangat beragam dan murah. Tak heran jika sunmor menjadi pilihan para mahasiswa untuk berbelanja dan menghabiskan hari minggu pagi mereka.

  • Mahasiswa Jogja Sering Makrab Di Kaliurang
makrab jogja

komap.umy.ac.id

Makrab atau malam keakraban merupakan sebuah acara yang diadakan oleh mahasiswa atau komunitas untuk saling menjalin keakraban antar anggota.

Mahasiswa Jogja pun juga tidak lepas dari kegiatan satu ini. Dan salah satu tempat favorit yang digunakan mahasiswa Jogja untuk Makrab adalah di Kaliurang.

Lokasinya yang terletak di dataran tinggi membuat Kaliurang terasa sangat sejuk dan nyaman. Disini terdapat banyak sekali villa yang dapat disewa untuk kegiatan makrab dalam beberapa hari. Harganyapun bervariasi disesuaikan dengan pilihan villa dan jumlah peserta.

  • Mahasiswa Jogja Pasti Sering Ke Burjo
warung burjo jogja

dedi-styawan.blogspot.co.id

Burjo merupakan salah satu tempat makan andalan bagi mahasiswa Jogja. Awalnya banyak yang mengira bahwa Burjo adalah singkatan dari warung bubur kacang hijau.

Namun di warung mungil ini tersedia banyak menu makanan dengan harga yang cocok bagi kantong mahasiswa. Burjo tidak hanya menjadi tempat favorit bagi mahasiswa.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Jogja juga merasa belum lengkap jika belum mencicipi makanan di Burjo. Namun jangan heran jika antar warung Burjo memiliki bentuk warung, jenis makanan, serta rasa yang hampir sama.

  • Jangan Ngaku Mahasiswa Jogja Kalo Gak Pernah Makan Di Angkringan
bakpiakinanthi.com

bakpiakinanthi.com

Angkringan merupakan julukan bagi pedagang makanan dengan menggunakan gerobak sederhana beratap terpal plastic. Nasi kucing merupakan menu andalan dari seluruh angkringan yang ada di Jogjakarta.

Selain itu, berbagai lauk pauk juga tersedia dengan lengkap. seperti sate telur puyuh, sate usus, gorengan, dan berbagai minuman. Walaupun hanya bertempat di pinggir jalan, atau di pinggiran toko yang tutup, namun angkringan menjadi pilihan favorit para mahasiswa karena harganya yang cukup murah.

  • Mahasiswa Jogja Non UGM Pun Pasti Sering Muter-Muter Disekitar UGM Untuk Sekedar Mampir
Kampus UGM

residence.ugm.ac.id

Kampus UGM memang sangat luas dan terletak ditengah kota Yogjakarya. Sehingga tidak heran jika jalanan sekitar UGM pun menjadi jalan umum yang boleh dilalui oleh siapapun.

Tidak hanya mahasiswa UGM dan masyarakat umum Jogja saja, namun mahasiswa dari perguruan tinggi lain juga sering mengelilingi kampus UGM hanya untuk main atau sekedar mampir.

  • Mahasiswa Asli Jogja Pasti Pasti Paham Istilah “Jakal”, “Jamal”, “Concat” Dll
www.sayangi.com

www.sayangi.com

Sebagai mahasiswa Jogjakarta anda pasti sudah tidak asing dengan beberapa istilah seperti Jamal, Jakal, Concal, Alkid, Altar, dan masih banyak lainnya.

Istilah tersebut merupakan kependekan dari beberapa nama lokasi dan nama jalan yang hanya ada di Jogjakarta. Seperti Jamal singkatan dari Jalan Kaliurang, Altar singkatan dari Alun-alun Utara, dan Concat singkatan daro Condong Catur.

  • Sebagian Mahasiswa Jogjakarta Pasti Sering Belanja Di Mirota Kampus

Mirota Kampus menjadi tempat andalan mahasiswa untuk berbelanja. Selain harganya yang murah, semua kebutuhan juga tersedia secara lengkap. Terkadang, diawal bulan Mirota Kampus sangat ramai dikunjungi oleh mahasiswa.

  • Mahasiswa Jogja Pasti Merasa Setiap Titik Di Jogja Itu Romantic, Seperti Kata Bapak Anies Baswedan
visitingjogja.com

visitingjogja.com

Ya, sebagai seseorang yang pernah tinggal atau menempuh pendidikan di Kota Pelajar para mahasiswa Jogjakarta pasti setuju jika setiap titik di Jogjakarta itu romantic. Seperti Puncak Bintang, jalan Malioboro, Istana ratu Boko, dan masih banyak lainnya.

Berkunjung ke tempat-tempat tersebut pasti banyak ditemui muda-mudi yang jalan bersama pasangannya.

 

0 570

DOcar menjadi aplikasi andalan bagi siapa saja yang berlibur ke Jogja dan sekitarnya. Bukan itu saja, ternyata jangkauan mereka juga telah merambah ke Solo dan Semarang.

autoindonesia.com

autoindonesia.com


Saat ini mereka memang baru melayani konsumen sebatas tiga kota di pusat Pulau Jawa ini. Namun jangan salah dalam waktu dekat DOcar akan melakukan ekspansi besar-besaran hingga ke seluruh nusantara.

Layaknya aplikasi online yang kini mulai bertebaran. Namun yang satu ini layak menjadi ‘jujugan’ utama. Selain faktor servis dan harga kompetitif tapi mereka tahu betul akan kearifan lokal masyarakat setempat.

Bagaikan memiliki guide pribadi, yang mana setiap driver tahu betul jalan terbaik yang harus dituju hingga ke tujuan. Tak ada lagi alasan terlambat atau terjebak waktu membuat waktu bisa dioptimalkan sebaik mungkin untuk liburan.

Manakala hendak liburan ke Jogja ada baiknya dipetakan terlebih dahulu. Akan kemana saja dan peserta berapa orang.

Jangan sampai salah perhitungan dan pada ujungnya liburan tidak optimal. Dengan memperhatikan jumlah orang dan lokasi objek wisata hendak dituju kita bisa memilih unit atau kendaraan terbaik.

Bukan jamannya lagi manakala liburan itu hanya memperhatikan objek wisata yang akan dituju dan hotel atau lokasi menginap. Lebih penting dari itu adalah transportasi dari tempat menginap hingga lokasi

Aplikasi yang memanjakan pengguna tetap menjadi prioritas utama. Dan semua itu kini dalam genggaman, cukup dengan smartphone dan semua masalah teratasi.

Untuk menggunakan aplikasi ini sangatlah mudah. Cukup mendownload ke playstore dan selanjutnya mengisi form tersedia selengkap mungkin.

Dalam prakteknya untuk menggunakan aplikasi DOcar sangatlah mudah. Cukup 3 langkah dan semua teratasi, muali dari memasukan data perjalanan, memilih mobil terbaik dan terakhir lakukan pembayaran.

Metode pembayaran juga jauh lebih aman. Menggunakan pihak ketiga yakni perbankkan akan memberi rasa aman untuk seluruh para pengguna. Tak ada lagi rasa takut atau was-was kelak liburan akan membengkak.

Menjadi pilihan apakah akan di bayar lunas atau cukup membayar 25% dari total tagihan. Jika masih ada kemungkinan di cancel ada baiknya bayar 25% terlebih dahulu.

Namun bila telah pasti silakan bayar penuh. Metode ini juga untuk mengamankan diri.

Jangan sampai sudah berada di Jogja dan tinggal menikmati waktu liburan kandas hanya karena mobil sewaan habis. Terlebih pada musim liburan dimana seluruh rental dipastikan soldout.

Bila ingin melihat informasi menarik semisal promo maka disarankan untuk membuka aplikasi DOcar. Ada baiknya pula untuk mengecek beberapa harga guna mendapat harga terbaik. Dan apabila ada kendala dalam prosesnya pihak customer care siap membantu.

Patut dicatat bahwa karya anak negeri ini setidaknya memiliki 4 keunggulan. Adapun kelebihan yang ditawarkan selain mudah dan fleksibel serta harga termurah, masih ada banyak pilihan dan tentu saja sesuai pilihan.

Untuk varian armada selain mengandalkan mobil keluarga minibus semisal Avanza dan Xenia masih ada mobil mewah bila ingin dikehendaki. Mobil-mobil tersebut tentu telah memenuhi kriteria standar.

Selain mesin dalam kondisi prima, seluruh armada juga dipastikan bersih dan wangi. Tak ada lagi bau rokok atau apek dan bagi kaum hawa hal ini tentu menjadi pertimbangan utama.

Perihal keamanan menjadi sesuatu yang utama. Selain terdapat informasi detail unit baik itu jenis dan nomor polisi masih ada invoice yang dapat dicetak.

Selain itu pengguna dapat mengecek lokasi unit yang akan dipakai. Dengan demikian pengguna tidak akan menunggu terlalu lama.

Hingga saat ini DOcar masih terus melakukan inovasi. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah bagaimana memberikan layanan yang terbaik untuk setiap pelanggan.

1 724

Traveling dan mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang saya pilih untuk mengisi liburan. Dan kini tak kurang dari 50 pesona alam Indonesia pernah saya datangi.

kanaljogja.com

kanaljogja.com


Mulai dari Sumatera bagian selatan, sebagian Sulawesi, sebagian Papua, Bali, Ambon dan tentu saja Pulau Jawa pernah saya sambangi. Memang bukan traveling sepenuhnya karena saya bisa mendapatkan itu semua dalam rangka pekerjaan atau penugasan dari kantor.

Latar belakang sebagai jurnalis dan HR Area memaksa saya untuk senantiasa pindah dari satu kota ke kota lain. Bahkan saya ingat betul dulu di akhir tahun 2010 saya pernah berkeliling dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Ambon, Sorong dan 9 kota di Sulawesi.

Sebuah pengalaman yang sangat luar biasa tentunya. Dimana beberapa hari sekali harus masuk bandara dan berburu tiket pesawat untuk melanjutkan perjalanan.

Di Indonesia kini tersedia banyak maskapai penerbangan yang bisa di pilih. Diantara beberapa maskapai tersebut tentu saja memiliki kelebihan dan kelemahan.

Sudah menjadi naluri dan keharusan manakala berada dalam satu kota selain menyelesaikan pekerjaan juga harus menuntaskan hasat traveling. Seusai jam kerja dipastikan bukan lagi kembali ke hotel atau penginapan tapi agenda selanjutnya adalah jalan-jalan ke lokasi yang menjadi icon.

Salah satu lokasi yang banyak dipilih tentu saja objek wisata pantai. Selain mudah dijangkau waktu yang diperlukan juga tidak terlalu lama.

Tak dapat dibayangkan bila waktu yang mepet harus diadu dengan ego untuk naik gunung. Yang ada badan akan sakit dan pekerjaan dipastikan tidak akan kelar karena energi telah habis.

Untuk menyiasati hobi naik gunung dan berpetualang serta menikmati pesona alam Indonesia maka biasanya saya mengambil waktu saat “stay” cukup lama. Kegiatan bermain di alam bebas itupun biasanya ditemani oleh teman-teman cabang yang mana mereka sudah tahu betul akan situasi dan kondisi.

Lain halnya ketika di Jogja. Setiap ada waktu luang kegiatan yang dipilih pasti traveling.

Jogja memiliki kekayaan alam yang tidak akan habis untuk dieksplore selama berbulan-bulan. Selalu saja akan ditemukan lokasi menarik yang kemudian harus didatangi.

Kegiatan mendaki gunung kini bukan lagi prioritas. Selain masalah waktu juga terkendala fisik yang mungkin tidak setangguh dulu.

Memiliki kegiatan yang sesuai dirasa lebih baik daripada memaksakan kehendak yang ujung-ujungnya bisa jadi akan menyusahkan diri sendiri.

Pernah juga dulu melakukan pendakian paling konyol. Gunung Sindoro Jawa Tengah dan Gunung Ciremai menjadi sasaran. Seorang diri tanpa rekan naik gunung dan alhamdulilah sampai puncak meski kesepian.

Sewaktu masih duduk di bangku STM pernah juga dalam satu minggu naik 3 gunung. Gunung Sumbing, Gunung Merapi dan Gunung Lawu yang menjadi objek sasaran. Kala itu alasannya sangat sederhana yakni karena ada sponsor atau donatur.

Dan bagi kamu yang suka traveling dan belum ke Jogja ada baiknya berkunjung ke sini. Banyaknya objek wisata yang ditawarkan memberi alternatif bahwa Jogja menjadi miniatur pesona alam Indonesia.

Akses yang mudah menjadi nilai lebih. Bandara Adisucipto yang telah berkelas internasional siap menyambut siapa saja untuk berlibur di Jogja.

Khusus bagi kamu yang ingin naik Gunung Merapi ada baiknya konsultasi terlebih dahulu dengan sesepuh dan petugas penjaga gunung setempat. Jangan sampai ketika terjadi larangan memksa naik dan berakibat fatal.

Begitu juga dengan kamu yang hobi bermain dipantai. Pastikan kondisi cuaca cukup baik dan gelombang ombak tidak terlalu tinggi.

Seperti yang diketahui bahwa cuaca di tanah air dalam beberapa waktu terakhir tidak stabil. Sering terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi dibeberapa titik yang bisa saja mengganggu kenyamanan liburan.