7 Manfaat Asam Folat Selama Masa Kehamilan, Cegah Keguguran Salah Satunya!

Kehamilan merupakan masa penting yang membutuhkan perhatian khusus terhadap asupan nutrisi. Salah satu nutrisi yang sangat esensial adalah asam folat, vitamin B9 yang berperan besar dalam perkembangan janin.

ilustrasi-ibu-hamil-makan-sehat_kaya asam folat

Getty Images/iStockphoto/ronnachaipark

Banyak penelitian menunjukkan bahwa asam folat mampu membantu mencegah berbagai risiko kesehatan pada ibu dan bayi, sehingga konsumsi yang cukup selama masa kehamilan sangat disarankan. Nutrisi ini bisa diperoleh melalui makanan maupun suplemen, tergantung kebutuhan individu dan rekomendasi dokter.

Selain itu, manfaat asam folat tidak hanya terbatas pada trimester awal kehamilan, tetapi juga berlanjut hingga persalinan. Dari mendukung pembentukan tabung saraf hingga meningkatkan kualitas darah ibu, asam folat menjadi salah satu pilar utama kesehatan ibu hamil.

7 Manfaat Asam Folat Selama Masa Kehamilan

Sebelum membahas tiap manfaatnya, perlu dipahami bahwa asam folat bekerja secara menyeluruh, mendukung kesehatan ibu sekaligus perkembangan bayi. Berikut tujuh manfaat utama yang perlu diketahui:

1. Mencegah Cacat Tabung Saraf pada Janin

Asam folat berperan penting dalam pembentukan sistem saraf bayi sejak awal masa kehamilan. Konsumsi asam folat yang cukup membantu mencegah kelainan serius seperti spina bifida dan anensefali, yang terjadi akibat kegagalan pembentukan tabung saraf.

Jika tabung saraf tidak berkembang sempurna, hal ini dapat berakibat fatal pada tumbuh kembang bayi. Karena itu, ibu hamil sangat disarankan mengonsumsi asam folat sejak masa persiapan kehamilan hingga trimester pertama.

2. Mengurangi Risiko Keguguran

Keseimbangan nutrisi, termasuk asam folat, berhubungan erat dengan keberlangsungan kehamilan. Kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko keguguran atau komplikasi lain pada awal kehamilan.

Berkat menjaga kadar asam folat tetap optimal, tubuh ibu menjadi lebih siap dalam mendukung perkembangan janin. Hal ini memberikan peluang lebih besar bagi kehamilan yang sehat hingga persalinan.

3. Membantu Pembentukan Sel Darah Merah

Asam folat juga berperan dalam proses produksi sel darah merah yang sehat. Kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan anemia, yang membuat ibu merasa cepat lelah, lemas, bahkan berisiko mengalami komplikasi saat hamil.

Asupan asam folat yang cukup membantu menjaga kualitas darah tetap optimal. Dengan demikian, suplai oksigen dan nutrisi ke janin pun terjamin lebih baik.

4. Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan Plasenta

Plasenta merupakan organ vital yang menghubungkan ibu dan bayi, bertanggung jawab dalam menyalurkan nutrisi serta oksigen. Asam folat memiliki peran penting dalam perkembangan plasenta yang sehat.

Jika plasenta tidak berkembang dengan baik, risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia atau pertumbuhan janin terhambat bisa meningkat. Dengan asam folat, plasenta dapat berfungsi secara maksimal sepanjang masa kehamilan.

5. Mengurangi Risiko Berat Badan Lahir Rendah

Bayi dengan berat badan rendah saat lahir sering kali menghadapi risiko kesehatan lebih besar, seperti infeksi atau masalah pernapasan. Asupan asam folat yang cukup membantu mengurangi risiko tersebut.

Nutrisi ini memastikan janin mendapatkan dukungan optimal untuk tumbuh dengan sehat. Hal ini meningkatkan peluang bayi lahir dengan berat badan ideal sesuai usia kehamilan.

6. Menjaga Kesehatan Jantung Ibu dan Janin

Asam folat berperan dalam mengatur kadar homosistein, yaitu senyawa yang jika berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Pada ibu hamil, kadar homosistein yang terkontrol penting untuk menjaga kesehatan jantungnya sekaligus mendukung perkembangan jantung janin.

Melalui asupan asam folat yang cukup, ibu hamil dapat meminimalkan risiko komplikasi terkait jantung. Hal ini berdampak positif bagi kesehatan jangka panjang ibu dan bayi setelah lahir.

7. Mendukung Perkembangan Otak Janin

Selain tabung saraf, asam folat juga mendukung perkembangan otak bayi. Nutrisi ini memastikan sel-sel otak berkembang dengan baik, sehingga berpengaruh pada fungsi kognitif anak di masa depan.

Konsumsi asam folat secara teratur sejak awal kehamilan meningkatkan peluang anak memiliki perkembangan intelektual dan motorik yang optimal. Karena itu, manfaat ini menjadi salah satu alasan utama pentingnya asam folat selama masa kehamilan.

Dari mencegah cacat tabung saraf hingga mendukung perkembangan otak janin, jelas bahwa asam folat memiliki peran krusial bagi ibu hamil dan bayi. Mengonsumsi asam folat sesuai rekomendasi dokter adalah langkah bijak untuk memastikan kehamilan berjalan sehat dan aman.

Untuk informasi kesehatan yang lebih lengkap dan terpercaya, ibu hamil bisa mengakses Halodoc. Melalui aplikasi ini, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter, membeli suplemen sesuai resep, hingga mencari artikel kesehatan terbaru.

Halodoc menjadi solusi praktis agar ibu hamil bisa terus memantau kesehatan diri dan buah hati dengan mudah. Pastikan aplikasi ini ada di smartphone Anda dan nikmati kemudahan yang ada.

 

Pos terkait