Kemasan Tepat Menjadi Bahasa Pertama Bagaimana UMKM Menjangkau Pembeli

Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB, di saat kebanyakan orang mulai terlelap kami justru baru akan memulai kegiatan. Iya malam ini kami, Carya Budhi Chantya (Lina Syafira, Bobi Tinampi. Ari Anggoro, Murjito, Joko Yugiyanto,) akan bertemu salah seorang peritel yang kami kenal melalui orang dinas.

carya budhi
dok si emak

Benar saja, tak lama kemudian mobil listrik BWD terparkir di depan sekre Carya Budhi Chantya yang ada di Turen, Sardonoharjo, Ngaglik. Tak perlu waktu lama, suasana pun cair dan melalui tulisan ini saya ingin sarikan dari apa yang kami dapat selama diskusi dengan beliau yang kami kenal dengan nama Mas Maula.

Beliau cukup sukses membangun toko oleh-oleh di beberapa tempat. Bukan hanya di Jogja dan Jabodetabek hingga jalur Pantura. Namun kiprahnya juga ada di luar Pulau Jawa.

Banyak hal kami diskusikan, terutama tentang bagaimana produk UMKM mampu bersaing dengan produk pabrikan. Menurut Maula yang berkecimpung di dunia retail belasan tahun ini menegaskan bahwa UMKM tetap harus menunjukkan jati dirinya.

Diantara sekian banyak hal yang kami bahas ada isu menarik seputar kemasan yang perlu diperhatikan oleh UMKM. Salah satunya tentang bagaimana UMKM bisa memilih kemasan yang tepat.

Seperti yang kita tahu saat ini banyak UMKM yang mencoba kemasan seperti pabrikan dengan desain tertutup. Menjadikan apa yang ada didalamnya justru tidak terlihat.

Menurut pengalaman warga Sidomoyo, Godean, Sleman ini, pembeli lebih tertarik membeli produk dengan kemasan transparan. Hal ini karena calon pembeli tahu betul isi yang ada di dalamnya.

Lina Syafira selaku Ketua Carya Budhi Chantya pun nyeletuk, “Adanya kemasan transparan membuat kita tahu, andai saja produk di dalamnya gosong.”

Fakta Kemasan Transparansi Lebih Menggiurkan

Bahkan dari riset perilaku konsumen yang ada diketahui bahwa ada banyak keunggulan bila UMKM memilih kemasan transparan, terutama untuk produk makanan ringan dan berikut diantaranya:

1. Kepercayaan

Konsumen tahu betul apa yang mereka beli dan bukan hanya sebatas kemewahan bungkus. Kemasan transparan memberikan visual langsung terhadap kualitas produk itu sendiri.

Sebagai contoh paling mudah untuk produk keripik maka akan timbul pertanyaan. Apakah keripiknya renyah? Apakah warnanya segar? Apakah bumbunya terlihat menggoda? Semua ini hanya bisa dijawab bila konsumen bisa “melihat” sebelum membeli.

2. Kebersihan dan Kejujuran Produk

Saat ini ada cukup pelanggan yang mulai konsen dengan isu kesehatan. Terutama dengan banyaknya makanan yang beredar dengan bahan pengawet.

Mereka yang menggunakan kemasan transparan akan berpikir 1000 kali untuk melakukan kecurangan. Pemilihan kemasan transparan memberi kesan bahwa UMKM tidak menyembunyikan sesuatu. Hal ini tentu akan menciptakan persepsi kejujuran dan kesegaran produk.

3. Profitabilitas dan Praktis

Seperti kita tahu kemasan transparan jauh lebih murah daripada kemasan full color atau tertutup yang biasanya menggunakan alumunium foil. Memang hal ini terkesan kurang mewah.

Namun perlu diingat bahwa biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih kecil yang artinya cuan lebih besar. Selain itu kemasan sederhana ini akan memberi kesan praktis, mudah buka tutup.

Perlu diingat dalam dunia pemasaran yang lebih kompetitif, kemasan bukan hanya soal membungkus. Namun telah berubah mencari cara untuk produk ‘lebih bisa berbicara.’

Salah memilih kemasan bisa jadi membuat produk ‘susah berbicara dan pada akhirnya tidak diterima pasar. Visual yang apik dan tetap mencari cara produk langsung beralih di tangan, terutama untuk produk yang didisplay di rak toko.

Tak kalah penting tentu saja mengenali dengan baik produk yang ada, segmen market dibidik dan tentu saja mulai dari sekarang untuk memberikan kemasan terbaik.

Kemasan bukan lagi hanya sekadar pelindung, melainkan telah menjadi jembatan pertama menuju kepercayaan dan loyalitas konsumen. Pilihlah bentuk dan bahan kemasan yang memungkinkan konsumen melihat isi produk.

Dengan cara ini UMKM tidak hanya memberikan produk berkualitas. Lebih dari itu bisa jadi akan memberikan pengalaman berkesan dalam menikmati sebuah produk.

Pos terkait