LUNAS (Layanan UMKM Naik Kelas) Jogja bekerja sama dengan Rumah BUMN Yogyakarta mengadakan workshop di Kapanewon Depok. Workshop kali ini mengambil tema seputar Inovasi Produk dan dilaksanakan di Gedung Sasana Aglocitatama, Depok, Sleman pada Rabu, 16 Juli 2025.
Acara ini dibuka CEO Rumah BUMN Yogyakarta Aziez Masykur dan Panewu Depok Djoko Muljanto, SP. Dalam sambutannya Azis menjelaskan bahwa Rumah BUMN Yogyakarta hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada para pelaku UMKM yang ada di Jogja. Baik itu melalui pelatihan, pembiayaan hingga akses ke pasar yang lebih luas.
Dalam kesempatan ini Rumah BUMN Yogyakarta juga memperkenalkan program yang tengah berjalan. Salah satunya selain pelatihan di Wisma BRI yang ada di Sagan juga ada BRIncubator yang bisa diikuti para pelaku UMKM yang ada.
Nantinya, mereka yang terbaik selain akan mendapat uang pembinaan juga akan dikirim untuk mewakili DIY di kegiatan yang berskala nasional. Jangan lupa segera daftarkan usaha yang ada dan menangkan hadiah jutaan rupiah.
Sementara itu Djoko Mulyanto mengatakan bahwa apa yang ada saat ini menjadi bentuk nyata dan kontribusi dari kehadiran Rumah BUMN Yogyakarta. UMKM yang ada harus mampu menunjukan mitayani atau bisa dipercaya, dengan cara ini maka UMKM mampu berdaya saing. Sudah saatnya UMKM yang ada mandiri dan memberi kontribusi secara ekonomi baik itu di tingkat lokal maupun nasional.
Inovasi Produk sebagai Sebuah Kebutuhan

Dalam pemaparannya, Roy Baskoro menegaskan bahwa Inovasi Produk menjadi sebuah kebutuhan bagi UMKM yang ingin naik kelas. Inovasi bukan hanya sekadar menghadirkan produk baru, desain baru atau kemasan baru. Akan tetapi juga bisa berupa peningkatan fitur, perbaikan kualitas dan lain sebagainya.
Inovasi menjadi sebuah cara bagaimana sebuah produk mampu bersaing di pasar yang kompetitif. Hal ini bukan sekadar gaya-gayaan atau mengikuti tren, tetapi telah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dilakukan.
Lebih dari itu mampu meningkatkan daya saing, menarik pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama dan pada akhirnya meningkatkan profit. Apabila kegiatan ini tidak dilakukan maka hampir bisa dipastikan salah satu atau sebagian keuntungan itu akan hilang atau berkurang.
Namun pada faktanya inovasi produk bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena dibutuhkan sumber daya yang kuat terutama modal. Selain itu juga dibutuhkan pemahaman yang baik akan sebuah produk sehingga mampu menciptakan ide segar.
Selain 2 hal diatas masih ada rasa takut gagal yang membuat pelaku UMKM stagnan berada dalam satu tempat. Keterbatasan waktu juga seringkali menjadi kendala karena pelaku usaha kecil(tepatnya mikro) masih mengerjakan semua sendiri.
Langkah Memulai Inovasi Produk
Masih menurut CEO LUNAS, untuk memulai sebuah inovasi produk hal pertama yang perlu dilakukan adalah mendengarkan kebutuhan pelanggan. Sebisa mungkin tangkap apa yang menjadi kebutuhan dan wujudkan. Terutama bila ada keluhan jangan alergi tapi ubah menjadi sebuah kesempatan untuk lebih baik.
Selanjutnya hal lain yang bisa dilakukan tentu saja mengamati kompetitor yang memiliki produk sejenis. Lihat dan perhatikan apa yang mereka tawarkan. Jangan lupa cek apa yang menjadi perbedaan dan itu menjadi alasan pembeli mengambil keputusan.
Bila dua hal diatas sudah dilakukan maka saatnya brainstorming ide. Ajak beberapa orang terdekat yang bisa berpikir produktif dan objektif. Dengan cara ini maka inovasi produk yang ada akan bisa dipertanggungjawabkan.
Selanjutnya fokus pada keunggulan yang ada.Fokus pada hal yang memanfaatkan kekuatan atau keunikan yang ada. Jangan fokus pada hal-hal yang tidak penting karena akan menguras waktu dan energi.






