Ada yang menarik di Kampus UII beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 2 hingga 5 Desember 2025. Mereka baru saja menggelar UII LEGALPRENEURSHIP 2025, tema besar yang diambil adalah bagaimana Mempersiapkan Generasi Jurist Adaptif di Era Society 5.0.

UII LEGALPRENEURSHIP ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Pengembangan Karier Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LEM FH UII). Program yang dirancang secara khusus untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia profesional.
Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa mendapat kesempatan membangun relasi dengan praktisi, alumni, dan berbagai institusi hukum. Bagaimana kemudian mereka dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi, pengalaman, serta peluang karir yang relevan.
Program ini hadir untuk membantu mahasiswa merumuskan arah perjalanan profesional secara lebih matang dan terstruktur. Adanya dukungan wawasan dan jaringan yang sesuai dengan kebutuhan industri hukum masa kini akan membuat peserta lebih siap menghadapi tantangan di masa yang akan datang.
UII LEGALPRENEURSHIP 2025

Ketua Pelaksana UII LEGALPRENEURSHIP 2025, Ryan Rezza Mahendra, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja hukum. Menurutnya, interaksi langsung dengan praktisi dan pengalaman berbasis situasi riil merupakan langkah penting bagi mahasiswa untuk menilai kompetensi yang perlu disiapkan sejak dini.
Ryan menekankan bahwa profesi hukum tidak hanya menuntut penguasaan teori, tetapi juga kesiapan mental, keluwesan berpikir, serta kemampuan membaca perubahan. Dengan pendekatan yang praktis dan berorientasi pengalaman, ia optimis kegiatan ini akan menjadi pijakan penting bagi mahasiswa dalam membangun arah karir, memperkuat kemampuan diri, dan memasuki dunia profesional dengan keyakinan yang lebih matang.
Tema “Adapting to Society 5.0: Unlocking New Perspectives and Developing Adaptive Competencies for Future Legal Careers,” sengaja dipilih untuk menegaskan komitmen LEM FH UII untuk mempersiapkan calon sarjana hukum yang responsif terhadap perubahan global. Tema tersebut menekankan pentingnya sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep hukum, tetapi juga mampu bergerak dinamis dalam ekosistem teknologi dan tantangan baru.
Melalui pendekatan yang tepat, kegiatan ini mampu mendorong pengembangan pola pikir inovatif, keterampilan adaptif serta ketajaman analisis yang esensial bagi profesi hukum di era Society 5.0. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium FH UII lantai 4 dari tanggal 2–5 Desember 2025.
Rangkaian Acara Telah Disiapkan

Pada opening ceremony dimeriahkan penampilan tari Sumatra oleh Xaviera Unisi. Selanjutnya pada sesi awal menghadirkan Direktur Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni Universitas Islam Indonesia (DPKA UII), Allan Fatchan Gani Wardhana, S.H., M.H., yang menggambarkan bagaimana teknologi seperti AI dan big data
mengubah lanskap profesi hukum. Ia menekankan bahwa peran profesi hukum tidak hilang, tetapi berkembang menjadi lebih strategis dan kolaboratif.
Stadium General kemudian dilanjutkan Dr. Dodi S. Abdulkadir, B.Sc., S.E., S.H., M.H., yang menyoroti pentingnya literasi digital, etika teknologi dan kemampuan analitis untuk memastikan pendidikan hukum tetap relevan di tengah perubahan besar.
Memasuki hari kedua, suasana Lobby FH UII lantai 1 dipadati pengunjung Job Fair yang menghadirkan berbagai law firm dan institusi, lengkap dengan sesi Company Profile yang memberi ruang interaksi langsung antara mahasiswa dan perwakilan perusahaan. Fasilitas LinkedIn Photo Session gratis serta layanan konsultasi karir dari DPKA UII turut memeriahkan kegiatan.
Dua workshop yang dinanti yaitu legal drafting dan legal tech, dilaksanakan bekerja sama dengan Jimly School Law and Government. Kegiatan ini memberikan pengalaman pelatihan praktis sekaligus e-certificate resmi sebagai penguat portofolio peserta.
Hari ketiga tetap diisi dengan aktivitas Job Fair, konsultasi karir, dan LinkedIn Photo Sessions. Adanya Photobooth gratis sebagai sarana dokumentasi momen acara menjadikan kegiatan ini makin berkesan.
Di Auditorium FH UII lantai 4, Seminar Law Firm menghadirkan Prof. Dr. H. KRH. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H., yang menekankan perlunya calon praktisi hukum menguasai cyberlaw, privasi data, dan literasi digital agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi yang bergerak cepat.
Pada hari terakhir, seminar bertema “Looking to the Future: Legal Skills for Careers in Society 5.0” dibawakan Dr. Sangun Ragahdo Yosodiningrat, S.H., LL.M. Ia menguraikan bagaimana teknologi seperti blockchain, AI, dan big data tidak hanya memengaruhi metode kerja hukum, tetapi juga menciptakan tantangan baru seperti keamanan siber, bukti digital, dan regulasi teknologi.
Melalui UII LEGALPRENEURSHIP 2025 para peserta diajak membangun kompetensi legal tech, memperluas portofolio digital, dan memahami etika teknologi sebagai bekal menghadapi pasar kerja modern. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan closing ceremony dan penutupan secara simbolis yang dimeriahkan penampilan tari Jawa oleh Xaviera Unisi.





