Pandu Literasi Digital Sleman Gelar Pelatihan UMKM di Kalurahan Madurejo

Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin adaptif di era digital terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya dimotori Pandu Literasi Digital Sleman sebagai bagian dari relawan Kementerian Komunikasi dan Digital yang fokus pada edukasi digital bagi masyarakat.

umkm madurejo
@desiirmawati

Kementerian ini merekrut para praktisi, trainer hingga profesional di berbagai bidang dan salah satunya sektor pelaku usaha untuk terlibat langsung dalam membersamai UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Dan belum lama ini Pandu Literasi Digital dari wilayah Sleman menggelar pelatihan UMKM di Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta yang merupakan mitra UMKM dari Baznas Sleman. Mereka belajar untuk lebih adaptif dan bisa mengunakan teknologi digital sederhana untuk mengoptimalkan penjualan.

Pandu Literasi Digital Sleman

Pandu Literasi Digital Sleman selaku trainer mengangkat tema besar “Optimalisasi Visibilitas Usaha dan Strategi Komunikasi secara Digital” yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, kehadiran bisnis di ruang digital menjadi salah satu kunci untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sejak awal kegiatan, suasana pelatihan tampak interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak untuk langsung mempraktikkan berbagai strategi yang disampaikan.

Banyak di antara mereka yang sebelumnya masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut. Pasca pelatihan, target dibidik adalah bagaimana pelaku UMKM memahami pentingnya kehadiran bisnis secara digital.

Google Business dan WhatsApp Business sebagai Tools Gratisan nan Powerfull

Materi utama dalam pelatihan ini berfokus pada optimalisasi Google Business dan WhatsApp Business. Kedua platform tersebut dipilih karena dinilai mudah digunakan serta memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan visibilitas usaha, khususnya di tingkat lokal.

Bukan hanya memahami secara konsep tapi para peserta diajarkan cara membuat profil usaha yang menarik di Google Business. Mulai dari mengisi informasi yang lengkap, menambahkan foto produk, hingga mengelola ulasan pelanggan.

Dengan Google Business yang optimal, usaha memiliki peluang lebih besar untuk muncul di hasil pencarian Google ketika calon pelanggan mencari produk atau layanan terkait.

Selain itu, pemanfaatan WhatsApp Business juga menjadi perhatian penting dalam pelatihan ini. Para pelaku UMKM dibimbing untuk memaksimalkan fitur-fitur yang tersedia, seperti katalog produk, pesan otomatis, hingga label pelanggan.

Fitur-fitur ini dinilai mampu membantu pelaku usaha dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan profesional kepada konsumen. Tak hanya itu tapi faktor kepraktisan dan mudah menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satu peserta mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya strategi digital dalam menjalankan usaha. Ia menyadari bahwa selama ini masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan, terutama dalam hal promosi online.

Joko Yugiyanto sebagai Pandu Literasi Digital Komdigi untuk wilayah Sleman berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi para peserta. Tidak hanya dalam meningkatkan pengetahuan, tetapi juga dalam mendorong peningkatan penjualan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dengan bekal yang diperoleh, para pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Dua tools ini dimiliki maka sedikit banyak pasar online sudah mulai tergarap.

Kegiatan ini bukan hanya satu kali pertemuan, akan tetapi masih ada pertemuan lanjutan karena target dari kegiatan ini adalah bagaimana para pelaku usaha memiliki Google Business dan WhatsApp Business yang bisa mendukung usaha.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus digelar dengan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di berbagai wilayah di Sleman khususnya. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat literasi digital masyarakat, khususnya untuk para pelaku UMKM.

Melalui pelatihan ini, semangat kolaborasi antara berbagai pihak terlihat jelas. Dukungan dari Baznas Sleman serta antusiasme peserta menjadi bukti bahwa transformasi digital di kalangan UMKM bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan.

Pos terkait