Mimpi hazuba.id Bukan Sekadar Penyedia Jasa Jahit

Matahari tepat di atas ubun-ubun. Waktu menunjukkan pukul 12.25 WIB dan beruntung telah tiba di Griya Jahit Hazuba.id. Rumah Liswati ini tidak terlalu besar, tapi cukup adem saat berada di dalamnya. Di depan rumah ada cukup banyak pepohonan berwarna hijau yang membuat mata lebih nyaman.

hazuba.id
hazuba.id

Hazuba.id milik Liswati ini menjadi salah satu mitra BAZNAS Sleman yang cukup progresif. Di mana si owner merasa saat ini tidak cukup hanya menjadi penyedia jasa jahit. Namun demikian, ia memiliki mimpi yang lebih besar untuk menjadi desainer fashion.

Dengan cara ini ia meyakini ada banyak ide dan gagasan yang kemudian bisa dituangkan dalam busana yang dihadirkan. Jangan kaget pula bila kemudian melihat sekeliling tembok, ada beberapa karya, piagam dan sertifikat buah hasil dari ide dan gagasan yang ada.

Berbeda dengan penyedia jasa jahit pada umumnya yang telah memiliki pakem produk dan monoton. Di Hazuba.id, setiap pelanggan itu istimewa dan mereka akan mendapat baju sesuai dengan apa yang diidamkan.

Sepintas, mereka yang berkunjung akan sepakat bila tiap karya dihasilkan dengan sempurna. Bila diperhatikan dengan seksama hal ini dikarenakan bahwa setiap tubuh itu unik dan beda sehingga akan ada perhatian khusus.

Setiap jahitan akan diperhatikan hingga detail kecil. Mungkin butuh waktu karena harus melihat lebih dekat, tapi hal ini menjadi sesuatu yang sulit ditiru.

Selanjutnya, Liswati juga menerapkan fleksibilitas desain sesuai dengan keinginan. Penting untuk komunikasi dua arah karena sejatinya saat menjadi penjahit ia mengeksekusi keinginan pemilik.

Gayung bersambut dan ibu tiga anak ini meyakini bahwa setiap pakaian yang dikenakan akan memengaruhi rasa percaya diri pemakainya. Semakin sempurna apa yang dikenakan, maka rasa percaya diri akan meningkat.

Kepada Kanal Jogja, Liswati mengatakan bahwa ia saat ini tengah mengikuti proses seleksi inkubasi bisnis dari Dinas Koperasi dan UKM DIY. Berharap dengan cara ini akan menemukan mentor yang akan membimbingnya untuk naik kelas dan mewujudkan mimpi tersebut

Meski telah memiliki jam terbang, belajar itu harus terus dilakukan. Melalui inkubasi ini juga ia akan merasakan persaingan bisnis dari kacamata yang sehat. Di mana bila usaha yang ada cukup siap, maka akan bertahan, dan bila dirasa belum siap, maka akan tumbang.

Sejatinya tak hanya inkubasi yang diikuti tapi ada banyak program diikuti. Semua itu menjadi bagian atau cara agar tidak tertinggal informasi yang ada di dunia usaha, khususnya di bidang fashion.

Adiwarna Dewi Sudarawerti

hazuba.id
hazuba.id

Satu pengalaman yang tidak akan dilupakan Liswati tentu saja saat ia mendesain Adi Warna Dewi Sudarawerti. Di mana dalam busana ini terdapat sulam payet, sulam bordir, hingga aplikasi 3 dimensi.

Sesuatu yang cukup rumit, namun ia puas karena dengan karya ini ia menyabet Juara 3 dalam kompetisi nasional Indonesian Innovative Dressmaker Community 2026 yang digelar beberapa waktu lalu.

Liswati melakukan eksperimen dengan Mix and Match bahan batik dan lurik dengan sentuhan garniture. Selain itu juga menambahkan properti untuk melepas kesan kaku. Dengan kreativitas dan teknik yang tepat, kombinasi batik dan lurik menjadi fashion yang modern, elegan dan menarik.

Indonesian Innovative Dressmaker Community (IIDC) 2026

Sebelum berkiprah di gelaran nasional IIDC 2026, Liswati menjadi yang terbaik dari perwakilan Sleman karena meraih skor tertinggi. Mereka datang dari 19 kota di Tanah Air dan unjuk kebolehan.

Dari Sleman sendiri, diutus 7 peserta, terdiri dari 2 mentor, 3 peserta utama, dan 2 peserta madya. Mereka di malam puncak memboyong 5 piala.

Kegiatan IIDC 2026 tahun ini digelar di Prima SR Hotel yang ada di Jalan Magelang, Sleman. Dilaksanakan mulai tanggal 16 hingga 18 Januari 2026.

Prestasi ini tentu menjadi bekal berarti bagi Liswati untuk melangkah lebih jauh. Ia yakin dengan ketekunan, kerja keras, dan doa; mimpi itu semakin dekat dan nyata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan