Smart Factory Pertama di Tanah Air Ternyata Ada di Sini

  • Whatsapp

Industri 4.0 itu nyata dan hampir menyentuh semua lini kehidupan. Tak terkecuali dalam dunia industri dalam arti yang sebenarnya kita akan mengenal smart factory.

smart factory schneider electric
se.com

Dimana sistem telah di jalankan dengan sangat canggih sehingga satu sama lain telah terkoneksi dengan baik. Alhasil output yang di hasilkan pun akan terukur dengan sangat detail.

Tak ada lose atau waktu hilang percuma hanya karena kurang material atau tidak ada SDM. Semua berjalan sangat stabil dan ini sudah pasti didamba semua pelaku industri.

Namun sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya mengetahui ciri-ciri dari smart factory itu sendiri. Tujuannya untuk memastikan bahwa konsep ini berjalan dengan sempurna bukan setengah hati.

Hal pertama yang harus di pahami tentu saja arti dari Industri 4.0 itu sendiri. Secara mudah kita akan bisa mengatakan bahwa berbagai teknologi kekinian tersebut akan bersinergi.

Teknologi digital secara signifikan mengubah model bisnis yang ada. Dari yang sifatnya manual ke otomatisasi di semua bidang. Mereka yang masih menjalankan bisnis secara konvensional hanya akan menunggu waktu untuk gulung tikar.

Teknologi yang di maksud antara lain Internet of Thinks (IoT), Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual & Augmented Reality, sistem sensor serta otomasi. Tak perlu banyak individu terlibat untuk menjalankan sistem tapi semua kebutuhan terselesaikan.

Sementara itu untuk smart factory itu sendiri adalah bagaimana big data bisa di proses dengan akurat dalam kecepatan tinggi. Tak hanya itu saja, data yang ada pun akan senantiasa tersimpan untuk kemudian bisa di gunakan kembali di kemudian hari.

Hasil akhir dari ini semua adalah arah bisnis yang terukur dan inovasi berkelanjutan. Menjadi jaminan bahwa dengan hal ini perusahaan akan lebuh mudah bertahan menghadapi situasi yang serba ketidak pastian.

Adapun komponen atau faktor utama dalam Smart Factory antara lain:

1. Koneksi

Koneksi menjadi kebutuhan yang paling utama dalam distribusi. Hal ini karena satu sama lain akan terhubung dengan baik bila memiliki koneksi yang mumpuni.

2. Optimasi

Semua yang ada harus di optimalkan pada titik tertinggi. Optimasi ini juga dapat mengurangi kesalahan data sehingga menghemat waktu. Ingat dalam bisnis waktu adalah uang dan ini memaksa pelaku usaha sebisa mungkin mengoptimalkan apa yang mereka miliki.

3. Transparansi

Akurasi hanya akan ada bila semua data di sajikan dengan transparansi. Tanpa adanya ini maka bisa jadi satu sama lain tidak akan terkoneksi dengan baik.

4. Proaktif

Setiap individu yang terlibat di dalamnya hendaknya proaktif satu sama lain. Hal ini akan memudahkan roda organisasi bergerak cepat untuk kemudian menentukan strategi yang bisa di ambil.

Dengan sinerginya semua itu maka bisa jadi perusahaan akan berkembang sangat cepat karena mereka mampu menangkap isu yang ada di luar untuk kemudian di kemas dan dilepas lagi ke pasar. Tak ada lagi cerita barang atau produk tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Di Indonesia sendiri smart factory kali pertama dimiliki Schneider Electric yang ada di Batam. Telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu dan kini dijadikan pabrik percontohan pertama Industri 4.0 untuk pabrik di tanah air.

Penunjukkan Schneider Electric sebagai percontohan smart factory berdasar Nota Kesepahaman dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin). Dalam nota kesepahaman disebutkan bahwa Schneider Electric menjadi tempat pengembangan dan penerapan Industri 4.0.

Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana pemerintah dalam hal ini Kemenperin mampu mempercepat implementasian revolusi industri 4.0 di industri manufaktur.

Perusahaan asal Perancis ini telah menerapkan smart industry dan di Batam sendiri mereka memiliki lighthouse. Dengan hal ini perusahaan mampu melihat gambaran secara lebih nyata dalam proses transformasi industri digital. Tak hanya itu saja tapi manfaat untuk bisnis terpampang nyata.

Aplikasi yang telah di terapkan dalam smart factory Schneider Electric mulai dari connected product, edge control dan apps, analytics & services. Sementara itu untuk pengelolaan sistem energy telah mengunakan Augmented Operator Advisor, Power Monitoring Expert, IoT monitoring via Machine Advisor & Aveva Insight, Lean Digitalization System for shop floor management, Virtual Reality for industrialization, Augmented Reality for operator training, Collaborative Robots, Automatic Guided Vehicles, Remote assistance for maintenance & Machine learning.

Semua sistem yang ada terhubung platform EcoStruxure atau IoT (Internet of Things) milik Schneider Electric. Sistem ini bisa di custom atau di ubah sesuai kebutuhan. Selain itu mudah di operasikan dan kompatibel dengan sistem lainnya.

EcoStruxureTM sendiri di kenal luas sebagai sistem yang sangat aman dan bisa di andalkan. Selain itu juga sangat efisien dan tahan banting.

Perlu di ketahui juga bahwa EcoStruxure diciptakan untuk menjawab kemajuan zaman sesuai konsep IoT. Selain itu juga memiliki mobilitas, deteksi, cloud, analitik, dan keamanan cyber yang sangat baik.

Alat ini mampu terkoneksi dengan 1,5 juta aset dengan di dukung tak kurang dari 20 ribu system integrator.

Dengan semua kelebihan di atas wajar saja bila kemudian sistem ini di upayakan bisa di implementasikan kepada seluruh industri atau manufaktur yang ada di tanah air.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *