Gereja Ganjuran Atau Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran Menjadi Bukti Bahwa Pada Jaman Dulu Ada Harmonis Antara Tuan dan Pekerja

Bangsa Belanda tidak saja hanya menjajah tanah air, tapi ada sebagian dari mereka yang bisa membaur dengan masyarakat Indonesia. Salah satu bukti adalah masuknya agama nasrani yang dibawa dan disebarluaskan oleh mereka.

candi hati kudus yesus
sabdatamatours.wordpress.com/

Bukti kongkrit yang masih nampak hingga sekarang adalah Gereja Ganjuran. Gereja nan megah ini memiliki nama lengkap Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran. Letaknya ada di Dusun Kaligondang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul.

Gereja Ganjuran sangatlah unik dan beda dengan gereja pada umumnya. Arsitektur gereja ini adalah perpaduan dari gaya Eropa, Jawa dan Hindu.

Gaya Eropa terdapat pada bentuk bangunan berupa salib. Ciri khas Eropa ini langsung terlihat dari kejauhan terutama bila diperhatikan dari atas. Dan gaya Jawa ada pada sisi atap yang berbentuk tajug. Ditempat ini kadang juga digunakan sebagai tempat ibadah.

gereja ganjuran
kustoro.deviantart.net

Soko atau tiang penyangga yang berjumlah 4 merupakan symbol dari penulis Injil yang mana jumlahnya adalah empat. Mereka adalah Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Kesan Jawa juga terlihat jelas pada altar yang masih digunakan hingga saat ini meski usianya sangat tua. Selain itu ada pula pada tempat menyimpan peralatan misa atau sancristi, doopvont  atau wadah air untuk baptis dan chatevummenen atau tempat katekis.

Patung Yesus dan Bunda Maria yang sedang menggendong putranya juga telah diadaptasi mengenakan pakaian khas Jawa. Sedang ciri Hindu nampak pada bangunan candi yang ada. Selain itu rambut Yesus tidak seperti rambut yang biasa tapi mirip rohaniawan Hindu.

Gereja ini telah berdiri sejak tahun 1924 atas prakarsa Joseph Smutzer dan Julius Smutzer. Dua warga Belanda ini adalah pengelola Pabrik Gula Gondang Lipuro. Mereka berdua mampu mengusung konsep bahwa hubungan antara pekerja dengan pengusaha bukanlah antara atas dan bawahan.

gereja ganjuran
panoramio.com

Meski duo Smutzer adalah penggagas gereja ini tapi arsitektur pembangunannya adalah J Yh van Oyen. Tukang gambar dari Belanda ini mengusung konsep Rerum Navarum atau gereja yang mewakili semangat mencintai sesama.

Hal ini karena mereka mampu menjadikan warga sekitar yang bekerja sebagai tenaga kerja layaknya mitra. Memiliki derajat yang sama sehingga proses kerja sama dapat berjalan dengan baik.

Oleh karena itu ajaran yang mereka bawa mudah diterima masyarakat setempat. Banyak dari warga yang bersedia menjadi penganut agama Katholik.

Selain gereja turut dibangun candi pada tahun 1927 dengan nama Candi Hati Kudus Yesus. Candi ini memiliki ciri khas berupa teras berhias relief bunga teratai. Di dalam candi terdapat patung Yesus Kristus berpakaian Jawa.

gereja ganjuran
wikimedia.org

Hingga saat ini pelataran candi masih digunakan untuk kegiatan misa dan ziarah. Banyak dari mereka yang beribadah ke sini karena ada kedekatan dengan faktor budaya Jawa.

Untuk menuju tempat ini sangatlah mudah. Cukup menyusuri Jalan Bantul nanti setelah ketemu perempatan Palbapang masih ke selatan sedikit dan ada papan nama untuk belok kanan. Jaraknya bila diukur dari pusat kota Jogja lebih kurang sekitar 20 kilometer.

Memasuki area gereja akan membuat hati siapapun yang berkunjung merasa tenang dan dan damai. Tak ada suara bising kendaraan bermotor, yang ada hanya sayup-sayup angin yang membuat siapapun ingin lebih lama.

Memperhatikan lebih detail bangunan yang ada akan ditemkan banyak hal yang benar-benar unik. Dimana pada jaman dulu ternyata sudah ada perpaduan gaya Eropa dan kebudayaan Jawa dengan baik.

Pos terkait