Pandemi Memaksaku Banting Stir Menjadi Fulltime Blogger dalam Sekejap

  • Whatsapp

Sesaat ingin bercerita pengalaman saya pribadi menjadi fulltime blogger sebagai imbas adanya Covid-19.  Pandemi yang menyerang ratusan negara dan hingga kini belum berakhir. Saya yang sebelumnya memiliki pekerjaan tetap disalah satu perusahaan tiba-tiba harus seketika kehilangan itu semua.

fulltime blogger
kanaljogja.id

Ingat betul saat itu, Jumat sore tanggal 27 Maret 2020. Dua hari setelah kami menerima gaji dikumpulkan oleh direksi dan diinformasikan dengan adanya Covid-19 maka perusahaan akan mengurangi sebagian karyawan.

Mereka yang terkena pengurangan ini adalah bagian-bagian yang tidak langsung terkait dengan proses bisnis. Bahkan bagian marketing sebagai ujung tombak pun dipangkas mengingat beberapa bulan ke depan dipastikan tidak akan bisa jualan.

Praktis saya yang berada di bagian Human Capital Business Partner (HCBP) pun harus rela untuk sementara waktu tidak bekerja. Kami tidak di PHK tapi harus cuti unpaid leave hingga semua kembali normal.

Menjadi Fulltime Blogger dalam Sekejap

Waktu terus berjalan dan tak terasa saat ini telah memasuki bulan Agustus. Artinya saya dan kawan-kawan telah tidak bekerja di kantor selama 4 bulan lebih.

Tak jarang kemudian mereka saling bertanya, untuk bertahan hidup apa yang saya kerjakan. Satu hal yang cukup sensitif tentunya bagi mereka yang tidak memiliki ketrampilan lebih selain bekerja sebagai karyawan.

Beruntung selama beberapa tahun terakhir saya memiliki hobi menulis dan mengelola blog. Praktis dengan ketrampilan tersebut saya masih bisa bertahan dengan menjadi fulltime blogger meski hanya berada di rumah.

Mengoptimalkan pendapatan dari blog menjadi ladang saya berikutnya. Hari demi hari yang saya lakukan hanya menulis dan menulis.

Dari kegiatan ini alhamdulilah setidaknya saya bisa mendapat pemasukan. Ada diantara mereka yang pasang iklan berupa iklan mandiri, barter voucher dan pasang banner. Saya pun kadang jualan artikel non SEO untuk beberapa kawan blogger.

Kalau saja saya tidak memiliki ketrampilan dalam menulis entah apa yang bisa dikerjakan untuk menyambung hidup. Tak mau menyia-nyiakan waktu, tetap berpikir positif menjadi kunci utama.

Merubah mindset dari saya adalah korban pandemi Covid-19 menjadi saya adalah orang yang beruntung karena diberi kesempatan untuk mengeksplore diri. Kalau tidak ada ‘bencana’ ini sudah pasti tidak memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan diri.

Menjadi seorang blogger kini menjadi salah satu profesi yang menjanjikan meski belum diakui banyak orang. Cukup mudah menemukan mereka yang kini telah sukses dengan kegiatan menulis dalam platform digital.

Penghasilan saya saat ini memang belum seperti mereka yang mencapai 2 atau 3 digit. Tapi bila hal ini ditekuni tidak menutup kemungkinan saya pun bisa karena saat ini sedang menuju proses ke sana.

Baca juga: Blueprint Jadikan Ngeblog Lebih Seru, Ini Buktinya

Alasan Saya Memilih Profesi Fulltime Blogger:

1. Murah

Untuk memulai sebuah usaha atau bahasa kerennya bisnis bisa dikatakan untuk menjadi seorang blogger sangat murah. Paling penting dibutuhkan adalah keuletan dan tidak ada alasan untuk terus berkarya.

Berbicara tentang investasi tentu kegiatan ini bisa dikatakan satu yang paling murah. Nilai dari apa yang kita rintis tiap tahun akan terus naik dan suatu saat nanti kita tinggal panen atas jerih payah.

2. Bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja

Selain murah yang paling saya suka dari kegiatan menulis tentu saja bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tak butuh ruang khusus atau tempat khusus, di tempat manapun bisa dilakukan. Bahkan saat jelang tidur tiba-tiba ada ide pun langsung bisa dieksekusi.

Tak harus langsung menulis di blog atau laptop. Bila memang belum bisa kita bisa menuliskan di kertas atau buku yang ada di depan mata.

3. Melatih fokus dan konsentrasi

Menulis itu gampang-gampang susah. Dikatakan gampang bila kita menemukan seseorang yang dalam hitungan menit akan langsung bisa menghasilkan satu artikel.

Sebaliknya dikatakan susah ada juga mereka selama satu hari tidak kunjung selesai satu artikel. Semua itu tentu membutuhkan fokus dan konsentrasi. Tanpa kedua hal itu bisa jadi artikel tidak akan pernah selesai.

4. Memaksa saya terus belajar

Mungkin bagi mereka yang terbiasa bekerja dengan sistem mekanis atau monoton tidak dipaksa untuk terus belajar. Lain hal bila mereka bekerja dengan sistem kebaruan maka sudah pasti akan ada tuntutan untuk terus belajar.

Lengah sedikit bisa jadi akan ‘ambyar’ dan tidak selesai. Untuk menghasilkan satu tulisan yang baik tentu dibutuhkan bahan atau data yang kompleks. Bahan atau data itu akan ada bila pelaku bersedia secara sadar untuk terus belajar bila tidak sudah pasti akan tumpul.

5. Pengguna internet terus bertumbuh

Menjadi tentangan yang sangat menarik tentunya dimana jumlah pengguna internet meningkat setiap tahunnya. Terlebih dengan adanya pandemi memaksa apapun itu harus bisa dikerjakan secara jarak jauh salah satunya dengan keberadaan internet.

Mencoba untuk senantiasa memproduksi konten yang dibutuhkan masyarakat luas tentu menjadi satu pengalaman yang mengasikan. Terlebih bila itu bisa membantu apa yang ternyata menjadi solusi bagi mereka.

6. Jejak digital di masa yang akan datang

Yang terakhir ini mungkin bagian dari ego dan jati diri dimana saya berharap kelak. Tulisan yang sudah saya buat bisa dibaca anak cucu.

Mereka akan tahu apa saja peristiwa di masa lampau dari catatan dibuat. Selain itu tentu saja ada ide-ide yang tersalurkan dalam bentuk tulisan.

Ketika menulis bukan lagi hanya sebatas hobi atau passion. Menulis telah menjadi bagian dari jati diri kita dan pastinya menulis adalah tempat katarsis terbaik.

Selain itu saat ini menulis dalam platform digital adalah profesi yang saya pilih. Oleh karena itu para pemain fulltime blogger tentu membutuhkan hosting dengan suport terbaik.

Tak hanya memberi kecepatan diatas rata-rata, tapi juga jaminan tidak ada masalah di tengah jalan dan suport istimewa. Tujuannya bila kelak ada satu kendala langsung bisa dihubungi untuk kemudian ditemukan solusi.

Jangan sampai pembaca merasa kecewa. Itu yang coba saya jaga, menjadi komitmen diri untuk memberikan yang terbaik bagi blog yang saya kelola.

Dari sekian banyak penyedia hosting ada satu paling mencuri fokus rekan-rekan blogger. Exabytes Indonesia demikian nama penyedia produk yang berkaitan dengan dunia digital ini. Mereka tak hanya menyediakan domain murah dengan berbagai ekstensi tapi juga menyediakan Hosting Terbaik Indonesia dengan harga ramah kantong.

Bila senasib dengan saya, hanya bisa dan suka menulis tapi tidak bisa membuat blog atau web tidak perlu khawatir. Hal ini karena mereka menyediakan jasa design web dengan aneka pilihan yang ciamik.

Tidak hanya itu saja produk mereka siapkan. Berbagai kebutuhan untuk keperluan digital marketing pun mereka sediakan. Ada juga email bisnis kapasitas besar, server hingga security yang semua itu kian memudahkan bagi siapa saja untuk tetap menghasilkan uang meski berada di rumah.

Salah satu yang paling saya suka adalah banyaknya promo yang mereka tawarkan. Begitu mudah tiap bulan bisa kita temukan potongan harga dan ini tentu bikin kantong lebih aman dari kata boros.

Selain itu salah satu kelebihan mereka adalah suport CS 1×24 jam selama 7 hari penuh. Tak perlu khawatir bila tengah malam tiba-tiba ada masalah. Tinggal gunakan fitur chat dan mereka akan membantu hingga masalah tuntas.

Bila kamu tak percaya maka silakan coba dan kamu akan rasakan keberanian mereka memberikan garansi 3x lebih baik dari penyedia hosting pada umumnya. Dimana rata-rata garansi itu hanya berlaku selama 30 hari, tapi di Exabytes ini garansi di dapat mencapai 100 hari.

Banyak keluhan diantara para blogger itu adalah kemampuan penyedia hosting untuk melakukan backup data base secara berkala. Di Exabyes backup tetap dilakukan berkala setiap hari jadi tidak perlu takut kehilangan data.

Oh iya satu lagi bagi yang ingin lebih hemat. Dengan membeli hosting maka kita juga akan mendapat bonus berupa domain secara cuma-cuma untuk tahun pertama.

Dan bagi kamu yang belum bisa beraktifitas dengan normal ada baiknya untuk mencoba menjadi fulltime blogger. Tak harus keluar rumah dan kita pun bisa tetap produktif untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

34 Komentar

  1. Alhamdulillah ya masih bisa berkarya melalui blog. Selain menebar manfaat bagi sesama, kita jadi bisa terus mengasah kemampuan menulis di blog.
    Sama mas, dulunya saya juga kerja kantoran. Tapi udah bbrp tahun resign sebelum ada Covid sih.

  2. Apa saja yang kita lakukan asal ikhlas dan kontinu pasti memberikan hasil, apalagi bermanfaat untuk orang lain wah dapat kebaikqn dunia dan akhirat ya mas.

  3. wah keren kak sekarang udah full jadi blogger ya, bisa banyak belajar niy saya buat belajar SEO-nya karena saya masih belajar, betul sekali sih pilihan menjadi full blogger lebih mudah apalagi saat pandemi sekarang ini ya bisa lebih fokus ngembanginnya

    1. betul itu, kl g ada ketrampilan apapun bisa berabe kan ada pndemi gini, apalagi pertumbuhan minus 5 lebih bikin makin berat aja

  4. No. 03 melatih fokus dan konsentrasi yang kurang bisa dilakukan, kak.
    Apalagi sebagai istri dengan segala kesibukan jadinya kadang tulisanku ke pending sama kerjaan yang lainnya.
    Belum lagi kalau ada kerjaan diluar rumah, sampe lupa kalau ada deadline yang harus cepat diselesaikan.
    Tapi seru nya menjadi seorang blogger itu, bisa dikerjakan dimana aja.

  5. Rezeki udah ada yg atur juga yah Kak, aq juga pernah kerja selama 4 tahun. Selama karyawan aq emang dari dulunya sering berselancar di sosial media, awalnya Twitter, instagram terus blog. Punya blog udha lama tapi pas kerja dulu terbengkalai, akhirnya aq resign pas awal 2019 karena gaji ga naik hahaha. Alhamdulillah pas fokus dengan sosial media dan blog, pendapatannya lebih dari gaji kantor. Alhamdulillah dari resign dapat pendapatan 2 digit setiap bulan . Terus diajak kerja lagi ditempat yg lama aq ga mau karena gaji ga naik banyak

  6. Alhamdulillah yah mas, walaupun kondisi Pandemi yang tidak bersahabat dengan pekerjaan, ada keahlian menulis yang bisa dikembangkan. Bisa jadi fulltime blogger. Jalan rejeki bisa dari arah mana saja. Ettap semangat selalu

  7. Wah beruntung sekali ya kalau kita punya keahlian. Mereka yang sebatas hanya bisa bekerja tanpa ada skill dan ketrampilan, saat kondisi terpojok seperti saat ini, mereka akan bingung, apa yang akan dilakukan. Kalau menurut buku yang saya baca, mengisi ember dengan lebih dari 1 keran akan lebih cepat penuh daripada hanya dengan 1 keran.

  8. saya masih dalam proses untuk menjadi full time blogger, tapi pengennya ke arah sana. setuju banget dengan alasan-alasannya selain murah dan enaknya bisa dikerjakan dimana saja. saya nanti bisa belajar banyak ah sama kakak

  9. Bisikin dong Mas, domain murahnya itu berapa. Lagi nyari domain buat blogku yang lain.
    Btw, semoga kita semua bisa sehat hiwa raga dan finansial dalam masa pagebluk ini ya.

  10. Saya ucapkan selamat mas, gak semua bisa ambil setir di dunia blogging ini, contohnya suamiku sendiri. Padahal kalo emang ada kemauan kuat, semua bisa dipelajari ya. Apalagi didukung hosting yang mumpuni, joss deh

  11. Saya di masa pendemi ini malah kebingungan mesti banting stir kemana lagi, karena pandemi ini benar-benar bikin perekonomian keluarga babak belur gak karuan,, untungnya masih ada investasi yang bisa dijual untuk keperluan hidup

  12. Alhamdulillah selalu ada jalan ya, Mas Joko. Dan Alhamdulillah Mas Joko punya kemampuan menulis. Terus semangat, Mas. Saya pun begitu, sangat bersyukur dulu belajar menulis. Dan jujur saja, penopang hidup saja sejak dulu dari menulis. Alhamdulillah, selalu ada rezeki dari menulis.

  13. Ya ampun turut sedih mas sampai harus unpaid leave gitu. Semoga kelak bisa kembali bekerja di kantor ya. Saya salut ga putus asa dan langsung banting setir. Sebagai blogger saya pribadi merasakan langsung bagaimana ngeblog bisa membuat dapur saya ngepul

  14. Saya juga merupakan salah satu yg menimbang2 untuk jadi fultime blogger, sebagai seorang karyawan, saya merasa punya sesuatu yg lebih untuk dikembangkan selain daripd menjadi karyawan, hanya saja sampai saat ini belum berani dan belim punya ksmpatan menjadi full time blogger