Soto Sampah, Rasa Kontradiktif Dibalik Nama

  • Whatsapp

“Dont just the book from the cover,” mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkan Soto Sampah. Dimana ada nama makanan yang sangat tidak lazim. Menggunakan nama yang “mungkin” tidak sepantasnya.

soto sampah
cupcakerinamutz.blogspot.com

Bahkan ada yang menamakan Soto Uwuh yang bersinonim dengan sampah. Ada juga sebagian orang yang mengatakan Soto Demit. Padahal sejatinya warung soto tersebut bernama Soto Simak.

Nama-nama aneh itu murni buatan para penggemar Soto Simak. Hal ini karena bila diperhatikan memang tampilan soto ini beda dengan soto pada umumnya. Soto pada umumnya disajikan dengan mangkuk dan memperlihatkan keindahan secara visual.

Tapi soto yang satu ini tidak, yang mana sepintas yang terlihat hanya ombyokan bihuk, kol dan tauge. Benda-benda tersebut hanya ditaruh diatas tumpukan nasi diatas piring. Selain itu ada dua perbedaan mencolok yang mana soto ini disajikan dengan piring bukan mangkok.

Pembeli juga tidak akan menemukan potongan daging berkualitas. Hal ini karena keberadaan daging ini digantikan dengan gajih atau lemak yang harganya sudah pasti lebih murah.

Wajar bila tumpukan ‘sampah’ tersebut di jual dengan harga yang sangat murah. Berbekal Rp 10.000,- pembeli sudah dapat satu porsi soto dan teh manis. Selain itu masih bisa menikmati beberapa gorengan sebagai pelengkap.

Jangan kaget pula kalau warung soto ini tak pernah sepi pembeli. Pada awal berdiri warung soto ini mengambil waktu dini hari hingga ada yang mengatakan Soto Demit. Buka dari jam 03.00 WIB hingga siang hari.

Namun, semakin lama warung semakin ramai dan pengunjung meminta jam buka diperpanjang hingga 24 jam.  Artinya kapanpun ada waktu bisa langsung datang ke tempat ini. Tapi waktu paling istimewa untuk menikmati Soto Sampah adalah jam 22.00 WIB. Disaat malam perut akan terasa cepat lapar, terlebih dinikmati saat udara dingin.

Lokasi Soto Sampah atau Soto Uwuh juga sangat mudah dicari. Bila sedang berfoto-foto ria di Tugu Jogja silakan berjalan ke utara sekitar 300 meter. Tempatnya ada di samping Pasar Karnggan atau persis ada di depan SPBU Kranggan.

Jangan berfikir akan tersedia bangunan megah. Yang ada hanya warung beratap terpal yang cukup melindungi pembeli dari hujan dan panas.

Soto ini memiliki ciri khas dengan rasa gurih, pedas dan manis. Semua rasa itu tercipta dari bumbu yang diracik sendiri dari bahan tradisional. Resepnya juga di dapat dari warisan leluhur.

Usai menikimati Soto Sampah dan masih butuh rekomendasi soto legendari di Jogja ada baiknya coba beberapa soto ini. Sebut saja Soto Sumuk Gondolayu dan Soto Kadipiro dimana mereka telah hadir sejak puluhan tahun lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *