Blog Placement, Cara Cerdas Blogger Dapat Duit

Blog placement atau blog post, mungkin bagi sebagian orang menjadi satu istilah yang asing. Namun bagi seorang blogger kata tersebut seolah menjadi pelipur lara atas semua kerja kerasnya.

Salah satu cara mendulang rupiah manakala dollar sudah tidak teraih. Dan benar saja dengan blog placement ini ternyata seorang blogger bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Untuk di Indonesia sendiri blog placement rata-rata bergerak di angka 50k hingga 250k. Tapi siapa sangka ada blogger yang memiliki tarif untuk 1 kali job bisa diganjar hingga Rp 10 juta.

Dulu saya pun kurang begitu percaya tapi seiring berjalan waktu dan semakin terjerumus dalam dunia blogging semua itu sesuatu yang realistis.

Untuk bisa mendapat tempat di blog placement biasanya pemasang iklan mengharuskan blog memiliki DA diatas 15. Jadi bagi blog kamu yang DA nya masih kurang dari 15 harus berjuang ekstra keras.

Sementara itu bagi kamu yang memiliki DA diatas 20 sudah bisa bernafas lega karena akan banyak perusahaan yang akan memburu kamu. Lain halnya bila blog kamu memiliki DA diatas 30, sudah pasti bisa pasang harga.

Diawal bila belum ketemu strategi yang pas ada baiknya untuk menerima semua order. Setelah itu dievaluasi mana yang terbaik.

Antara idealisme dengan upah biasanya terjadi pertentangan. Semakin banyak content iklan berarti isi blog hanyalah sebatas pengumpan iklan.

Lain halnya bagi mereka yang masih istiqomah bahwa ngeblog adalah murni panggilan hati. Namun demikan semua itu bisa disiasati dengan cara yang bijak tanpa harus mengesampingkan idealisme atau fee.

Percaya pada proses bahwa kelak apa yang kita tanam saat ini akan dituai. Menulis dan terus menulis itu jauh lebih penting karena mampu mengasah kualitas dan kompetensi seseorang untuk menghasilkan tulisan yang baik.

Tak perlu takut salah atau dikatakan orang kurang bagus yang akhirnya akan mematahkan semangat untuk terus menulis. Iklan atau blog placement itu akan didapat kemudian bila orang lain telah melihat dan mengakui hasil kerja kita.

Benar kata pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Pos terkait