Langkah Sederhana Membangun Startup Digital

Mereka yang berkecimpung dalam dunia startup digital pastinya akan sangat familiar dengan MVP. MVP atau minimum viable product adalah salah satu istilah yang sering muncul dalam membangun startup digital.

membangun startup digital
pixabay.com/id/diggitymarketing

Satu kondisi untuk menyatakan bahwa sebuah produk teknologi masih sangat mendasar. Hanya berisi fitur dasar tapi esensial dan mampu menarik perhatian calon pengguna.

Masih butuh proses panjang untuk kemudian bisa diimplementasikan. Beruntung dalam beberapa tahun terakhir geliat startup digital di tanah air begitu baik.

Hal ini karena didukung ekosistem yang cukup memadai. Namun sebelum melangkah lebih jauh bagi mereka yang ingin berkecimpung dalam dunia ini harus paham betul akan dasar-dasar membangun startup digital.

Jangan sampai apa yang dibangun berhenti di tengah jalan karena kurangnya pendalaman di awal. Yang ada kemudian hanya coba-coba, tentu ini tidak bisa berlaku dalam dunia bisnis.

Mereka yang memulai membangun startup harus berpikir jauh ke depan. Memiliki visi yang jelas akan dibawa kemana dan seperti apa kelak.

Oleh karena itu menjadi penting bagi mereka yang tengah membangun usaha rintisan. Memahami step by step dalam membangun sebuah startup.

Saatnya Membangun Startup Digital

MVP menjadi bagian yang sangat penting dalam dunia startup. Dengan mengetahui hal itu maka secara tidak langsung kita akan bisa menentukan sikap, sebenarnya dalam hal posisi kita ada dimana.

Dengan mengetahui hal itu maka kita bisa menentukan langkah berikutnya yang bisa diambil. Jangan sampai ada energi terbuang sia-sia hanya untuk meraba-raba.

Seperti kita tahu saat ini begitu marak startup digital yang dirintis oleh mereka yang masih duduk di bangku kuliah. Hal ini karena memang startup digital lebih menitikberatkan pada ide-ide dan solusi kekinian.

Startup bisa dikatakan sebagai perusahaan rintisan yang memiliki visi untuk membantu selesaikan masalah sosial. Oleh karena itu inovasi menjadi satu kata kunci yang tak terpisahkan.

Agar tidak terjerumus maka bila kamu ingin miliki startup digital maka bisa ikuti langkah berikut ini:

1. Temukan dan Uji Ide Bisnis

Bisa jadi hampir semua startup digital yang ada muncul karena kegelisahan pembuatnya. Sebut saja Gojek, usut punya usut ternyata sebelumnya Nadiem saat bekerja dan harus pulang malam kesulitan untuk pulang.

Oleh karena itu ia berpikir bagaimana caranya agar ia bisa pulang kapanpun dari manapun. Maka terciptalah aplikasi Gojek yang membuat kita bisa pesan ojek online jam berapapun dimanapun.

Dengan demikian pastinya kita atau semua orang bisa melihat masalah sosial yang muncul. Setelah ditemukan maka susun ide atau solusi atas masalah tersebut.

Selanjutnya uji benarkah itu masalah sosial yang bisa jadi muncul di mana saja. Jangan sampai ruang lingkup terlalu sempit sehingga tidak bisa berkembang.

2. Susun Bisnis Plan

Tahap berikutnya bila memang ide layak diteruskan tentu harus menyusun rencana bisnis. Harus ada blue print yang jelas kedepan akan seperti apa.

Mereka yang miliki produk dan bisa bertahan hingga saat ini pastinya dimiliki oleh orang-orang yang bisa menatap jauh ke depan. Memiliki visi yang sangat jelas dan terukur sehingga bisa direalisasikan.

Bermimpi boleh dan harus, hanya saja mimpi itu juga harus achieveble atau bisa dieksekusi. Susun rencana bisnis sedetail mungkin baik itu untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Bukan hanya tentang rencana tapi juga manfaat apa saja yang kelak akan bisa diberikan untuk masyarakat luas. Dengan perencanaan yang baik dan terukur maka startup digital bukan mimpi yang mengawang-awang.

3. Bangun Tim yang Solid

Saat ini tak ada cerita tentang superman, yang ada kemudian adalah superteam. Dimana beberapa orang yang se-visi akan bersinergi untuk membangun mimpi.

Setidaknya ada 3 orang yang harus ada dalam startup digital. Mereka ini diantaranya adalah orang yang paham bisnis, orang yang paham desain dan mereka yang paham IT.

Lebih banyak tim yang bergabung maka besar kemungkinan akan lebih solid. Semisal ada orang yang paham akan pencarian dana atau operasional. Atau ada orang yang paham hukum sehingga secara perijinan / legalitas akan lebih mulus.

Hindari tim yang asal-asalan karena besar kemungkinan hasil tidak akan optimal. Membangun startup digital tak ubahnya membangun bisnis pada umumnya atau rumah tangga. Mereka yang ada di puncak pimpinan harus sepaham untuk bisa bersinergi.

4. Bangun Ekosistem

Berbicara tentang startup digital itu bukan hanya tentang aplikasi atau produk semata. Lebih dari itu harus ada ekosistem yang men-suport.

Ekosistem ini bisa diciptakan atau bisa mengikuti satu kondisi yang ada di tengah masyarakat. Ekosistem yang tidak tepat tanpa disadari, pelan tapi pasti akan membunuh startup digital secara pelan-pelan.

Selain itu sebisa mungkin mudah ditemukan masyarakat baik itu secara offline maupun online. Terlebih saat ini dimana era digital sudah benar-benar mendarah daging bagi semua orang.

4. Siapkan Dana Operasional

Dana menjadi komponen yang sangat penting dalam keberlangsungan usaha rintisan. Seperti kita tahu, startup digital tidak langsung menghasilkan.

Selama belum bisa menghasilkan pemilik startup tetap butuh makan dan biaya operasional. Terlebih bagi mereka yang miliki tim dan harus diupah maka mau tidak mau dana menjadi satu hal yang sangat penting.

5. Jaga Hubungan Baik dengan Mitra

Tujuan dari keberadaan startup digital ini pastinya adalah menjawab kebutuhan masyarakat akan kegelisahan sosial. Oleh karena itu menjadi penting bagi pelaku startup untuk bisa menjaga hubungan baik dengan siapa saja terutama para mitra strategis.

Menjaga hubungan baik dengan mitra ini harus berkesinambungan. Tidak bisa sporadis atau sepotong-sepotong. Satu sama lain akan saling keterkaitan dan tidak bisa dilepaskan.

6. Tetap Semangat dan Terus Berproses

Sering kali kita terlena melihat startup yang besar saat ini. Namun kita tidak pernah melihat proses yang ada dibelakangnya.

Ada banyak cerita tentang kegagalan demi kegagalan yang bisa jadi kita tak pernah tahu. Dan hal itu menjadi keniscayaan. Oleh karena itu menjadi penting tetap menjaga semangat dan terus berproses.

Ingat kata orang bijak, “terbentur – terbentur – terbentur – terbentuk.” Masalah yang ada akan membuat para pelaku startup untuk terus belajar dan bertumbuh.

Dengan modal itu semua setidaknya kita sudah selangkah lebih maju dalam proses membangun startup digital. Jangan ragu dan segera eksekusi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *