Mencoba Menembus Batas Bersama Kanal Jogja

  • Whatsapp

Dulu, terlalu naif bila memiliki ambisi untuk memiliki usaha sendiri. Dan saya pun memilih menjadi blogger bersama Kanal Jogja meski banyak orang yang mencibirnya.

kanal jogja
kanaljogja.id

Dari sekian banyak jenis usaha yang ada akhirnya saya memilih membangun usaha di bidang digital. Tepatnya membangun situs atau blog yang fokus tentang wisata, kuliner dan serba serbi tentang Jogja dengan nama Kanal Jogja. Saat ini blog kanal jogja dapat di akses di https://kanaljogja.id dan di https://www.kanaljogja.com.

Dipilihnya isu mikro spesifik tentang Jogja bukan tanpa alasan. Selain latar belakang saya sebagai orang Jogja tentu saja kita ketahui semua bahwa Jogja menjadi magnet dalam segala bidang.

Bukan hanya sebagai Kota Pelajar karena di sini terdapat ratusan kampus dengan setidaknya 8 terakreditasi A yang mencetak jutaan sarjana tiap tahunnya. Kota Budaya juga tersemat karena di tempat ini terdapat kekayaan budaya yang tak terkira.

Selain itu tentu saja potensi wisata yang tak terkira. Wisata dalam hal ini bukan semata hanya yang berwujud keindahan alam semata. Tapi didalamnya juga terdapat potensi seni, budaya, kuliner, kearifan lokal dan masih banyak lagi.

Hingga saat ini Kanal Jogja telah memiliki tak kurang dari 1.000 artikel tentang Jogja dan tidak pernah habis tema untuk dibahas.

Dengan demikian bisa dipastikan bahwa usia blog ini akan terus bertambah. Untuk menambah daya gigit juga dimasukan kategori “Inspiratif” yang mana didalamnya terdapat tulisan ringan yang menyegarkan.

Berbeda mungkin dengan para blogger pada umumnya yang mana mereka sebelumnya tidak membuat cetak biru atau rencana jangka panjang.

Benar memang sebelum membangun Kanal Jogja saya pernah membuat beberapa blog dan kala itu hanya sebatas ruang untuk menuangkan unek-unek.

Lain halnya dengan Kanal Jogja yang mana saya benar-benar fokus dan konsern untuk memanjukan usaha di bidang digital ini.

Bukan hanya tenaga, waktu dan pikiran yang saya siapkan secara totalitas. Tapi juga dalam hal pendanaan, lain halnya dengan blogger pada umumnya yang mana mereka jarang mengeluarkan dana untuk perawatan blog mereka.

Tidak hanya itu saja, untuk meningkatkan jumlah tulisan saya juga meng-hire para penulis muda. Berbekal pengalaman sebagai jurnalis di Tribun Kompas Gramedia dan menjadi penulis lepas di media online saya pun menseleksi para calon penulis dan kemudian mentrainingnya.

Teman-teman yang turut berkontribusi di Kanal Jogja tidak saja hanya mendapat pengalaman sebagi jurnalis online tapi disinipun mereka saya berikan fee sesuai kualitas tulisan.

Selain itu adanya kemajuan teknologi akan memudahkan proses kerja tim. Di era serba digital saat ini kecepatan proses menjadi faktor penentu akan kesuksesan sebuah bisns.

Mencoba menggabungkan isu kelokalan dengan sudut pandang yang jauh lebih besar mampu menghasilkan sesuatu yang beda. Mungkin tidak jauh lebih baik dengan blog atau situs profesional tapi setidaknya Kanal Jogja mampu hadir dengan ciri khasnya.

Ketika ditanya apabila memiliki dana lebih apa yang akan saya lakukan tentu akan mengembangkan blog ini. Kanal Jogja bukan lagi hanya sekedar tempat menuangkan ide.

Lebih dari itu juga dengan tagline Kenali Jogja Lebih Dekat ini berkomitmen untuk memberi manfaat bagi yang lain. Selain memberikan informasi positif tentang Jogja kelak di harapkan bisa menjadi industri yang bisa menghidupi orang-orang yang ada di dalamnya.

Di usianya yang hampir 6 tahun di 2020 ini Kanal Jogja selain mendapat pemasukan dari iklan mandiri dan berasal dari Google Adsense. Satu celah yang telah banyak di garap pata blogger juga telah saya rintis sejak beberapa tahun yang lalu.

Keyakinan saya bahwa blog Kanal Jogja ini bisa bertahan dan terus memberi manfaat salah satunya karena memiliki konsep yang jelas dan stabilitas.

Sebagaimana yang diketahui bahwa konsep yang jelas akan mengarahkan bahwa blog ini harus terus berkembang. Sementara itu stabilitas senantiasa menjaga jumlah pengunjung Kanal Jogja dengan menghadirkan artikel yang berbobot.

“Jer basuki mawa bea” demikian pepatah Jawa yang dapat digunakan untuk menjaga eksistensi sebuah usaha. Dimana adanya modal yang baik dan cukup akan menjaga kelangsungan bisnis untuk jangka panjang.

Namun demikian modal bukanlah faktor utama bagi Kanal Jogja. Kecintaan untuk menulis dan memberi manfaat untuk yang lain jauh lebih penting dari segalanya.

Oh ya, selain Kanal Jogja saya juga mengelola blog lain seperti http://jokoyugiyanto.com, www.wisataiwisata.com dan https://www.linamuryani.com yang tak lain punya istri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Kalau aku, aku jualan layangan, soalnya aku kan anak alay (bukan lebay ya ?) alay itu anak layangan (tapi nggak suka nongkrong di pinggir jalan) pokonya alaayyyy banget…hehehehehe…