Mitos Asuransi yang Keliru dan Mewabah Hingga saat ini

  • Whatsapp

Seringkali kita melihat sebagian orang nyinyir dengan keberadaan asuransi. Mereka menganggap asuransi hanya buang-buang uang semata.

linamuryani
linamuryani.com

Hal ini karena memang masyarakat belum begitu peka akan pentingnya asuransi. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa setiap warga negara harus memiliki asuransi minimal dalam bentuk BPJS atau yang setara.

Mengingat betapa pentingya asuransi maka pemerintah setiap tahunnya rela menggelontorkan dana hingga ratusan miliar rupiah hanya untuk yang namanya asuransi.

Namun ternyata asuransi yang ditawarkan tersebut belumlah cukup untuk sebagian orang. Tak sedikit kemudian diantara mereka kemudian menggunakan jasa asuransi lain semisal Prudential.

Uniknya meski demikian masih saja ada mitos asuransi yang salah kaprah tapi telah mewabah. Diantara banyaknya mitos asuransi yang keliru tersebut berikut diantaranya:

1. Asuransi hanya untuk orang sakit

Siapa bilang orang sehat tidak butuh asuransi terutama asuransi jiwa. Seperti yang diketahui bahwa jiwa atau keselamatan seseorang tidak saja hanya dipengaruhi kesehatan semata.

Banyak disekitar kita yang tiba-tiba meninggal padahal kita tahu persis yang bersangkutan sehat dan bugar. Meninggalnya itu bisa jadi karena kecelakaan atau menderita suatu penyakit yang tidak terdeteksi sebelumnya.

2. Anak muda belum butuh asuransi

Tanpa disadari bahwa di luar negeri asuransi kini menjadi bagian dari gaya hidup. Artinya mereka telah mulai sadar akan pentingnya layanan yang satu ini.

Semakin muda seseorang ikut asuransi maka iuran yang dikenakan akan semakin ringan. Dan nanti bila terjadia sesuatu maka ia telah berhak akan pertanggungan tersebut.

Baca juga: Bingung Pilih Asuransi Jiwa, Lakukan 9 Langkah ini

Lain halnya di tanah air, mayoritas anak muda enggan berinvestasi melalui asuransi. Padahal kita tidak pernah tahu nanti kedepan akan menjadi seperti apa.

Dengan mindset investasi maka dipastikan akan ada pengembalian dikemudian hari. Jadi anak muda pun sudah saatnya mulai sejak dini untuk melakukan perencanaan keuangan yang baik.

3. Cukup asuransi dari kantor

Secara sepintas mungkin banyak ditemukan masyarakat kita merasa cukup dengan asuransi yang diberikan perusahaan atau pemerintah. Padahal layanan yang didapat dari institusi tersebut mayoritas adalah layanan minimal.

Dalam bahasa yang cukup ekstrim maka bisa dikatakan bahwa asuransi yang diberikan sebatas memenuhi kewajiban undang-undang. Dimana setiap tenaga kerja atau warga berhak akan jaminan.

Dengan demikan bisa dipastikan maka layanan yang didapat pun hanya sebatas minimal saja. Sebagai contoh dalam sebuah perusahaan di Jakarta mereka memberikan layanan kelas II untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp 4 juta.

Baca juga: Asuransi Jiwa Kini Bukan Sekedar Proteksi Diri dari Kematian

Jangan harap dapat layanan prima bila kelas yang diberikan bukan yang terbaik. Padahal sudah jamak bila dalam urusan kesehatan maka siapapun tidak peduli biaya yang harus dikeluarkan.

Dengan sedikit mengetahui tentang mitos asuransi yang salah tersebut diatas. Masihkan akan main-main dalam menentukan sikap.

Dan mungkin bila diantara pembaca yang ingin konsultasi lebih jauh tentang pentingnya asuransi bisa WA ke 087838889019.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *